PSSI mengincar Pelatih Alfred Reidl untuk menukangi timnas U-23 Indonesia. Riedl akan menggantikan Alberto Bica yang habis masa kontraknya.

Pergantian juga dilakukan menyusul hasil buruk pelatih asal Uruguay itu di ajang SEA Games 2009 Laos. Prestasi U-23 Merah Putih di ajang multievent Asia Tenggara itu memang memprihatinkan. Timnas U-23 gagal melewati penyisihan Grup B setelah dalam pertandingan ketiganya kalah 1- 3 dari Myanmar.

Sementara dalam dua laga sebelumnya,Tony Sucipto dkk hanya main imbang 2-2 kontra Singapura dan kalah 0-2 dari Laos. ”Kami sudah bicara dengan Pak Besoes (Sekjen PSSI Nugraha Besoes). Prinsipnya, dia setuju,” kata Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Rahim Soekasah di Jakarta kemarin. BTN bersama PSSI juga akan melakukan pembicaraan dengan Riedl yang pada SEAG 2009 Laos menangani tim tuan rumah.

Setelah Musyawarah Nasional (Munas) PSSI, 16–18 Januari mendatang, kepastian Riedl mengarsiteki U-23 diharapkan dapat terwujud.“Saat ini belum ada pembicaraan. Namun, kami usahakan secepatnya, paling tidak sehabis munas di Bandung,”kata Rahim. Dipilihnya pria yang pernah menjadi striker Austria Vienna dan Royal Antwerp ini sebagai kandidat pelatih U-23 Indonesia tak lepas dari prestasinya menukangi tim-tim Asia Tenggara.

Yang teranyar, dalam SEAG 2009, dia mengarsiteki timnas U-23 Laos dan menghajar Indonesia 2-0. Sebelum diarsiteki Riedl, Laos tak mencetak gol satu pun di SEAG 2007 Thailand. Prestasi lain pria asal Austria ini adalah saat menukangi timnas Vietnam. Riedl membawa negara itu menembus perempat final Piala Asia 2007, meski harus mengakui keunggulan Irak di babak 8 besar.

Namun, Riedl bukan tanpa kelemahan.Setelah melatih timnas Vietnam, dia dipecat klub asal Vietnam, Hai Pong, yang dilatihnya selama lima bulan. Rahim mengungkapkan, upaya PSSI membidik Riedl adalah untuk mempersiapkan timnas U-23 menyongsong SEAG 2011 Indonesia. [sindo]
[ad#twitter]