Timnas

Tim nasional Indonesia

Tim nasional Indonesia

Timnas Indonesia wajib dievaluasi secara menyeluruh. Perombakan diperlukan untuk mengangkat prestasi Merah Putih di kancah internasional. Langkah yang mutlak dilakukan adalah regenerasi.

Peluang Merah Putih lolos ke putaran final Piala Asia 2011 di Qatar sangat tipis. Kans lolos hanya bisa diraih dengan merebut kemenangan pada dua laga tersisa, versus Australia dan Oman. Tapi, ironisnya, nasib Charis Yulianto dkk juga bergantung pada performa tim lain di Grup B Pra-Piala Asia 2011. Timnas harus berharap Kuwait dan Australia gagal pada dua laga terakhir mereka. Semua itu disebabkan ketidakmampuan timnas merebut poin penuh pada dua laga versus Kuwait. Mereka gagal mempertahankan kemenangan saat sudah unggul satu gol melawan Al Azraq, julukan Kuwait, Sabtu (14/11), sehingga kalah 1-2.Kejadian tersebut terulang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu(18/11), yang hanya berakhir 1-1. Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes mengungkapkan, pemain selalu membuat kesalahan sama dan tidak bisa mengontrol emosi. “Timnas tidak bisa mempertahankan kemenangan. Mereka gagal mengontrol emosi dan pertandingan. Sudah saatnya regenerasi timnas dilakukan,” tandas Nugraha kemarin.

”Beban ke depan sangat berat. Karena itu, tim harus disiapkan mulai sekarang. Bukan hanya berusaha membuka kembali peluang di Piala Asia, tapi mereka juga harus bersaing di Piala AFF 2010. Pemain timnas sekarang hanya bisa bertahan maksimal dua tahun lagi,” tambah Nugraha.

Salah satu cara mewujudkan regenerasi adalah dengan memberikan porsi lebih pemain timnas U- 23 bersama timnas senior. Minimal, separuh amunisi Merah Putih U-23 sudah bisa promosi. ”Untuk Piala AFF mungkin akan memakai pemain U-23. Kondisinya sekarang memang tidak menguntungkan. Timnas juga harus mencari pengganti Ismed Sofyan ketika menghadapi Oman, Januari nanti. Dia tidak bisa main pada laga berikut dan tampaknya tidak perlu disertakan pada persiapan nanti,” lanjutnya.

Namun, bukan hanya pemain, mungkinkah PSSI juga melakukan penggantian pelatih? Badan Tim Nasional (BTN) sebelumnya memang sudah mengisyaratkan akan memakai jasa Pelatih Benny “Bendol” Dollo sampai fase eliminasi Grup B PPA 2011 selesai. Sebab, selama di bawah Bendol, timnas hanya mampu juara di satu ajang, yaitu Piala Kemerdekaan 2008. Lainnya, Merah Putih hanya berstatus runner-up GRMC 2008 Myanmar serta gagal memenuhi target juara Piala AFF pada tahun yang sama.

“Masalah status pelatih timnas senior menjadi kebijakan BTN. PSSI menunggu rekomendasi BTN karena mereka yang lebih tahu. Bagaimana kualitas pelatih dan pemain, lalu rencana ke depan seperti apa. Kami tidak ingin mendahului BTN. PSSI tidak berkomentar dahulu soal kualitas pelatih timnas, bagus atau tidak.Terkait rencana uji coba internasional juga biar BTN yang mengajukan, itu juga kalau dibutuhkan,” tandas Nugraha.

Sementara itu, Bendol mengatakan tim membutuhkan perbaikan faktor emosi. Beberapa contoh jelas adalah sikap Ismed, Maman Abdurahman, serta Ponaryo Astaman di lapangan saat menghadapi Kuwait. Padahal, mereka sudah diingatkan agartak terpancing provokasi lawan.

”Emosi pemain jadi perhatian kami. Kemarin, mereka bermain terlalu menggebu-gebu. Secara permainan sudah bagus. Untuk kontrak timnas? Semua berakhir Januari tahun depan. Saya menyerahkan semuanya kepada PSSI,” tuturnya. Pria yang juga menjabat direktur teknik Persija Jakarta tersebut mengaku evaluasi menyeluruh akan dilakukan paling lambat 28 Desember, termasuk membicarakan rencana training camp (TC).

”Perubahan pemain tergantung hasil evaluasi bersama nanti, termasuk perlunya perbaikan fisik,” tandasnya. [wahyu argia/sindo]