Suporter di Jogjakarta bersatu. Mereka membentuk Forum Suporter Jogjakarta (FSJ). Forum itu dibentuk untuk menjembatani terjalinnya komunikasi antarsuporter di provinsi tersebut. “Dengan terbentuknya forum ini, kami harapkan bisa mengurangi benturan yang terjadi antarsuporter di DIJ (Daerah Istimewa Jogjakarta),” papar penggagas FSJ Wahyu Wibowo kemarin (11/8).

Menurut dia, fanatisme pada klub kesayangan sering disikapi secara berlebihan oleh sebagian suporter. Sayang, semangat dukungan yang berlebihan itu sering berubah menjadi tindakan yang brutal dan menjurus pada aksi anarkistis. “Boleh saja memberikan dukungan, tapi dalam kerangka positif dan membangun,” katanya.

Wahyu menyatakan, benturan antarsuporter masih sering terjadi di DIJ. Padahal, tidak dimungkiri bahwa kalangan suporter masih memiliki keterikatan dalam satu wilayah. “Terakhir, pada derby musim kompetisi lalu, masih terjadi benturan saat laga berlangsung. Ini kan tidak baik. Sebab, akan merusak citra baik klub maupun dunia sepak bola DIJ,” ungkapnya.

Selain itu, aksi brutal suporter telah mengakibatkan kerugian bagi kelompok masyarakat lain. Tidak sedikit kerugian yang ditimbulkan. “Sudah banyak fasilitas umum dan pribadi yang rusak karena ulah suporter. Nah, dengan adanya forum ini, kami harap mereka bisa saling bertemu sehingga akan mengurangi sikap yang menyimpang,” jelasnya. [sam/diq/jawapos]