18971_293868500940_182507230940_5087398_2028498_nKetika banyak tim peserta Liga Joss Indonesia maupun Liga Super Indonesia masih mendapatkan “nafas segar” dari kucuran dana APBD untuk menghidupi sebuah tim sepak bola, berbeda halnya dengan yang dialami tim kebanggaan publik Pasoepati, Persis Solo. Ya, mulai tahun ini tim laskar Samber Nyawa mesti hidup secara mandiri tanpa adanya kucuran dana dari APBD kota Solo. Ketiadaan dana APBD tentunya bukan menjadi kiamat bagi sebuah tim sepak bola Solo. Dengan berbagai upaya dan usaha, Persis Solo tetap harus ada untuk mewakili kota Solo dikancah kompetisi sepak bola nasional.

Penggalangan dana sukarela, sponsorship dan memaksimalkan pendapatan dari tiket pertandingan menjadi beberapa cara yang dilakukan pengurus dan manejemen untuk membuat tim Persis Solo tetap eksis hingga kini. Terbukti, isu pembubaran tim Persis Solo beberapa waktu lalu tidaklah terjadi karena saat ini Persis Solo tetap menjalani roda kompetisi Liga Joss Indonesia dan tergabung di wilayah II.
Namun tidaklah bisa dipungkiri bahwa ketiadaan kucuran dana APBD tetaplah berpengaruh kepada kondisi tim Persis itu sendiri. Minimnya dana yang dimiliki, membuat jajaran pengurus dan manajemen Persis Solo memilih mengisi komposisi skuad Persis Solo musim ini dengan pemain muda usia dan tidak ada pemain bintang berlabel kontrak mahal. Selain itu, tidak ada satu pun legiun asing yang menjadi punggawa Persis musim ini mengingat mahalnya biaya untuk mengontrak 1 pemain asing tersebut.

Suporter setia Persis tidak lantas menutup mata mendapati situasi yang dialami tim kesayangannya. Aksi simpatik ditunjukkan oleh suporter setia Persis Solo yang tergabung dalam kelompok Pasoepati. Tidak ingin tim kesayangannya terkena badai krisis finansial, Pasoepati pun meresponnya dengan mengadakan misi penggalangan dana suka rela. Bertajuk “Koin Peduli Persis”, Pasoepati ingin menyumbangkan dana yang diperoleh dari program penggalangan dana tersebut kepada tim Persis Solo. Pelaksanaan dari program Koin Peduli Persis sendiri dilakukan ketika tim Persis Solo melakoni laga kandang di stadion Manahan, Solo. Di setiap pintu masuk ke dalam stadion, diletakkan sebuah kotak yang fungsinya untuk menampung koin/uang recehan yang diberikan oleh penonton yang hendak masuk ke dalam stadion. Meski bernama Koin Peduli Persis, panitia penggalangan dana juga menerima sumbangan berupa lembaran uang kertas. Dana yang berhasil dikumpulkan langsung dihitung dengan disaksikan oleh pihak kepolisian, panitia pelaksana pertandingan dan jajaran manejemen Persis. Hasil pengumpulan dana yang telah selesai dihitung selanjutnya langsung diberikan kepada para pemain Persis Solo seusai pertandingan.

“Kami akan menempatkan Srikandi dan Pasoepati di setiap pintu masuk, berarti total ada 12 kotak. Tentu saja kami tidak hanya menerima sumbangan dalam bentuk koin, uang kertas juga boleh,” ujar Prapto Koting, wakil Presiden Pasepati.

Koin Peduli Persis adalah wujud tanda cinta Pasoepati terhadap tim kesayangannya, Persis Solo. Sumbangan dana suka rela yang terkumpul, diharapkan bisa sedikit banyak membantu kondisi finansial para pemain Persis Solo. Sisa 4 pertandingan kandang yang bakal dilakoni Persis di putaran kedua, tentunya akan benar-benar dimaksimalkan untuk bisa meraup dana suka rela sebanyak mungkin. Panitia Koin Peduli Persis mau tidak mau juga harus bekerja lebih keras untuk bisa mengumpulkan koin demi koin hasil sumbangan dari para penikmat sepak bola Persis. Dengan cara seperti inilah, Pasoepati juga merasa memiliki tim laskar Samber Nyawa secara lebih dekat.

Selain Koin Peduli Persis, wujud kecintaan Pasoepati juga ditunjukkan melalui pemberian award (sejumlah uang) kepada 1 orang pemain terbaik Persis Solo di setiap pertandingan yang dilaksanakan di stadion Manahan. Award itu sendiri berasal dari program Save Our Persis (SOP) yang telah sukses dilakukan beberapa waktu yang lalu. Hingga saat ini sudah 7x Pasoepati memberikan award kepada pemain Persis yang dipilih sebagai pemain terbaik di 7 laga kandang yang telah dilakoni Persis di putaran pertama ini.
[ad#twitter]