Kisruh jatah Indonesia di Undian Liga Champions Asia (LCA) terancam berulang. Pasalnya, PT Liga Indonesia belum mengetahui jatah itu.

Undian pembagian grup LCA akan dilakukan di markas Konfederasi Sepakbola Asia di Kuala Lumpur Malaysia, 7 Desember 2009. AFC saat ini memberikan kuota bagi 32 klub di Asia dan membaginya dalam delapan grup. Sekretaris PT Liga Indonesia, Tigorshalom Boboy menyatakan, khusus kuota bagi klub di Indonesia belum diketahui.

“Nantinya, undangan dari AFC langsung diberikan kepada klub. Sejauh ini belum ada konfirmasi. Jadi, ya kami juga belum tahu jatah Indonesia di LCA musim depan,” ungkapnya.
[ad#kumpulblogger]
Tigor menambahkan, regulasi AFC tentang klub peserta LCA memang selalu berubah. Juara dan runner up Divisi Utama musim lalu, sebelum berubah menjadi Liga Super Indonesia (ISL), ditunjuk sebagai wakil Indonesia.

“Kalau jatahnya satu, maka sudah pasti Persipura Jayapura yang berangkat. Kalaupun dua, juga harus dilihat lagi nanti. Apakah aturannya sama seperti musim lalu atau berubah. Bisa saja komposisinya satu juara liga, lalu sisanya dari Piala Indonesia. Semua kembali kepada hasil assessment AFC,” lanjutnya.

Beredar kabar, bahwa saat ini AFC hanya memberikan kesempatan bagi 24 negara untuk bersaing di LCA. Tigor menyatakan, proses penambahan kuota hanya bisa dilakukan, jika nilai seluruh aspek liga di sebuah negara, dianggap amat memuaskan.

“Aturan di LCA itu sejatinya berbeda dengan Liga Champions Eropa. Kalau di Eropa, semua negara memiliki jatah, meski harus melalui kualifikasi. Tapi, di Asia tidak begitu. AFC memiliki komite khusus liga profesional. Mereka yang melakukan assessment kepada liga yang sudah dianggap memiliki standar kelayakan profesional. Itu termasuk jumlah peserta yang juga disesuaikan dengan nilai-nilai tersebut,” katanya. [edwan ruriansyah/vivanews][ad#kumpulblogger]