Di Copy paste dari sini

kejadian kemarin memang bukan kehendak siapa-siapa,bukan kehendak BONEK juga untuk berbuat seperti itu ,memang bonek patut disalahkan tapi seharusnya kita tahu dan mencari akar permasalah tersebut,awal kejadian kita niat datang ke BANDUNG walau dengan modal tong pes(kantong kosong ) tapi kita dari hati punya niat suci niat pengorbanan dan perjuangan yang tidak bisa dilakukan oleh siapapun,niat kami menonton bola tetapi sampai di daerah solo kita di sambut dengan “BEGITU HANGAT”,siapa yang tak berontak jika kita dapat sambutan seperti itu.

kita datang mungkin ada yang membawa milis perlawanan terhadap ketidakadilan petinggi otoritas sepak bola dinegeri ini yang sudah terlajur tercap buruk,dan tak berprestasi,Stigma Media tentang bonek salah kaprah,selama ini pemberitaan media yang saya lihat adalah memojokan BONEK hingga masyarakat awam yang tak tahu menahu bonek dan sepak bola pun akhirnya terhasut,media dan masyarakat juga tidak tahu bahwa awal kejadian itu adalah permusuhan pasoepati dengan bonek yang telah terpendam lama,semua element yang tidak tahupun akhirnya ikut-ikutan karena stigma media yang selalu mendeskritikan si bad boy “BONEK”.

cobak tengok ketika ada element atau oknum laen berbuat onar, berita di media tak segempar ketika sang bad boy berbuat onar,cap negatif langsung bermunculan,Oplah media pun ikut naek dan rating mereka juga praktis terangkat,saya sendiri heran kenapa media sekarang lebih suka menjejali masyarakat dengan berita kontrofesial,negatif sehingga merubah cara padang masyarakat itu sendiri.

sebenarnya media dan masyarakat awam sepak bola pun tidak tahu siapa BONEK dan kenapa dapat julukan BONEK ,awal mula BONEK adalah adalah julukan media cobak simak artikel dari wikipedia berikut “Istilah bonek pertama kali dimunculkan oleh Harian Pagi Jawa Pos tahun 1989 untuk menggambarkan fenomena suporter Persebaya yang berbondong-bondong ke Jakarta dalam jumlah besar. Secara tradisional, Bonek adalah suporter pertama di Indonesia yang mentradisikan away supporters (pendukung sepak bola yang mengiringi tim pujannya bertandang ke kota lain) seperti di Eropa.Dalam perkembangannya, ternyata away supporters juga diiringi aksi perkelahian dengan suporter tim lawan. Tidak ada yang tahu asal-usul, Bonek menjadi radikal dan anarkis. Jika mengacu tahun 1988, saat 25 ribu Bonek berangkat dari Surabaya ke Jakarta untuk menonton final Persebaya – Persija, tidak ada kerusuhan apapun.”mereke semua tidak tahu menahu soal identitas kita,mereka juga tidak tahu sejarah panjang revalitas suporter 2 kota tersebut hanya orang-orang suporter dan orang yang gila bola yang tahu rata-rata di situs jejaringan sosial ,milis maupun forum-forum suporter banyak yang mencaci,memaki dan bahkan banyak juga yang mencoba memprovokasi element suporter lain mereka mengeruk keuntungan pribadi saat kondisi carut marutnya sepak bola dan per-suporteran di negeri ini tak banyak dari merkea hanya bisa mencaci ,memaki,mekritik tanpa adanya satu penyelesaian masalah ,emosi ditanggapi dengan emosi tak akan ada hasilnya

coba mulai sekarang paradigma yang dibangun oleh media itu sebaiknya dirubah mereka yang membangun paradigma BONEK mereka juga yang menghancurkan paradigma itu,salah seorang osiolog Universitas Airlangga (Unair) Bagong Suyanto.menyebutkan

“Salah satu faktor kenapa perilaku bonek itu terkadang di luar kontrol, pertama, mereka sebetulnya hanya menggenapi stigma karena dilabel negatif. Mereka dicap ulahnya begini (anarkis dan brutal),makin lama justru berusaha diberitakan bonek,”

Apa yang membuat suporter Persebaya yang disebut bonek terkadang begitu anarkis? Tidak lain karena stigma negatif yang dilabelkan masyarakat dan media kepada mereka.

kami sebtulnya sadar dan tidak mau berbuat anarkis ,tapi bagaimana lagi sejak keberangkatan kami seolah-olah pemberitaan media kami ini lebih jahat dr pada seorang teroris,distasiun-stasiun pun mereka ketakutan karena opini media

sudah selayaknya sekarang media bertindak proposional dalam menyetak berita,jangan hanya sisi negatif yang bisa dibangun hingga menimbulkan opini yang campur aduk dan memcah masyrakat.

sebaliknya juga media tidak mementikan oplah dari hasil tayanganya tapi juga mementingkan dampak pola pikir masyarakat dari pemberitaan tersebut.

kami tidak membela diri dengan tulisan ini,kami hanya berharap kami bukan seorang yang anda cap selalu negatif kami BONEK kami hanya manusia semata bukan malaikat,juga bukan nabi

sewaktu-waktu para pembaca coba datang ke surabaya saat PERSEBAYA laga kandang ,anda akan lihat dan anda akan terkesima oleh kekreatifan kami,saatnya kita tutup mata ,tutup telingan,tutup mulut untuk memfilter berita yang kita tidak tau asal mulanya

tidak ada api yang membakar rumah jika tidak ada yang mematik api tersebut.saya dan teman-teman di milis penggemar persebay juga sudah mati-matian merubah paradigma bonek tapi lagi-lagi kami tidak punya kuasa sealain kita bersama-sama membangun positif thingking

tentang “BONEK”,teman saya pernah berkata di milis “SEORANG ARTIS BESAR KARENA MEDIA,TAPI TIDAK BAGI BONEK ,MEDIA BESAR KARENA BONEK ” artinya apa stigma yang dibagun oleh media membuat media itu semakin besar

semoga kedepan PERSAUDARAAN anta suporter semakin terjalin rapi ,tidak bisa PSSI,BLI,KOMDIS serta pak Menteri maupun para pengamat sepak bola mendeskriditkan dan menyudutkan BONEK

saatnya kita semua bersama-sama bahu-membahu membangung supaya para suporter ini lebih kreatif dan lebih enak kita pandang ,sebaiknya pihak terkait yang menaungi sepak bola negeri ini bukan mematikan kreatif mereka dengan vonis yang tidak adil..!!

kita bisa menerima itu tapi sudah adilkan vonis tersebut ..??

akhir kata saya sendiri beberapa malam ini memang sangat prihatin dan sedih terhadapn apa yang kita terima dan apa yang telah dilakukan kita semoga kejadian ini menjadi cambuk dan pelajaran bagi siapapun yang peduli terhadap Perkembangan sepak bola dan suporter dinegeri ini

tidak ada kata lain selain BABAT HABIS KETIDAK ADILAN yang selama ini menjadi momok prestasi sepak bola negeri ini…!!!

tak ada ganding yang retak dan tak ada bara api didalam rumah jika tidak ada yang mematik.akhir kata saya pribadi mengucapkan

TERIMA KASIH KAMI KEPADA

– KEPADA MASYARAKAT BANDUNG YANG MENERIMA KAMI DENGAN RAMAH

– PARA SUPORTER PERSIB BANDUNG

– PIHAK KEPOLISIAN BANDUNG

– BAPAK KAPOLDA JATENG

– BAPAK WALIKOTA SURABAYA DAN JAJARANYA

– TEMAN-TEMAN KAMI YANG BERJUANG DEMI PERSEBAYA WALAU NYAWA TARUHANYA

MOHON MAAF SEBESAR-BESARNYA

– BUAT WARGA YANG MERASA TERUGIKAN DAN MASYARAKAT PECINTA BOLA SELURUH TANAH AIR ,INSAN MEDIA PARA WARTAWAN YANG SECARA TIDAK SENGAJA TERKENA DAMPAK TERSEBUT .

KAMI DATANG DENGAN NIAT MENONTON ,KALAU KEJADIAN SEPERTI KEMARIN BUKAN KEHENDAK KAMI ,SEKALI LAGI MOHON MAAF SEBESAR –BESARNYA

BAGI MU NEGERI JIWA RAGA KAMI

BAGIMU PERSEBAYA NYAWA KAMI…!!!

SAMPEK TUEK –SAMPEK ELEK TETEP DUKUNG PERSEBAYA

BRAVO BONEK..!!BRAVO PERSEBAYA…!!! BRAVO SEPAK BOLA INDONESIA…!!BRAVO SUPORTER INDONESIA…!!

SEMOGA ARWAH DAN PENGORBANAN TEMAN-TEMAN KITA ,MENDAPAT TEMPAT YANG LAYAK DISISINYA ,MARI PANJATKAN ALFATEHA SEJENAK KETIKA ANDA SELESAI MEMBACA TULISAN INI DITUJUKAN BUAT MEREKA YANG GUGUR DEMI KETIDAK ADILAN DAN PERSEBAYA..!!!

[ad#twitter]