Sea games laos

Sea games laos

Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng dan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, sama-sama mengemukakan harapannya agar para pemain timnas Indonesia tampil all-out saatmenghadapi Myanmar di laga pamungkas babak penyisihan grup B sepakbola SEA Games XXV-Laos.

“Sampaikan salam saya kepada para pemain, tetaplah fight untuk pertandingan besok,” ungkap Andi Alfian Malarangeng, Rabu (9/12) sore.

Saat menengok para atlet Indonesia yang bermukim di Perkampungan Atlet SEA Games XXV, Rabu pagi, Menegpora yang disertai chef de mission kontingen Indonesia Alex Noerdin tidak sempat menemui para pemain timnas U-23 Indonesia yang secara besamaan tengah berlatih di Army Stadium, Vientiane.

Andi Malarangeng kemudian bertemu dengan manajer timmas Indonesia Andi Darussalam Tabusala di hotel Novotel, menjelang keberangkatannya ke acara pembukaan SEA Games XXV di Stadion Utama, National Sport Complex, Vientiane. Kedua “Andi” itu sempat bercakap-cakap sejenak.
“Menegpora ternyata mengikuti peerkembangan timnas Indonesia di SEA Games XXV ini. Beliau memang merasa prihatin dengan penampilan timnas kita di SEA Games ini. Kendati demikian, Menegpora tetap menyatakan apresiasinya dan mengharapkan para pemain besok tampil dengan fighting-spirit tinggi,” ujar Andi Darussalam Tabusalla.

Keprihatinan akan penampilan timnas Indonesia di SEA Games XXV harus diakui sudah menjadi “kekecewaan nasional”. Ketua Umum PSSI Nurdin Halid juga menegaskan, sebagaimana perasaan ratusan juta pecinta sepakbola nasional, dia sampai tak habis pikir bagaimana timnas Indonesia bisa kalah 0-2 dari Laos pada laga keduanya di penyisihan grup B kontes sepakbola SEA Games XXV Laos ini.

“Ini sudah sangat di luar logika. Laos yang dulu tak pernah bisa menang dari kita, sekarang sudah bisa mempermalukan kita,” tegas Nurdin Halid, yang Rabu sore menerima laporan resmi dari manajer tim Andi Darussala Tabusalla dan asisten manaer Chandra Solehan.

Dari perbincangannya dengan Andi Darussalam dan Chandra Siolehan, Nurdin Halid kemudian meminta agar pers ikut mengkritisi timnas dan bersikap obyektif.

“Sedih saya, mengapa setiap saat kita mendengar timnas kalah terus. Saya sendiri sampai tak bisa tidur,” jelasnya.

Mengenai kekalahan timnas Indonesia dari Laos, Nurdin Halid meminta pers secara obyektif menganalisis perkembangan yang dialami timnas Laos, sementara timnas Indonesia stag. Dia mendengar bahwa timnas Laos yang diterjunkan di SEA Games XXV ini materi pemainya sebagian besar berasal dari tim Laos yang diterjunkan pada Kejuaraan U-17 ASEAN tahun 2005 di Palembang, Sumsel.

“Sementara timnas U-23 Indonesia ini baru beberapa bulan dilatih. Proses perekrutan mereka memang sudah berjalan sejak lima bulan lalu, namun secara efektif pelatihannya baru berlangsung lebih kurang dua bulan. Yang lama itu proses seleksinya,” jelas Ketua Umum PSSI itu.

Menyangkut penampilan timnas Indonesia melawan Myanmar besok, Nurdin Halid mengharapkan agar para pemain tidak memikirkan hal lain kecuali merebut kemenangan.

“Jangan pikirkan hasil pertandingan antara Laos dengan Singapura, yang penting bagaimana kita bermain baik dan merebut kemenangan,” tegasnya.

Partai Indonesia dengan Myanmar akan digelar mulai pukul 15.00 WIB, sementara Laos dengan Singapura dilangsungkan mulai 17.45 WIB. Laos dan Singapura diatas kertas sudah meloloskan diri kje semifinal dengan hanya bermain seri saja. Sementara, timnas Indonesia membutuhkan kemenangan untuk lolos ke semifinal, ditambah lagi Laos bisa mengalahkan Singapura pada pertandingan kedua.

Jika Singapura kalah, maka antara Indonesia dan Singapura akan diperhitungkan goal-advantag-nya. Sebaliknya, jika Laos kalah, maka peluang Indonesia ke semifinal terkubur. Sebab berdasarkan sistem head-to-head, keuntungan berpihak pada Laos.Ini karena Indonesia dikalahkan Laos pada pertandingan sebelumnya.

Kubu Indonesia sudah meminta secara lisan kepada panitia penyelenggara pertandinghan sepakbola SEA Games XXV ini agar dua laga terakhir penyisihan grup B ini bisa digelar bersamaan di dua stadion. Pergelaran pertandingan secara bersamaan itu sekaligus memungkinkan kedua tim bermain mata, misalnya bermain imbang saja. Namun, permintaan lisan kubu Indonesia ini diabaikan.

“Ya kita mau bilang apa, sebagai tua rumah mereka punya keuntungan tersendiri,” jelas Andi Darussalam.

[ad#twitter]