Kurang kerjaan atau mungkin kata sinis lain jika membaca judul dan gambar diatas. sebenarnya ini adalah bagian dari representasi cinta kami (karena ini bukan ide dari saya seorang) atas sepak bola indonesia. Bertahun tahun sepak bola kita tenggelam di sebuah “comberan” terpuruk atau lebih tepatnya mungkin diterpurukkan oleh segelintir orang yang memang tidak punya niatan baik untuk memajukan sepakbola indonesia.

Gerakan ini lahir karena ini adalah jalan yang paling normal untuk melawan pSSI yang sudah makin tidak normal. jika demo Revolusi sudah tidak mempan untuk menjewer PSSI maka kami bertiga (Saya, Pak Bambang haryanto, dan Mas panji kartiko) membuat sebuah upaya di luar kotak, upaya yang mungkin dibilang aneh atau sebuah kemustahilan, upaya ang dibilang gila dan hanya cari sensasi saja. maka saya akan menjawabnya. Ini cara kami membuat suatu perubahan. Justru karena kecintaan kami terhadap sepakbola Negeri ini maka kami memboikotnya.

Rekan-rekan suporter, beraksilah dengan metode di luar kotak. Tirulah cara Mahatma Gandhi (1869-1948) dalam menanggapi tindak kekejaman kolonial Inggris saat itu ketika India menjelang kemerdekaannya. Gandhi menyerukan pendukungnya untuk melakukan aksi anti kekerasan. Salah satu aksinya yang terkenal adalah satyagraha, aksi non-koperasi dengan penguasa sipil. Kalau seluruh suporter Indonesia kompak, melupakan dulu konflik semu antarkota, meminggirkan primodialisme, demi masa depan sepakbola Indonesia di tataran terhormat sepakbola dunia, kita mungkin mampu merubah keadaan.

Ketika memperingati sewindu Hari Suporter Nasional, 12 Juli 2008, bersama rekan-rekan suporter Solo, saya merancang melakukan aksi demo berdiam diri di Gladag, Solo. Pesannya adalah, untuk memprotes pengelolaan sepakbola Indonesia saat ini, menurut saya cara yang paling efektif adalah dengan : tidak menonton pertandingan sepakbola Indonesia.

Juni 2009 sebuah ide tentang gerakan JTSI (jangan tonton sepakbola indonesia) ini semakin lama semakin kuat upaya itu, jika pertama hanya muncul pematiknya dari sang begawan suporter Bambang haryanto, kemudian komandan suporter panji kartiko menggelitikku untuk membuat sebuah cause di facebook http://apps.facebook.com/causes/336984 semakin hari semakin kuat untuk bukan hanya sekedar membuat cause, tapi menyebarkan gerakan ini lewat sebuah bentuk pemasangan banner.

karena cinta kami terhadap sepakbola indonesia, maka kami membuat gerakan ini. Jika anda mendukung kami dalam gerakan ini, sudilah kiranya anda memasang banner dengan dialamatkan ke Link ini. saat ini saya hanya sekedarnya membuat image yang Full Hitam dengan COde seperti di bawah ini

<a href=”http://suporter.info/gerakan-jangan-tonton-sepakbola-indonesia/&#8221; target=”_blank”><img src=”http://i32.tinypic.com/mr303a.jpg&#8221; border=”0″ alt=”jangan tonton sepakbola indonesia”></a>

silahkan memodifikasinya, jka anda bisa berkreasi.

BAMBANG HARYANTO = “Hal paling menakutkan dari bisik-bisik di Internet adalah fakta ia mampu menjadi raungan dahsyat sebelum kita semua menyadarinya,” kata Luis Marinho Falcão, Director, Ogilvy Interactive. Untuk merintis masa depan sepakbola Indonesia yang lebih baik, bisik-bisik itu kami mulai lagi di sini. Saya ajak Anda meraung bersama kami !

PANJI KARTIKO = Ibaratnya peternakan.. para pemain sepakbola Indonesia, dibesarkan dan dipelihara di “kandang” yg salah dan oleh “peternak” (baca : pssi) yg salah.. dibesarkan dengan tehnik pengelolaan (kompetisi, jadwal, sponsor, aparatur liga) yg aneh dan makanan (baca : remunerasi) yg tidak jelas jadwal serta aturannya..

bagaimana menurut anda