Sea games laos

Sea games laos

Ujian berat akan dihadapi tim nasional (timnas) Indonesia saat menghadapi tuan rumah Laos pada laga kedua babak penyisihan Grup B SEA Games XXV-2009 Laos Pada laga yang akan digelar di Stadion Chao Anu-vong, Vientiane, Senin (7/12) sore tim ‘Merah Putih’ tidak hanya akan menghadapi motivasi tinggi para pemain Laos, tetapi juga akan melawan intimidasi suporter tuan rumah. Apalagi, stadion tempat pertandingan ini sangat kecil dan hanya mampu menampung penonton kurang lebih 5000 orang.

Manajer Timnas SEA Games Andi Darussalam Tabusalla saat ditemui usai mendampingi latihan tim di Army Stadium, Vientiane, Minggu (6/12) pagi, mengatakan tekanan penonton itu pasti akan luar biasa. Tetapi pihaknya sudah mengantisipasi kemungkinan itu. Bahkan para pemain pun juga sadar mental mereka bakal diuji pada laga ini.

“Tekanan itu pasti luar biasa karena kami akan menghadapi tuan rumah. Saya telah berbicara kepada semua pemain dan meminta mereka untuk bisa mengatasi semua itu dengan bermain indah, sportif, dan bisa meraih hasil maksimal. Insya Allah, kami akan berbuat semaksimal mungkin, agar bisa melalui laga kedua ini dengan baik. Tentunya kemenangan adalah target utama kami, karena hanya dengan itu, peluang ke semifinal akan lebih terbuka,” ujar Salam, panggilan karib Andi Darussalam Tabusalla.

Menurutnya, secara umum timnas SEA Games berada dalam kondisi kondusif menyusul hasil imbang 2-2 dengan Singapura pada laga perdana. Ia berharap keadaan itu akan berlanjut di lapangan sehingga Toni Sucipto dkk bisa tampil maksimal dan lebih baik lagi.

“Sekali lagi kami meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar sore nanti kami bisa keluar sebagai pemenang,” tegas Salam.

Seharian kemarin, trio pelatih timnas SEA Games Alberto Bica, Gabriel Anon, dan Francisco Morales hanya memberikan latihan ringan pada dua sesi latihan pagi dan sore. Pagi berlatih di Army Stadium, sementara sore harinya di Stadion Chao Anu-vong, tempat pertandingan melawan Laos.

Kondisi Stadion Chao Anu-vong jaub berbeda dengan Stadion Utama di National Sport Complex yang menjadi tempat pertandingan dengan Singapura, Jumat lalu. Stadion Chao Anu-vong ini lebih mirip Stadion Soemantri Brodjonegoro. Jarak antara sisi lapangan dengan penonton bahkan cukup dekat, meski pun tetap dibatasi trek atau lintasan atletik.

“Keangkeran” Stadion Chao Anu-vong karena pastinya akan dipadati suporter tim tuan rumah, tak bisa dipungkiri memang sempat menggentarkan ofisial tim Indonesia. “Anda harus bermain dengan hati. Kami akan menjadi teror penonton ini sebagai hal positif untuk meningkatkan motivasi pemain,” ujar Alberto Bica.

Bica juga menyatakan bahwa seluruh pemainnya sama-sama siap tempur dan siap dimainkan menghadapi Laos. “Anda lihat sendiri, mereka semua siap, mereka juga sangat bergairah. Ini akan menjadi modal positif bagi kami untuk bisa memenangkan pertandingan besok,” tegas Bica, yang diterjemahakan Anon.

Disinggung tentang kemungkinan dia akan melakukan perubahan dalam daftar susunan pemain untuk menghadapi Laos, Bica dengan tegas mengatakan tidak suka melakukan perubahan dari tim yang sudah bermain cukup bagus.

Dalam pandangan Bica, dibandingkan dengan Singapura, kekuatan Laos mau pun Myanmar masih sedikit dibawah. Kendati begitu, saat memasuki lapangan pertandingan, kesan itu sangat mungkin bisa berubah. “Itu semua kembali pada bagaimana para pemain mampu menunjukkan kemampuannya dengan maksimal. Kalau mereka tidak bisa bermain optimal, para pemain Laos justru bisa menunjukkan kemampuannya di atas Singapura,” tegasnya.(***)

Prakiraan Pemain Indonesia:

Kiper: Franky Irawan, Belakang: Rahmat Latif, Djayusman Triasdi, Rendy, Elvis Nelson, Stevie Bonsapia, Toni Sucipto, Egi Melgiansyah, Sultan Samma’, Boaz Solossa, Engel Bert.
[ad#twitter]