Klub-klub kontestan Divisi Utama tak bisa segera menyusun persiapan tim dan manajemen seefisien mungkin. Itu terkait dengan molornya pembagian grup oleh PT Liga Indonesia (PT LI).

Rencananya, pembagian grup dilakukan Senin (26/10). Namun, regulator kompetisi sepak bola tanah air tersebut menjadwal ulang pembagian grup hingga pekan depan.

“Paling lambat, kami rilis pembagian grup Divisi Utama Senin depan (2/11),” kata Joko Driyono, CEO PT LI, di Jakarta kemarin (27/10).
[ad#kumpulblogger]
Joko beralasan persoalan teknis yang menghambat pembagian grup kompetisi sepak bola kasta kedua tanah air itu. Pihaknya masih menanti kepastian keikutsertaan Persis Solo dan Persigo Gorontalo. Begitu pula persoalan dualisme Persikad Depok yang belum juga kelar.

Kuota ideal Divisi Utama berjumlah 36 klub. Sebelumnya, PS Banyuasin yang secara geografis berada di wilayah barat dan Persibom Boloang Mongondow di wilayah timur mundur dengan alasan tak memiliki dana.

Nah, jika Persis yang secara geografis berada di tengah juga mundur, bisa saja grup wilayah tengah tinggal dihuni 11 klub. Jumlah peserta di grup timur bisa tinggal 10 klub, jika Persigi benar-benar mundur. Dengan begitu, sistem promosi degradasi bakal terimbas.

“Tapi, kami tidak memiliki hak untuk memutus Persis Solo hanya karena klub tidak mendaftarkan pemain,” ujar Joko. Karena itu, PT LI memilih berkirim surat untuk menanyakan status Persis dan diberi tenggat seminggu sejak Senin lalu untuk memberikan jawaban.

“Di grup barat sudah aman dengan 11 klub. Tapi, di grup tengah dan timur belum bisa ditentukan sampai saat ini,” terang pria asal Ngawi tersebut.
[ad#kumpulblogger]
Sementara itu, Sihar Sitorus, manajer Pro Duta, menyesalkan belum adanya pembagian grup tersebut. Pihaknya menyatakan kesulitan mengatur ritme pemain dan anggaran klub. “Kami akan melakoni laga tandang dan kandang. Seharusnya, siapa lawan harus segera diketahui,” tuturnya.

Meski pembagian grup mundur, Joko menjamin bahwa jadwal kompetisi tak berubah. Divisi Utama tetap dimulai 25 November mendatang. [vem/diq/jawapos]