liga champions asia

liga champions asia

Persipura Jayapura bakal menempuh perjalanan terjal di Liga Champions Asia (LCA) setelah masuk ’’grup maut’’ pada drawing kemarin. Mutiara Hitam pun memilih bersikap realistis.

Hasil drawing LCA pada Senin (7/12) menempatkan Mutiara Hitam di Grup F bersama Kashima Antlers (Jepang), Jeonbuk FC (Korea Selatan), serta Changchun Yatai (China). Kashima merupakan juara Liga Jepang (J-League) 2009. Sementara Jeonbuk adalah juara LCA pada musim 2006, setelah menang agregat 3-2 atas Al- Karamah (Kuwait). Greens –– julukan Jeonbuk–– juga pemegang gelar juara Liga Korea Selatan (KLeague) 2009. Lalu, Changchun datang membawa sejarah juara Liga Super China 2007.

Pelatih Persipura Jacksen F Tiago mengaku tidak terkejut dengan hasil drawing. Sebab, Mutiara Hitam tergabung di Asia Timur bersama klub-klub unggulan dari Jepang, Korea Selatan, China, juga Australia. ”Kami tidak memiliki banyak pilihan. Lawan kami pasti berat dan juara di liga masing-masing negaranya. Sejak awal kami sudah tahu kondisi itu. Mereka itu sangat kuat. Kondisi ini bukan hal baru,” ungkapnya kemarin.

Pada LCA musim lalu Sriwijaya FC (SFC) harus bersaing dengan Gamba Osaka (Jepang), FC Seoul (Korea Selatan), dan Shandong Luneng (China) di Grup F. Klub berjuluk Laskar Wong Kito tersebut pun finis di kerak grup dengan nilai tiga dari enam laga. Tiga angka diraih saat menekuk Shandong dengan skor 4-2 di kandang.

Musim ini Charis Yulianto dkk harus melalui fase playoff kontra Armed Forces (Singapura). Mereka pun berpeluang bertemu lagi Gamba di Grup G bila menaklukkan pemenang antara Da Nang (Vietnam) atau Muangthong (Thailand) di final playoff.

”Kami sementara memilih fokus di Liga Super. Kami masih kesulitan memetakan lawan karena memasuki masa istirahat. Mereka pasti akan membangun kekuatan baru. Artinya, ada potensi mengalami perubahan materi. Kami juga akan melakukan evaluasi sebelum melakukan perubahan, tapi itu nanti. Kami tidak ingin ada polemik internal karena adanya rencana penambahan pemain,” tambah Jacksen.

Nasib berbeda dialami Persiwa Wamena yang bersaing di Piala AFC 2009. Klub berjuluk Badai Pegunungan Tengah tersebut harus menghadapi South China (Hong Kong), VB FC (Maladewa), serta klub yang tereliminasi dari playoff LCA. Musim lalu PSMS Medan sukses menembus babak 16 besar sebelum dikandaskan Chonburi FC (Thailand) dengan skor telak 0-4.

’’Kami bisa bersaing dengan mereka dan yakin sukses. Kami memang buta kekuatan lawan, tapi persiapan matang akan dilakukan. Penambahan lima pemain akan dilakukan, termasuk satu bek asing Asia,” papar Pelatih Persiwa Zaenal Abidin.

Sementara itu, Liga memberi kesempatan penambahan amunisi bagi Persipura, Persiwa, serta SFC sebelum registrasi. Laskar Wong Kito boleh menambah pemain sebelum Rabu (30/12), sedangkan duo Papua maksimal 23 Januari 2010. Mereka bertiga juga mendapat interval istirahat per laga tiga sampai tujuh hari pada putaran kedua Liga Super. CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono mengungkapkan, klub yang bermain di level Asia akan mendapatkan tambahan durasi transfer window sampai Maret 2010.

”SFC harus bersiap karena mulai bermain 30 atau 31 Januari 2010. Kalau lolos, mereka akan bermain lagi pada 6 Februari. Otomatis jadwal mereka semua akan padat dan kami harap tidak ada keluhan. Simulasi jadwal putaran kedua sudah dilakukan. Untuk jeda kompetisi, di luar tiga klub itu memiliki waktu transfer window sampai 14 Februari,” pungkasnya. [wahyu argia/sindo]
[ad#twitter]