Oleh Ongston Bhearto

“Nonton Newcastle United sekarang tuh sama kaya kita jenguk orang yang udah kritis di ICU” ujar seorang teman Indo Toon Army, grup suporter Newcastle United di Indonesia.

Tidak ada yang tidak setuju tentang pernyataan diatas itu.

Kekalahan 3-1 melawan Arsenal minggu lalu mungkin sudah menjadi suatu puncak kegalauan hati para suporter The Magpies. Bayangkan, 17 pertandingan, hanya 3 kemenangan dan total 15 poin yang bisa kita raih. Ditambah lagi oleh kemenangan Portsmouth melawan Everton yang membuat status tim kebanggaan kita berubah dari ‘Mencoba bertahan di luar zona degradasi’ menjadi ‘Mencoba keluar dari zona degradasi’.

Sudah tidak ada lagi foto bareng dan ketawa-ketawa seperti biasanya setelah nobar, dan hanya terlihat sedikit senyum dari wajah anak-anak Indo Toon Army waktu itu, mungkin sekedar menghibur dan meyakinkan diri bahwa masih ada 8 pertandingan yang tersisa untuk memutar balikkan keadaan.

Semua hanya bisa terdiam dan lesu, beberapa teman sudah pasrah untuk semua hinaan yang diterima di kantor ataupun di kampus esok harinya. Saya sendiri hanya bisa terus meneguk gelas-gelas bir yang ada diatas meja, mencoba menenggelamkan kesedihan ditemani dengan sebatang rokok kretek di tangan.

Tidak rela melihat Sunderland, tim yang selalu menjadi bulan-bulanan Newcastle United menjadi satu-satunya tim timur laut yang ada di divisi utama, tidak bisa nobar lagi, ataupun malu melihat tim kecintaannya tidak lagi bertarung di divisi utama merupakan beberapa dari banyak alasan kenapa kita tidak mau menerima kenyataan bahwa kita tidak terlalu baik untuk degradasi.
Tapi kekecewaan dan kemarahan ini membuktikan kalau kita bukanlah sekelompok Glory Hunters, membuktikan kalau kita tetap peduli.

Sebuah tim sepakbola akan terus bertahan hidup jika tim itu masih tetap ada pendukungnya.
Kritis mungkin situasi kita saat ini, tapi Newcastle United takkan pernah mati. Karena satu bagian diri saya akan terus tetap hitam dan putih.

Seperti mengutip Bill Shankly “Some people think football is a matter of life and death. I assure you, it’s much more serious than that”

nb: Mungkin saja dengan bermain di liga Championship, kita bisa meraih lebih banyak kemenangan dan mungkin kita bisa meraih piala juara liga untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun terakhir.😉
[ad#twitter]