TPF yang diketuai oleh Rusdi Taher itu telah melakukan penyisiran di sejumlah kota yang menjadi perlintasan para Bonek menuju Bandung, Jawa Barat ketika tim kesayangan mereka di jamu di Stadion Jalak Harupat, Bandung.

“Kami sudah melakukan penyisiran di tiga kota mulai dari Surabaya, Solo, hingga Bandung. Tinggal satu kota lagi yakni Semarang yang belum kami datangi,” kata Ashar Suryobroto salah satu anggota TPF di Sekretariat PSSI Senayan, Jakarta, Rabu (3/2).

Menurut dia, dalam melakukan investigasi pihaknya harus bersikap obyektif agar hasil penyelidikan ini bisa menjadi rekomendasi PSSI dalam menentukan sikap terhadap para suporter tim yang berkostum hijau-hijau itu.

“Agar obyektif kami melakukan penyisiran dari mulai Surabaya hingga Bandung. Namun, kami belum bersedia memeaparkan hasil investigasi itu saat ini. Pasalnya, hasilnya kami serahkan kepada PSSI,” papar Ashar Suryobroto yang juga Bidang Keamanan PSSI itu.

Pada kesempatan itu, ia juiga mengatakan, tugas TPF adalah salah satu upaya PSSI untuk menjawab permintaan pemerintah agar pihaknya tidak berpangku tangan atas kebrutalan para Bonek yang sudah menjadi kasus nasional itu.
“Rekomendasi hasil penyelidikan itu juga akan kami sampaikan kepada Pak Andi Mallarangeng (Menegpora,red),” kata Ashar Suryobroto.

Ia berharap, tugas TPF akan segera rampung dalam minggu ini. Meski pihaknya diberi tenggang waktu selama satu bulan untuk melakukan investagasi.”Mudah-mudahan dalam minggu ini hasil investigasi sudah bisa kami serahkan kepada PSSI. Jadi waktunya lebih cepat dari yang telah dijadwalkan semula,” tutur Ashar Suryobroto.

Seperti diketahui, PSSI melalui Komisi Disiplin (Komdis) telah menjatuhkan sanksi hukuman hingga 2014 kepada para Bonek yang dilarang memberikan dukungan kepada tim kesayangannya dalam laga tandang dalam kompetisi sepakbola nasional.
[ad#twitter]