Wayne Rooney

Wayne Rooney

Manchester United berpeluang menggusur Chelsea dari puncak klasemen setelah membukukan kemenangan 3-0 atas Wolverhampton Wanderers, dalam duel lanjutan Premier League, di Old Trafford, Selasa (15/12/2009). Meski MU masih berada di posisi kedua, namun mereka telah menyamai koleksi poin Chelsea. Keduanya hanya dipisahkan selisih empat gol.

MU seharusnya menjadikan laga ini sebagai momen untuk menggulingkan Chelsea. Sayangnya, pada laga sebelumnya, MU kalah 0-1 dari Aston Villa. Kebetulan, saat itu, Chelsea juga tertahan 3-3 oleh Everton, sehingga jarak pun menipis menjadi tiga poin.

Melihat takhta berada dalam jangkauan, MU berpantang membuang kesempatan menang atas Wolverhampton. Memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah, MU nyaris tak kesulitan menunjukkan superioritas mereka atas tim promosi itu.

Bagaimana tidak, dalam empat menit pertama saja, MU berhasil menciptakan dua peluang emas melalui Darron Gibson dan Wayne Rooney. Sayangnya, sepakan keduanya meluncur tepat ke arah kiper Marcus Hahnemann, yang dengan mudah mengantisipasinya.

Tak mau kehilangan momen, MU melanjutkan aksi intimidasinya terhadap tim tamu. Namun, seperti senjata makan tuan, tekanan MU membuat Wolverhampton bertahan sehingga MU malah kesulitan sendiri menemukan celah mencetak gol.

Kebuntuan akhirnya pecah ketika MU mendapat hadiah penalti di menit ke-30, menyusul handsball yang dilakukan Ronald Zubar. Rooney yang dipercaya mengeksekusi bola, berhasil menyarangkan bola di sudut kanan atas gawang.

Selanjutnya, MU sama sekali tak memberi peluang musuh keluar menyerang. Dengan umpan-umpan akurat, MU menguasai semua sisi lapangan.

Keunggulan MU membuat Wolverhampton kehilangan daya. Untuk sekadar memangkas alur serangan, mereka terpaksa membuang bola sekenanya atau melakukan pelanggaran. Namun, hal itu malah dimanfaatkan MU untuk mendapat keuntungan dari bola mati.

Pada menit ke-43, misalnya, MU mendapat kesempatan sepak pojok, setelah George Elokobi membuang bola. Gibson yang dipercaya melakukan eksekusi, mengirim bola ke tengah kotak penalti. Bola kemudian ditanduk Nemanja Vidic ke sudut kiri bawah gawang Wolverhampton.

Setelah menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0, MU mencoba mempertahankan dominasinya di babak kedua. Masih tanpa banyak kesulitan, mereka bisa mendikte permainan lawan. Namun, untuk mendapat tambahan gol, MU harus bekerja keras untuk menguak pagar betis Wolverhampton.
Akhirnya, setelah menunggu hingga menit ke-66, Antonio Valencia mempersembahkan gol ketiga untuk MU. Memanfaatkan umpan Dimitar Berbatov, Valencia mengirim bola masuk ke sudut kiri atas gawang Wolverhampton.

Melihat masih ada waktu, MU terus mencari jalan mencetak gol-gol berikutnya. Di tengah usaha itu, MU malah dikejutkan oleh serangan Wolverhampton, yang nyaris membobol gawang Tomasz Kuszczak di menit ke-86. Untung saja, Kuszczak masih cukup awas dan sigap mengantisipasi tembakan yang dilepas gelandang Wolverhampton, Andrew Surman.

Keberhasilan Surman mendongkrak semangat Wolverhampton. Setelah mengatasi serbuan MU di menit ke-87, Wolverhampton kembali sukses menyelipkan ancaman gol melalui Surman di masa injury time.  Lagi-lagi, usaha Wolverhampton ini bisa diatasi Kuszczak.

MU sempat berniat mengusahakan satu gol lagi. Namun, belum sempat menciptakan peluang, wasit Steve Bennett keburu membunyikan peluit panjang. MU pun terpaksa puas menyudahi dominasi mereka dengan torehan tiga gol saja.

Sepanjang pertandingan, MU tercatat memiliki penguasaan bola sebesar 60 persen dan berhasil melepaskan sepuluh tembakan tepat ke gawang dari 18 usaha. Sementara itu, Wolverhampton tak mampu sekalipun membuat tembakan tepat ke gawang dari lima kali usahanya. (*)

Susunan pemain:
MU:
Kuszczak; Vidic (Fletcher 60), Carrick, Evra, De Laet; Scholes, Gibson, Obertan (Welbeck 71), Valencia; Berbatov, Rooney (Owen 76)
Wolverhampton: Hahnemann; Elokobi, Mancienne, Hill, Zubar; Foley, Surman, Castillo, Friend (Jarvis 61), Halford (Jones 76); Maierhofer (Iwelumo 54)
[ad#twitter]