Derby ibukota

Derby ibukota

Gelandang AS Roma, Marco Cassetti, mencetak gol yang mengantar timnya menang 1-0 atas Lazio dalam duel lanjutan Serie-A, di Olimpico, Minggu (6/12). Dengan 24 poin, AS Roma naik empat tingkat ke peringkat keenam.

Seperti biasa, Derbi Roma selalu panas sejak awal pertandingan. Dalam tiga menit pertama saja, sambil diwarnai pelanggaran-pelanggaran kecil, kedua kubu sudah saling menebar ancaman ke gawang lawan.

Di menit pertama, misalnya, Lazio nyaris unggul melalui Christian Brocchi. Untung bagi Roma, sepakannya bisa diamankan kiper Julio Sergio. Dua menit berikutnya, giliran Roma menebar ancaman melalui Daniele De Rossi. Sayang, tandukannya melenceng tipis ke sisi kiri gawang Lazio.

Kedua kubu belum lagi memberi ancaman serius ke gawang lawan, ketika wasit menghentikan pertandingan di menit ke-15 akibat terjadinya keributan antara pendukung di salah satu tribun stadion. Pertandingan sempat terhenti sekitar lima menit.

Begitu permainan dilanjutkan kembali, Roma berusaha meningkatkan tempo permainan dengan permainan sayap dan umpan pendek. Meski tidak instan, taktik ini membuat Roma merusak fokus lini tengah dan belakang Lazio, sehingga bisa menyelipkan serangan.

Pada menit ke-27, misalnya, memanfaatkan kesalahan kontrol bola gelandang Lazio, Stephan Lichtsteiner, John Arne Riise melepaskan tembakan ke tengah atas gawang Lazio. Sayang, sepakannya melambung di atas mistar gawang.

Dua menit berikutnya, Fransesco Totti memimpin serangan di jantung pertahanan Lazio. Tak menemukan ruang tembak, Totti mencoba mengumpan bola kepada David Pizarro. Sayang, umpan itu bisa dipotong Stefan Radu.

Sementara pemain Roma masih bergerombol di wilayah pertahanan lawan, Lazio mengambil kesempatan ini untuk melakukan serangan balik. Serangan cepat ini berujung sebuah tembakan tepat ke sudut kanan atas gawang Roma dari kaki Francesco Matuzalem. Namun, Sergio masih sigap membuang bola.

Alotnya pertandingan membuat kedua kubu bermain semakin ngotot. Untuk sekadar merebut bola, para pemain tak ragu mengganjal lawan dengan keras. Pada menit ke-36, misalnya, Philippe Mexes mendapat kartu kuning usai menjegal laju Mauro Zarate.

Ini merupakan kartu kuning ketiga yang, sejauh ini, dikeluarkan wasit Nicola Rizzoli. Sebelumnya, Rizzoli memberikan kartu kuning kepada Jeremy Menez (22) dan Guglielmo Stendardo (33).

Namun, permainan keras dan kasar yang diperagakan kedua kubu sama sekali tak memperbesar peluang masing-masing membobol gawang lawan. Sebaliknya, ada lebih banyak waktu terbuang karena seringnya pelanggaran terjadi. Roma dan Lazio pun harus puas melihat angka 0-0 di papan skor saat peluit turun minum berbunyi.

Selama babak pertama, Roma tercatat mendapatkan 44 persen penguasaan bola dan tidak sekalipun berhasil melepaskan tembakan tepat ke gawang dari tiga kali usaha. Mereka juga melakukan sembilan pelanggaran di mana dua di antaranya membuahkan kartu kuning.

Sementara itu, Lazio yang memiliki penguasaan bola lebih baik, hanya mampu membuat satu peluang emas dari empat usaha. Tercatat, mereka melakukan 13 kesalahan, di mana dua di antaranya membuahkan kartu kuning.

Memasuki babak kedua, permainan kembali berlangsung panas dan ketat. Namun, di tengah sempitnya ruang gerak, Marco Cassetti nyaris memberikan keunggulan bagi Roma di menit ke-54. Sayang, tendangan kerasnya melambung di atas mistar gawang.

Lazio membalas ancaman itu dengan sebuah serangan balik. Melalui Zarate dan Mauri, Lazio mendapat dua peluang emas yang gagal membuahkan gol melalui Zarate dan Mauri. Setelah tembakan Zarate membentur tiang kiri Roma, bola memantul dan disambut tembakan keras Mauri. Sayang, bola masih bisa ditepis Sergio.

AS Roma baru bisa memberi ancaman balasan melalui Simone Perrotta di menit ke-67. Memanfaatkan umpan Mirko Vucinic, Perrotta menanduk bola ke tengah atas gawang, yang masih bisa ditepis Fernando Muslera.

Ancaman itu direspons Lazio dengan melakukan serangan cepat. Sayang, meski berhasil mengurung wilayah pertahanan Roma, Lazio kesulitan menemukan celah serangan. Rapatnya pagar betis Roma di sekitar kotak penalti membuat umpan-umpan silang Lazio mudah kandas.

Lazio belum lagi menemukan metode membongkar pertahanan lawan, ketika AS Roma berhasil melancarkan sebuah serangan balik yang berujung gol dari Cassetti di menit ke-77. Memanfaatkan umpan Vucinic, Cassetti melesakkan bola ke sudut kanan bawah gawang Muslera.

Tak mau kehilangan momen, Roma berusaha mempertahankan tempo dan tensi permainan mereka. Hasilnya, di menit ke-85, Riise nyaris menggandakan keunggulan Roma. Sayang, tendangan volinya, yang memanfaatkan umpan Fransesco Totti, bisa ditepis Muslera.

Di tengah dominasinya, Roma malah mendapatkan bencana kartu kuning kedua yang menimpan David Pizarro, menyusul pelanggarannya kepada Pasquale Fogia di menit ke-86. Hal ini memaksa Roma menurunkan tensi serangan dan fokus bertahan.

Betul saja, melihat Roma semakin lemah, Lazio kembali ngotot menyerang. Namun, Roma yang tak mau kehilangan keunggulan berhasil memangkas gempuran Lazio dan mempertahankan keunggulan 1-0 hingga laga berakhir.

Sepanjang 90 menit pertandingan tercatat, AS Roma memiliki penguasaan bola 49 persen dan berhasil menciptakan enam tembakan tepat ke gawang dari 12 usaha. Selain itu, Roma juga membukukan 24 pelanggaran, termasuk tiga kartu kuning dan satu kartu merah.

Sementara itu, Lazio hanya mampu menciptakan tiga peluang emas dari 15 percobaan. Selain itu, mereka juga membukukan 22 kesalahan, termasuk tiga kartu kuning.

Susunan pemain:
Roma: Sergio; Juan, Mexes (Cassetti 44), Riise, Burdisso; Pizarro, De Rossi, Vucinic (Taddei 89), Perrotta; Menez (Brighi 46); Totti
Lazio: Muslera; Stendardo, Radu, Diakite; Mauri (Rocchi 82), Brocchi, Baronio (Dabo 88), Kolarov, Lichsteiner; Zarate; Matuzalem (Foggia 46)
[ad#twitter]