Satu lagi tim divisi utama yang memastikan mundur dari kompetisi musim 2009/10, yakni Persis Solo.

Seperti dilaporkan wartawan GOAL.com Donny Afroni,  Rabu (21/10), alasan mundurnya Persis yang selama ini mendapat kucuran APBD, akibat keterbatasan dana yang dimiliki.

Hal itu karena “kran” dana rakyat yang menjadi penopang hidup mereka ditutup, menyusul larangan pemerintah pusat yang tidak membolehkan APBD digunakan untuk membiayai sepakbola, secara terus menerus.[ad#kumpulblogger]”Tampaknya tidak ada peluang bagi kami untuk kembali mengucurkan dana APBD buat Persis musim ini. Sebab tahun lalu sudah dilakukan dan tidak dibenarkan secara terus menerus,” kata Sekwilda Kota Surakarta Boeddy Soeharto, di Solo, Rabu (21/10).

Lebih lanjut, Boeddy yang didampingi ketua harian Persis Solo Yusac Herman menegaskan, pihaknya sudah menelusuri Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 tahun 2006 dan PP Nomor 59 tahun 2009.

Hasilnya imbuh Boeddy, tidak satu pun peluang yang memungkinkan kembali dikucurkannya dana APBD Kota Surakarta untuk sepakbola. Termasuk pemberian hibah, karena sudah dilakukan tahun lalu.

“Mewakili Pemerintah Kota Surakarta kami mohon maaf kepada pecinta sepakbola di Solo. Sebab, dana APBD, untuk Persis tidak bisa kami kucurkan. Jika ada pengusaha yang bersedia membantu pendanaan Persis, kami silahkan,” kata Boeddy.

Ketua harian Persis Solo Yusac Herman menegaskan, pihaknya telah memutuskan untuk mundur dari kompetisi kasta kedua musim ini. Tentunya dengan segala konsekuensi yang harus diterima dari PSSI.