Jakarta – Diklaim sebagai bola paling bundar yang pernah dibuat, si kulit bundar untuk Afrika Selatan 2010 dinamai ‘Jabulani’. Bola produksi Adidas ini melanjutkan evolusi bola sepak.

Jabulani secara resmi diluncurkan di Afrika Selatan, tuan rumah Piala Dunia 2010, Jumat (4/12/2009). Secara bersamaan, Jabulani juga diluncurkan di Jakarta dan tiga kota di Asia Tenggara lainnya, yakni Kuala Lumpur, Singapura dan Bangkok.

Di Jakarta, peluncuran resmi Jabulani digelar di Djakarta Theater, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, tepat pada tengah malam. Dibukanya selubung replika bola Jabulani berukuran raksasa dengan berat 200 kilogram oleh delapan penari yang mengenakan kostum tribal ala Afrika menjadi tanda resminya Jabulani hadir.

Jabulani menyusul 10 bola Adidas lain yang telah menjadi warna dari Piala Dunia yang lampau. Dalam rentang 40 tahun, bola sebagai bagian terpenting permainan terpopuler di dunia ini telah berkembang jauh menuju level yang belum terbayangkan.

Semuanya dimulai dengan Telstar, bola resmi Piala Dunia 1970 di Meksiko. Telstar merevolusi desain bola sepak karena dibuat dengan susunan panel-panel segi lima dan segi enam berwarna hitam dan putih.

Telstar kemudian berkembang jauh menjadi Telstar Durlast, The Tango, Tango Espana, Azteca, Etrusco Unico, Questra, Tricolore, Fevernova, Teamgeist dan terakhir Jabulani.

Tak ada lagi panel-panel segi lima dan enam dan warna yang cuma hitam putih. Kulit tidak lagi jadi bahan utama pembuatan benda yang jadi rebutan 22 pemain di lapangan ini, tapi telah berganti dengan bahan polyurethane.

Dari sisi bentuk, Jabulani diklaim sebagai bola terbundar yang pernah dibuat dan memiliki sejumlah keunggulan lainnya sehingga membuat si kulit bundar lebih stabil dan memiliki daya cengkeram sempurna dalam berbagai kondisi.

Perbaruan teknologi menjadi ‘jualan’ utama Adidas dalam setiap bola yang mereka buat untuk Piala Dunia.

Jabulani berarti ‘untuk merayakan’, diambil dari bahasa Bantu–salah satu bahasa resmi di Afsel. Desain bola ini sangat berwarna Afrika, dengan paduan 11 warna yang mencerminkan 11 pemain dalam satu tim, 11 suku serta 11 bahasa yang ada di Afsel.

Ujar-ujar lama mengatakan bahwa nama adalah doa. Berbekal keyakinan itu, Jabulani diharapkan bisa menjadi sesuatu yang menciptakan perayaan dan kegembiraan dalam setiap pertandingan.
(arp/a2s)

[ad#twitter]