SWISS mendapat kehormatan sebagai tempat penyelenggaraan Piala Dunia kelima, dan ajang ini juga menjadi puncak ulang tahun ke-50 markas FIFA yang berada di Zurich. Negera ini telah mendapat jaminan turnamen sepak bola antar-negara tersebut usai kongres perang dunia pertama 1946, dan mereka telah menghabiskan waktu selama delapan tahun untuk membangun stadion baru sebagai tempat pertandingan.

Sebenarnya, stadion-stadionnya kecil dengan daya tampung yang kecil pula. Tetapi Swiss mampu meraup keuntungan finansial yang besar, karena mereka pandai memanfaatkan bisnis turnamen ini yang pastinya sangat menarik minat seluruh pemirsa pecinta sepak bola di seluruh dunia. Dan, di Swiss inilah untuk pertama kalinya pertandingan ditayangkan televisi meskipun masih dalam lingkup terbatas.

Pada Piala Dunia Swiss ini, presiden FIFA Rodolphe Seeldrayers kembali membuat perubahan pada format turnamen. Pria asal Belgia tersebut mengusulkan agar 16 tim yang tampil dibagi dalam empat grup yang masing-masingnya dihuni dua tim unggulan yang tidak perlu harus saling bertarung di fase grup ini. Dan, di babak ini juga diperkenalkan sistem perpanjangan waktu jika skor pertandingan tetap imbang.

Di Piala Dunia ini, yang untuk pertama kalinya terselenggara di Eropa setelah Perang Dunia II, Hungaria menjadi kekuatan baru yang sangat diperhitungkan. Pasalnya, tim Eropa Timur ini bermain paling agresif dan menjadi pencetak gol tersubur, yang belum terjadi di Piala Dunia-Piala Dunia sebelumnya.

Lihat saja perjalanannya menuju babak final. Mereka tampil sangat beringas untuk menggasak Jerman Barat 8-3, selanjutnya membantai Korea Selatan 9-0. Tak heran jika Hungaria menjadi favorit juara. Di sini pula lahir beberapa bintang top seperti Puskas, Kocsis (menjadi top skor), Hidegkuti dan Czibor.

Tim lain yang juga menjadi favorit adalah Uruguay karena mereka masih tidak terkalahkan selama babak penyisihan grup. Ini merupakan prestasi terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia. Negara Amerika Selatan ini lolos ke perempat final setelah mengalahkan Cekoslovakia dan Skotlandia.

Di babak delapan besar, terjadi sebuah rekor baru untuk Piala Dunia ketika Austria bertemu Swiss. Pasalnya tercipta 12 gol, di mana Austria menjadi pemenang dengan skor 7-5. Sampai sekarang, skor tertinggi di fase knock-out ini belum terpecahkan.

Sedangkan di partai lain, Uruguay melanjutkan kiprahnya dengan menggulung Inggris 4-2, begitu juga dengan Hungaria yang menggilas Brasil 4-2, dalam duel terbrutal yang pernah terjadi di ajang sepak bola paling bergengsi ini. Pertarungan Hungaria vs Brasil ini disebut juga dengan “The Battle of Berne”, karena tiga pemain dikartumerah dan pertarungan berlanjut sampai peluit akhir berbunyi. Sementara itu, Jerman Barat sudah pulih lagi usai disikat Hungaria di babak pertama, dengan mengalahkan Yugoslavia 2-0.

Dari hasil-hasil tersebut, muncullah tim yang lolos ke semifinal di mana dua tim favorit, Uruguay dan Hungaria, harus bertemu untuk memperebutkan tiket ke final. Di partai lain, Jerman Barat bertemu tetangganya, Austria.

Uruguay yang untuk pertama kalinya berpartisipasi pada Piala Dunia yang diselenggarakan di Eropa, memberikan perlawanan gigih. Dan, pertarungan kedua tim ini berlanjut hingga babak perpanjangan waktu dan Hungaria keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2. Hasil ini juga mengakhiri rekor Uruguay yang tak terkalahkan sepanjang turnamen ini.

Sementara itu, Jerman Barat terus menunjukkan grafik penampilan yang meningkat. Di babak empat besar ini mereka menggelontor gawang Austria sebanyak enam kali, sedangkan gawangnya hanya kebobolan satu kali. Alhasil, Jerman Barat pun melangkah ke final dengan modal kemenangan 6-1 untuk menciptakan final yang sangat bergengsi.

Rupanya, eforia di babak empat besar ini berlanjut hingga ke final. Tampil dengan semangat berlipat ganda untuk membalas sakit hatinya akibat dipermalukan pada babak penyisihan grup, Jerman Barat menang dengan skor 3-2.

Tetapi perjalanan “Der Panzer” untuk mengukir prestasi ini diwarnai pertandingan yang dramatis. Bagaimana tidak, mereka sempat tertinggal 0-2 dan bayang-bayang kehancuran akibat kekalahan 3-8 mulai terbayang lagi.

Namun, Jerman Barat kembali memperlihatkan mental juaranya. Tim yang terkenal dengan permainan ‘terlambat panas’ sehingga mendapat julukan “tim Panser” ini mampu membalikkan keadaan dengan mencetak tiga gol balasan, sekaligus memastikan diri untuk pertama kalinya menggondol trofi paling bergengsi ini. Sebuah pembalasan yang manis dan sempurna karena berujung pada gelar juara dunia. Sedangkan di partai perebutan medali perunggu, Austria keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1.

Rekam pertandingan Piala Dunia 1954
Top skor
Sandor Kocsis (Hungaria) 11 goals
Max Morlock (Jerman Barat) 6 goals
Josef Hugi (Swiss) 6 goals
Erich Probst (Austria) 6 goals

Statistik Lain
Jumlah pertandingan 26
Total gol yang tercipta 140
Rata-rata gol per pertandingan 5,38
Kartu merah 3
Gol bunuh diri 4
Total penonton 943.000
Rata-rata penonton 36.269

Klasemen akhir Piala Dunia 1954

P W D L Goal Pts
1. Jerman Barat C 6* 5 0 1 25-14 10
2. Hungaria F 5 4 0 1 17-12 8
3. Austria SF 5 4 0 1 17-12 8
4. Uruguay SF 5 3 0 2 16-9 6
5. Brasil QF 3 1 1 1 8-5 3
6. Inggris QF 3 1 1 1 8-8 3
7. Yugoslavia QF 3 1 1 1 2-3 3
8. Swiss QF 4* 2 0 2 11-11 4
9. Turki 1R 3* 1 0 2 10-11 2
10. Italia 1R 3* 1 0 2 6-7 2
11. Perancis 1R 2 1 0 1 3-3 2
12. Belgia 1R 2 0 1 1 5-8 1
13. Meksiko 1R 2 0 0 2 2-8 0
14. Cekoslovakia 1R 2 0 0 2 0-7 0
15. Skotlandia 1R 2 0 0 2 0-8 0
16. Korea Selatan 1R 2 0 0 2 0-16 0

* Tim-tim ini tampil di pertandingan play-off. Swiss sebenarnya hanya memiliki 2 poin sebelum meraih kemenangan di babak pertama play-off dan mereka meraih tiket terakhir ke perempat final. Italia dan Turki memiliki rekor yang bagus sebelum kalah di play-off dan mereka masih menjadi tim yang terbaik di putaran pertama, meskipun memiliki selisih gol yang negatif.

* Sistem poin yang dipakai pada Piala Dunia 1930 hingga 1990 adalah 2 untuk sebuah kemenangan dan 1 untuk seri.

Perjalanan Menuju Juara
Babak kualifikasi
GROUP A
Brasil
Meksiko
Perancis
Yugoslavia

GROUP B
Jerman Barat
Hungaria
Korea Selatan
Turki

GROUP C
Austria
Skotlandia
Cekoslovakia
Uruguay

GROUP D
Belgia
Swiss
Italia
Inggris

Perempat final
Austria vs Swiss 7-5
Uruguay vs Inggris 4-2
Hungaria vs Brasil 4-2
Jerman Barat vs Yugoslavia 2-0

Semifinal
Hungaria vs Uruguay 4-2
Jerman Barat vs Austria 6-1

Perebutan peringkat tiga
Austria vs Uruguay 3-1

FINAL
Jerman Barat vs Hungaria 3-2

[ad#twitter]