Cape Town – Insiden penembakan yang menimpa Togo menimbulkan pertanyaan kesiapan Afrika Selatan menggelar Piala Dunia. Namun pihak panitia menegaskan tidak perlu khawatir dan kejadian itu tak ada hubungannya.

Bus yang ditumpangi tim nasional Togo ditembaki oleh kelompok pemberontak ketika sedang menuju ke Angola untuk mengikuti Piala Afrika.

Federasi Sepakbola Afrika (CAF) memberikan keterangan bahwa insiden itu menewaskan dua orang ofisial tim Togo. Sedangkan dua pemain mengalami luka. Salah satu di antaranya harus menjalani operasi di Afrika Selatan.

Bukan hanya Angola yang menjadi sorotan pasca insiden ini. Sorotan juga diarahkan ke Afrika Selatan yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010.

Ketua panitia penyelenggara Piala Dunia, Danny Jordaan meegaskan bahwa menghubungkan kejadian di Angola dengan kesiapan Afsel adalah hal yang tidak relevan.

“Mengatakan bahwa kejadian di Angola menimbulkan efek terhadap Piala Dunia di Afrika Selatan, sama saja dengan menyatakan bahwa bom di Spanyol mengancam kesiapan London sebagai tuan rumah Olimpiade,” tegas Jordaan seperti dilansir dari People.co.uk.

“Jadi bila ada yang mengatakan kesiapan kami bisa dihubungkan dengan apa yang terjadi di Angola, itu omong kosong,” serunya.
[ad#twitter]