Pra Piala Asia

Indonesia Kuwait

Indonesia Kuwait

Beban berat bakal disandang timnas Indonesia saat menjamu Kuwait pada Grup B Pra-Piala Asia (PPA) 2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) besok.

Merah Putih terancam tersingkir. Merah Putih gagal memenuhi target satu angka setelah kalah 1-2 saat menghadapi Kuwait di Stadion Kuwait Sport Center, Kuwait City, Sabtu (14/11). Harapan empat angka pun pupus. Kalaupun menang atas Kuwait, besok, timnas hanya mengantongi lima angka dari empat laga. Sebelum ditaklukkan Kuwait, timnas terlebih dahulu berbagi angka 0-0, masing-masing dari Oman dan Australia.

Lalu, siapa yang harus disalahkan bila gagal lolos ke putaran final Piala Asia 2011? ’’Pertandingan besok agak tegang. Bagaimanapun, itu satusatunya kesempatan cara lolos ke Piala Asia. Taktik sudah bagus, tapi kalah karena penalti kontroversi. Kondisi pemain lelah karena baru sampai, berbeda dengan Kuwait yang sudah sampai lebih dahulu,’’ ujar Pelatih Timnas Indonesia Benny Dollo, beberapa saat setelah tiba bersama rombongan Merah Putih di Bandara Soekarno-Hatta, pukul 14.30 WIB, kemarin.
[ad#468]

Pertanggungjawaban sebelumnya sudah dilontarkan Bendol yang mengaku siap mundur. Sebab, dua pertandingan sisa kala menghadapi Oman dan dijamu Australia seusai kontra Kuwait dianggap tidak terlalu membantu Charis Yulianto dkk. Di lain pihak, Kuwait jelas tidak akan mengalah. Al Azraq ––julukan Kuwait–– bahkan bertekad membungkam skuad Merah Putih di SUGBK demi memantapkan posisi di klasemen. Pelatih Persebaya Surabaya Danurwindo mengungkapkan, evaluasi timnas harus dilakukan.

’’Semuanya bersalah kalau Indonesia gagal ke Piala Asia 2011. Bagus bila pelatih sudah tegas siap bertanggung jawab, tapi yang penting adalah jalani pertandingan lebih dahulu. Bagaimanapun, besok timnas butuh kemenangan, bukan lagi sekadar hasil seri,’’ ungkapnya. Mantan pelatih timnas pada Piala Asia 1996 tersebut menambahkan, Merah Putih harus lebih agresif saat menjamu Kuwait nanti. Tujuannya agar mendapatkan peluang sebanyak mungkin.

’’Kalau ingin menang, timnas harus berani keluar untuk menyerang. Mereka bermain di depan pendukungnya sehingga harus lebih agresif. Jangan terpaku pada pola karena kuncinya ada pada pemain. Pemain harus berani sering masuk ke pertahanan Kuwait,’’ lanjutnya. Pada tiga laga sebelumnya timnas bermain dengan pola 4-2-3-1. Namun, Merah Putih baru mencetak gol pada pertandingan ketiga. Charis dkk juga masih menjadi satu-satunya tim yang belum pernah menang selama fase eliminasi.

’’Kualitas individu Kuwait memang bagus, meski secara kolektivitas tidak beda jauh dengan timnas. Timnas tidak boleh lengah lagi, meski sudah unggul sekalipun. Kami yakin pemain akan lebih termotivasi lagi, apalagi harapan kemenangan ada pada laga ini,’’ tuturnya. Sementara itu, Pelatih Persiba Balikpapan Daniel Roekito mengatakan, bukan hanya tim, PSSI juga harus bertanggung jawab atas prestasi timnas setahun terakhir ini. Bukan hanya timnas senior, status timnas U-19 di Grup F PPA U-19 2010 sangat memprihatinkan.

’’Ada yang salah dari PSSI, bukan hanya tim. Bukan senior saja, timnas junior juga tersingkir. Mereka kalah besar dari Jepang, meski dua tahun belajar di Uruguay,’’ katanya. Namun, benarkah energi Bendol sebagai pelatih timnas habis setelah mendua dengan menjadi direktur teknik Persija Jakarta? Atau, sejak awal Merah Putihs udah mengalkulasi kemungkinan besar eliminasi dari Piala Asia 2011? Daniel mengatakan, PSSI harus mengambil hikmah dari nasib sama timnas senior dan timnas U- 19.

’’Evaluasi menyeluruh harus dilakukan. Agak rumit sebenarnya membahas status pelatih timnas di Persija, meski sebenarnya bukan problem besar,’’ tandasnya. [wahyu argia/sindo]
[ad#kumpulblogger]
[ad#twitter]