Penun­da­an jadwal kompetisi Divisi Utama 2009-2010 membuat manajemen Persipro Probolinggo kecewa. Ketua Harian Persipro Haris Nasution mengatakan, perubahan itu merugikan timnya.

“Saya juga kaget. Tiga hari lalu saya mendapatkan faks dari PSSI. Isinya menyatakan bahwa TM (technical meeting, Red) ditunda dari tanggal 1 menjadi 11 No­vem­ber. Terus, kompetisi­nya juga ditunda dari 11 menjadi 25 November,” keluh pria yang akrab disapa Cak Yon tersebut.

Perubahan jadwal itu, menurut dia, sangat merugikan tim ke­bang­­gaan arek-arek Kota Pro­bolinggo tersebut. Sebab, selama ini skuadra The Lasminggo -julukan Per­sipro- memang siap tempur pada jadwal semula.

Porsi latihan yang diterapkan pelatih Abdul Muntholib juga telah disesuaikan dengan jadwal itu. Dengan adanya pengunduran jadwal tersebut, porsi latihan juga harus dirombak sesuai dengan jadwal baru agar pemain bisa langsung in di laga perdana.[ad#kumpulblogger]

Pengunduran jadwal kali ke­se­ki­an oleh PSSI itu dinilai sebagai cermin ketidakprofesionalan PSSI sebagai induk organisasi sepak bola tanah air. Terlebih, ada selen­tingan kabar bahwa jadwal ter­se­but molor akibat adanya dua tim kon­testan Divisi Utama yang belum siap. Maka, PSSI membe­ri­kan dispensasi untuk memberi dua klub itu kesempatan.

“Kalau ternyata itu betul, ber­ar­ti itu sama saja PSSI mau dia­tur oleh klub. Itu merupakan cer­min ketidakprofesionalan PSSI dalam menyusun jadwal kompetisi. Bagaimana sepak bola kita bisa maju kalau tetap saja pengu­ru­san­nya semrawut seperti ini,” cetus Cak Yon. [mie/nyo/ko/jawapos]