Persija Vs Persitara

Persija Vs Persitara

Partai tunda derby klub ibukota Persija Jakarta kontra Persitara Jakarta Utara yang sedianya digelar hari ini akan dilangsungkan pada 20 Januari 2010. Macan kemayoran -julukan Persija- mengincar Stadion Brawijaya, Kediri sebagai venue pengganti.

“Jika di Jakarta tidak dapat izin, kemungkinan besar di Kediri ,” kata Ketua panitia pelaksana (panpel) Persija Wargo Hartoyo saat dihubungi Rabu (23/12/2009).

Dia mengatakan, panpel mengincar markas Persik Kediri, Stadion Brawijaya, sebagai venue bila garansi izin tetap beku. Pilihan tersebut lantaran stadion lain yang dibidik, Stadion Singaperbangsa, Karawang, misalnya, tak bisa digunakan karena padatnya agenda.

Selain itu jelas Wargo, Kediri dinilai sebagai tempat yang dapat menjaga netralistas duel dua klub ibukota tersebut. Meski demikian jelas dia, pihaknya akan terus berupaya gelar derby ibukota yang sedianya digelar pada Rabu (23/12) tetap digelar di Jakarta. “Kami terus negosiasi dengan pihak kepolisian,” katanya.

Sementara itu Chief Executive Officer (CEO) PT Liga Indonesia (LI) Joko Driyono mengungkapkan, Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) diminta turun tangan mengatasi kisruh internal yang melanda Persija, Jakarta .Jika dibiarkan, dikhawatirkan mengganggu performa tim Macan Kemayoran secara keseluruhan. “Terkait hal itu, kita sudah kirim surat ke PSSI,” katanya.

Dia mengatakan, penanganan badai kisruh yang menghinggap di tubuh Persija merupakan wewenang PSSI. Sementara LI, selaku otoritas yang menangani pertandingan klub-klub LI tidak berhak mencampuri persoalan internal tersebut. “Kita tidak berhak justifikasi tentang hal itu, yang berwenang PSSI,” kata Joko.

Menurut Joko, langkah cepat penanganan PSSI sangat penting mengingat saling klaim kepengurusan kedua kubu Persija belum menemui titik terang. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan mengganggu penampilan tim Macan Kemayoran secara keseluruhan.

Kekhawatiran LI cukup beralasan. Pasalnya, kedua kubu yang terlibat konflik yaitu Ketua Umum Persija Toni Tobias dan kubu Bambang cs saling berebut kue panitia pelaksana (panpel) pertandingan. Kubu Bambang mengklaim penggantian panpel akan dilakukan saat Macan Kemayoran menjamu Persela Lamongan, Minggu (27/12/2009). Namun kubu Toni menolak keras. Toni juga menilai Bambang cs melakukan penggelapan uang Persija senilai Rp620 juta.

Toni juga beranggapan, Rapat Umum Luar Biasa (RULB) Senin lalu (14/12) yang melengserkan Toni dari posisinya dinilai tidak sah. Toni mempertanyakan digelarnya RULB karena tidak memiliki dasar hukum yang jelas. “Dasar dia menggelar RULB apa? Mereka tahu cara berorganisasi tidak? Itu tidak sah,” tanya Toni.

Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya akan membawa persoalan ini ke jalur hukum. “Kita sedang kumpulkan dan verifikasi data-data, kalau sudah lengkap dalam pekan ini segera kita laporkan ke pihak yang berwenang,” kata Toni.

Terpisah Direktur Keuangan dan Pengembangan PT Persija Jaya Sony Sumarsono membantah dugaan penggelapan uang Persija yang dialamatkan ke kubunya. “Kita tidak pernah melakukan penggelapan itu,” katanya.

Sementara pada Selasa (22/12/2009), tim formatur Persija Biner Tobing bersama enam formatur lainnya yakni Sonny Soemarsono, Bambang Sutjipto, Lingga atau Azar Lubis, melaporkan hasil (RULB) Persija kepada Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI Nugraha Besoes. Tobias yang diundang dalam kapasitas sebagai ketua PSAL tidak hadir tanpa alasan yang jelas. [whisnu bagus/sindo]

[ad#twitter]