AC Milan berhasil keluar dari kebuntuan. Setelah berkutat dengan persiapan buruk pada pra musim, Rossoneri meraih sukses dengan merebut trofi Berlusconi. Milan mengalahkan Juventus melalu drama adu penalti 5-4 (1-1) di San Siro, Selasa (18/8) dinihari.

Meski ini bukan laga resmi, namun adu gengsi dua kekuatan Serie A Italia terasa dalam pertandingan yang merupakan tradisi lama dari Luigi Berlusconi. Sukses ini sekaligus berhasil mengangkat moral para pemain Milan jelang dimulainya kompetisi.

Sebagai tuan rumah, dalam pertandingan Milan menggunakan formasi 4-3-1-2 dengan menempatkan Ronaldinho di belakang Alexandre Pato dan Klaas Jan Huntelaar dalam serangan. Sedangkan Juve menerapkan formasi 4-3-1-2 dengan Diego mendukung David Trezeguet dan Vincenzo Iaquinta yang berada di lini depan.

Buruknya penampilan Milan di laga pra musim juga terasa saat dukungan tak banyak mengalir. Sebagai tuan rumah, Milan tak banyak didukung suporternya. Sebaliknya San Siro lebih banyak di penuhi fans Juventus yang ingin menyaksikan aksi Diego.

Meski tanpa banyak dukungan, Milan langsung tancap gas. Pertandingan baru berjalan 13 menit, kerjasama satu dua Gennaro Gattuso dan Huntelaar hampir membuahkan hasil, sayang masih meleset.

Kesempatan sempat datang lagi untuk Milan pada menit ke-18 lewat Andrea Pirlo. Sayang tembakan kerasnya dari jarak 30 meter belum menemukan sasaran.

Juventus tak tinggal diam. Kini giliran mereka mengambilalih serangan. Menit ke-27, Juve unggul terlebih dahulu lewat Diego. Playmaker asal Brasil ini merangsek dari tengah dan melepaskan tembakan, bola yang mengarah gawang membentu kaki Thiago Silva sehingga kiper Marco Storari salah langkah.
[ad#kumpulblogger]
Tertinggal satu gol, Milan terus berusaha untuk menyamakan kedudukan. Lewat Huntelaar, satu menit sebelum pertandingan berakhir mantan pemain Real Madrid ini sempat membuat Gianluigi Buffon tertekan. Meski tendangan kerasnya sukses diselamatkan kiper timnas Italia itu.

Usai jeda, keunggulan 1-0 membuat Juve merubah strategi memasukan Cristian Molinaro dan Amauri menggantikan Paolo De Ceglie dan Iaquinta.

Babak kedua, pertandingan masih berjalan seimbang. Meski Milan lebih banyak mendapat kesempatan. Seperti pada menit ke-52 lewat permainan impresif Pirlo yang mengoper bola ke Pato. Namun tendangan Pato masih lemah hingga dengan mudah dibaca Buffon.

Kegagalan sebelumnya akhirnya dibayar Pato. Lewat aksinya menit ke-68, Milan berhasil menyamakan kedudukan. Gol Pato berkat umpan matang Ignazio Abate dari sisi kanan.

Skor imbang ini tak menyurutkan semangat Milan. Di menit akhir pertandingan mereka hampir unggul lewat aksi individu Ronaldinho yang sukses melewati Felipe Melo dan Nicola Legrottaglie, sayang tendangannya melenceng jauh.

Hasil imbang ini memaksa pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti. Dari kubu Milan lima ekskutornya sukses melaksanakan tugas. Yakni Pirlo, Ronaldinho, Marco Borriello, Filippo Inzaghi dan Thiago Silva.

Sedangkan dari kubu Juve, kegagalan satu-satunya berasal dari pemain muda Yago Falque. Sementara empat penendang lainnya Trezeguet, Felipe Melo, Amauri, Marchisio sukses melaksanakan tugas.[ad#kumpulblogger]