Persis solo

Persis solo

From Pasoepati.net
Perjuangan anak-anak muda Persis Solo yang ditunjukkan dengan permainan apik pada dua laga melawan Persikota dan Persikad tempo hari rupannya membuat kalangan dewan wakil rakyat kota solo trenyuh dan tergerak hatinya untuk memperhatikan kesejahteraan para pemain bond kebanggaan warga surakarta ini.

Ketua DPRD kota solo Y.F Sukasno ketika bertemu redaksi kemarin berjanji akan mengupayakan anggaran dana APBD untuk Persis pada musim kompetisi tahun depan.

Ketika didesak redaksi mengapa harus menunggu tahun depan, wakil rakyat dari sebuah partai berlambang banteng ini menyatakan bahwa untuk musim ini memang pihaknya tidak bisa mengucurkan dana APBD dikarenakan terbentur aturan yang berlaku.

“ Persis harus menunggu musim depan apabila ingin menggunakan lagi dana APBD ” kata Sukasno. Meski dana APBD untuk musim tidak bisa dinikmati Persis, Sukasno berharap para pengusaha sukses disolo dapat bahu membahu memberikan dana untuk kelangsungan hidup klub yang berdiri sejak tahun 1923 ini.

Lebih lanjut Sukasno menyatakan bahwa sepakbola adalah olahraga nomor satu yang banyak digandrungi masyarakat, dengan sepakbola, dalam hal ini Persis Solo, dapat digunakan sebagai sarana mempromosikan serta mengharumkan nama kota solo.

Pengurus Transparan

Rubhan RuzziyatnoSementara itu pengurus Persis Solo menempati janjinya beberapa waktu lalu untuk transparan dengan pengelolaan dana. Seperti yang dijanjikan ketika beraudensi dengan Pasoepati dirumah dinas wakil walikota solo pada 2 november 2009, pengurus kemarin secara gamblang membeber besarnya pendapatan dari hasil penjualan tiket dua laga kandang serta pengalokasiannya berikut sisa yang masih ada di Kas Persis Solo.

Sekertaris Umum Persis Rubhan Ruzziyatno kemarin menyatakan bahwa pada dua laga home tersebut, Panpel mampu meraup Rp. 230.000.000 dari penjualan tiket, dari hasil tersebut direncanakan sebesar Rp. 14.500.000 akan digunakan untuk honor dan bonus bagi pemain. Sisanya sebanyak Rp. 215.000.000 akan digunakan sebagai dana cadangan untuk melawat ke dafonsoro-papua.

Seperti yang kita ketahui bersama, selama tiga bulan diawal kompetisi ini memang pemain Persis hanya mendapatkan semacam honor atas jerih payahnya dalam membela klub. Rencananya setelah tiga bulan tersebut pemain baru bisa mendapatkan gaji layaknya pemain profesional, itupun dengan catatan Persis bisa mendapatkan sponsor serta pendapatan dari tiket bisa dimaksimalkan.at kota solo trenyuh dan tergerak hatinya untuk memperhatikan kesejahteraan para pemain bond kebanggaan warga surakarta ini.

Ketua DPRD kota solo Y.F Sukasno ketika bertemu redaksi kemarin berjanji akan mengupayakan anggaran dana APBD untuk Persis pada musim kompetisi tahun depan.

Ketika didesak redaksi mengapa harus menunggu tahun depan, wakil rakyat dari sebuah partai berlambang banteng ini menyatakan bahwa untuk musim ini memang pihaknya tidak bisa mengucurkan dana APBD dikarenakan terbentur aturan yang berlaku.

“ Persis harus menunggu musim depan apabila ingin menggunakan lagi dana APBD ” kata Sukasno. Meski dana APBD untuk musim tidak bisa dinikmati Persis, Sukasno berharap para pengusaha sukses disolo dapat bahu membahu memberikan dana untuk kelangsungan hidup klub yang berdiri sejak tahun 1923 ini.

Lebih lanjut Sukasno menyatakan bahwa sepakbola adalah olahraga nomor satu yang banyak digandrungi masyarakat, dengan sepakbola, dalam hal ini Persis Solo, dapat digunakan sebagai sarana mempromosikan serta mengharumkan nama kota solo.

Pengurus Transparan

Sementara itu pengurus Persis Solo menempati janjinya beberapa waktu lalu untuk transparan dengan pengelolaan dana. Seperti yang dijanjikan ketika beraudensi dengan Pasoepati dirumah dinas wakil walikota solo pada 2 november 2009, pengurus kemarin secara gamblang membeber besarnya pendapatan dari hasil penjualan tiket dua laga kandang serta pengalokasiannya berikut sisa yang masih ada di Kas Persis Solo.

Sekertaris Umum Persis Rubhan Ruzziyatno kemarin menyatakan bahwa pada dua laga home tersebut, Panpel mampu meraup Rp. 230.000.000 dari penjualan tiket, dari hasil tersebut direncanakan sebesar Rp. 14.500.000 akan digunakan untuk honor dan bonus bagi pemain. Sisanya sebanyak Rp. 215.000.000 akan digunakan sebagai dana cadangan untuk melawat ke dafonsoro-papua.

Seperti yang kita ketahui bersama, selama tiga bulan diawal kompetisi ini memang pemain Persis hanya mendapatkan semacam honor atas jerih payahnya dalam membela klub. Rencananya setelah tiga bulan tersebut pemain baru bisa mendapatkan gaji layaknya pemain profesional, itupun dengan catatan Persis bisa mendapatkan sponsor serta pendapatan dari tiket bisa dimaksimalkan.

[ad#twitter]