Liverpool – Terkuak sudah siapa pemilik balon yang dikatakan biang kekalahan Liverpool dari Sunderland pekan lalu. Dia lah Callum Campbell, remaja 16 tahun yang karena tingkah lakunya itu sampai mendapat ancaman pembunuhan.

Dalam wawancaranya dengan The Mirror, Campbell mengakui kalau itu memang salahnya dengan melempar balon ke dalam lapangan saat pertandingan hendak berlangsung. Dan di menit ke-5 pun bencana itu terjadi saat bola yang ditendang Darren Bent itu membentur balon itu dan merangsek masuk ke gawang Pepe Reina.

“Itu aku. Akulah yang melakukannya. Aku tertangkap oleh kamera. Aku sangat menyesal sekali. Ini adalah mimpiku yang paling buruk,” sesal Campbell.[ad#kumpulblogger]
Karuan saja jika Campbell sangat menyesal atas tindakannya. Sebagai seorang Liverpudlian, ia malah bikin tim kesayangannya gagal menuai angka dan kelakuan Campbell itu ditonton oleh jutaan pasang mata di dunia.

“Aku langsung ke taman setibanya di rumah dan menumpahkan segala kekesalanku. Secara psikologis, aku sakit dan itu terjadi sebelum ancaman pembunuhan muncul di internet keesokan harinya,” ungkap Campbell yang mendapat teror pembunuhan yang membuatnya harus mendekam di rumah selama dua hari.

“Aku menontonnya berulang-ulang kali dan aku masih tidak mengerti bagaimana itu terjadi.”

Meski demikian, Campbell berpikir kalau andaikata wasit lebih jeli lagi semestinya gol tersebut harus dianulir. Dan harapan Campbell itu terkabul karena Mike Jones, si pengadil pun sementara diparkir karena kelalaiannya itu.

“Tapi ibu berkata padaku kalau itu bukan salahku dan itu yang harus kupercaya sekarang. Wasit harusnya tidak mengesahkan gol tersebut. Aku harap fans sejati mengerti dan memaafkanku,” harap Campbell lanjut.

Untuk menghapus kesalahana tersebut, Campbell bahkan sampai bermimpi agar bisa memutar ulang kembali waktu agar kejadian tersebut tak terjadi. Dan pada akhirnya pun, Campbell tetap meminta permintaan maaf dari seluruh fans The Reds yang kecewa karena perbuatannya itu.

“Namun bagaimana aku bisa tahu kalau itu bakal terjadi? Itu murni untuk senang-senang saja dan jika aku dapat memutar waktu kembali dan berbuat sebaliknya, melempar bola tersebut ke arah penonton dan bukan ke lapangan, akan kulakukan,” jelasnya.

“Cuma butuh waktu sebentar sebenarnya untuk menyingkirkan balon itu atau menendangnya keluar, tapi tidak satu pun yang melakukannya. Dan balon itu pun mulai menggelinding. Benar momen yang salah. Tapi aku menerima kalau aku semestinya dari awal tidak melemparnya ke lapangan,” ungkapnya.

“Sekali lagi aku sangat-sangat menyesal bila sampai terjadi seperti ini. Memang buruk adanya jika Liverpool kalah, namun kali ini adalah sebuah bencana yang besar,” pungkasnya.[ad#kumpulblogger]