Timnas VS oman

Timnas VS oman

Peluang tim nasional (timnas) Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia 2011 sangatlah tipis. Pasukan Garuda butuh keajaiban untuk lolos. Meski begitu, Indonesia tidak mau melepas dua pertandingan tersisa Pra-Piala Asia 2011, termasuk saat menjamu Oman di Jakarta pada 6 Januari mendatang.

Karena itu, Badan Tim Nasional (BTN) berharap para pemain yang dipanggil tetap serius menghadapi laga tersebut. Sebanyak 22 pemain yang dipanggil wajib datang memenuhi panggilan BTN sejak pemusatan latihan pada 27 Desember besok.

“Peluang Indonesia belum habis. Akan menjadi salah kalau kami menyerah dan tidak mempersiapkan diri. Kami harus tetap serius. Untuk itu, kami berharap semua pemain datang memenuhi panggilan yang telah dikirim,” ujar Rahim Soekasah, ketua BTN.

Pernyataan Rahim tersebut sekaligus sebagai jawaban atas keberatan yang disampaikan beberapa klub terkait dengan pemanggilan pemainnya ke timnas. Beberapa hari ini, memang kembali muncul suara keberatan dari klub. Salah satu klub yang melontarkan sikap keberatan adalah Persebaya Surabaya.

Green Force -julukan Persebaya- keberatan untuk melepas Djayusman Triasdi. Persebaya menyebut sangat membutuhkan tenaga Djayusman saat timnas melakukan persiapan. Tim asal Kota Pahlawan itu bakal melakoni dua pertandingan ketika timnas mengadakan latihan.

Pada 30 Desember 2009, Persebaya akan bertandang ke Persijap Jepara. Pada 3 Januari 2010, Green Force harus menjalani derby Jatim kontra Persela Lamongan.

“Kami butuh tenaganya. Terlebih stok di lini belakang kami berkurang setelah Taka (Takatoshi Uchida) mendapat akumulasi kartu,” sebut Danurwindo, pelatih Persebaya.

“Kami bisa memahami kesulitan klub. Tapi, kami juga salah kalau mengizinkan pemain tidak berangkat ke timnas. Tugas kami kan memanggil,” kata Rahim.

Menurut dia, memang dilematis situasi seperti itu. Klub, lanjut dia, mempunyai hak, sedangkan timnas membutuhkan. “Kami tidak bisa memaksa. Kalau memang tidak datang, kami serahkan keputusannya ke PSSI. Harapan kami adalah pemain memenuhi panggilan,” tutur Rahim.

Khusus Djayusman, Rahim menyebut bahwa timnas membutuhkan tenaganya. Sebab, di posisi belakang, skuad Merah Putih tidak bisa memakai tenaga Maman Abdurahman yang terkena akumulasi kartu.

Tanpa Maman, stok untuk center back hanya menyisahkan Charis Yulianto dan Nova Arianto. “Karena itu, kami butuh Djayusman. Dia juga bisa bermain di bek kanan. Nah, di situ kami juga tidak bisa memanggil Ismed Sofyan karena kartu merah,” papar Rahim.

Dalam kesempatan tersebut, Rahim menyampaikan bahwa keberatan juga datang dari Semen Padang. Mereka sangat berat melepas Ahmad Kurniawan dengan alasan stok kiper Semen Padang terbatas.

“Sejauh ini, keberatan resmi yang masuk ke kami datang dari Semen Padang. Tapi, kami belum mengambil keputusan,” ujar Rahim. [fim/diq/jawapos]
[ad#twitter]