Edson Arantes do Nascimento. Bukan nama filsuf atau politikus terkenal. Tapi, itulah nama asli Pele. Legenda Brasil yang menjuarai Piala Dunia pertamanya saat masih berusia 17 tahun. Tidak heran kalau nama aslinya tidak asing bagi telinga penggemar sepakbola karena mungkin Pele merupakan pemain Brasil yang paling banyak disebut-sebut selama setengah abad ini.

Tapi, kenalkah Anda dengan Carlos Caetano Bledorn Verri?

Carlos adalah juga salah satu legenda Brasil yang tak boleh diabaikan dalam sejarah sepakbola dunia. Lahir di Ijui, Rio Grande do Sul, pada 31 Oktober 1963, Carlos memulai karir sebagai pemain sepakbola profesional di Internacional.

Namanya mulai menanjak sejak kali pertama dipanggil ke skuad timnas senior Brasil pada 1982. Setelah berturut-turut memperkuat Corinthians, Santos, dan Vasco da Gama, Carlos melanglang buana ke Eropa. Enam tahun di Italia bersama tiga klub yang berbeda, Pisa, Fiorentina, dan Pescara, Carlos hijrah ke Vfb Stuttgart sebelum bermain di J-League bersama Jubilo Iwata. Carlos lantas pensiun di klub yang membesarkannya, Internacional, setelah 20 tahun berkarir sebagai pemain.

Puncak karir Carlos adalah pada 1994 ketika mendadak ditunjuk menjadi kapten timnas Brasil saat Piala Dunia sudah dimulai. Carlos mampu memimpin Seleçao hingga akhirnya menjuarai turnamen dengan mengalahkan Italia melalui adu penalti di laga puncak. Kini, Carlos kembali berkiprah di timnas Brasil sebagai pelatih.

Tugas saya akan jauh lebih mudah jika saya menyebutkan nama panggilannya, Dunga.

Nama panggilan merupakan budaya tak terpisahkan di Brasil. Budaya tersebut merupayakan warisan zaman perbudakan ketika tingkat baca tulis masih sangat rendah. Orang-orang pun lebih mengenal teman-temannya dengan satu nama saja. Joao, Jose, Roberto, Ronaldo, atau Carlos adalah nama-nama yang jamak ditemui di Brasil. Untuk membedakannya, nama panggilan disematkan merujuk pada perilaku khas yang bersangkutan.

Manuel dos Santos Francisco, misalnya, lebih dikenal dengan nama Garrincha. Si Burung Kecil. Kenapa? Ada sedikit keistimewaan fisik pada diri Manuel karena memiliki sebelah kaki yang lebih pendek daripada yang lain. Postur yang kecil membuatnya kian ringkih. Tapi, di atas lapangan hijau, Manuel tak terhentikan. Bersama Manuel, atau Garrincha, Brasil menjuarai Piala Dunia 1958 dan 1962.

Nama Ronaldo menjadi kisah yang agak unik. Pada Piala Dunia 1994, Ronaldo Sang Fenomena, yang pernah bermain untuk Real Madrid, Barcelona, AC Milan, dan Inter Milan dan kini bermain di Corinthians, masih berusia 17 tahun. Dalam skuad Seleçao saat itu, sudah ada Ronaldo lain yang menghuni posisi pemain belakang. Untuk membedakannya, Ronaldo Rodrigues de Jesus dipanggil Ronaldao, alias “Ronaldo besar”, sedangkan Ronaldo Luis Nazario de Lima dipanggil Ronaldinho, yang bermakna kebalikannya.

Saat Ronaldo Assis de Moreira mulai menjadi buah bibir dunia, julukan itu berpindah disematkan untuknya. Ronaldo Sang Fenomena dikenal dengan Ronaldo saja, sedangkan Ronaldo Sang Fenomena Baru dipanggil Ronaldinho hingga saat ini.

Anda boleh memerika kembali susunan skuad lengkap Brasil pada Piala Dunia 2006 lalu. Dari 23 nama pemain, 17 di antaranya memiliki satu penggalan nama saja. Padahal, kebiasaan penamaan di Eropa dan Amerika Serikat menggunakan dua penggalan, nama depan dan nama keluarga.

Uniknya lagi, hanya penyerang atau gelandang yang biasa mendapatkan nama panggilan. Kiper lebih sering dipanggil dengan nama belakangnya, seperti Emerson Leao atau Claudio Taffarel. Bek tengah jarang disematkan nama julukan, seperti Aldair Nascimento dos Santos. Tapi, bisa juga dipanggil dengan nama pendek, contohnya Lucimar “Lucio” Ferreira da Silva atau Anderson Luis “Luisao” da Silva.

Nama pendek juga digunakan untuk memanggil Valdir “Didi” Perreira atau Edvaldo “Vava” Izidio Neta. Begitupun juga Jose Roberto “Bebeto” Gama de Oliveira, Cristiano “Cris” Marcos Gomez, atau Frederico “Fred” Chaves Guedes. Ataupun juga tiga Jose: Jose Roberto da Silva Junior (Ze Roberto), Jose Marcelo Ferreira (Ze Maria), dan Jose Carlos de Almeida (Ze Carlos).
[ad#kumpulblogger]
Nama daerah asal pemain juga bisa menjadi nama panggilannya. Ronaldinho juga dipanggil dengan Ronaldinho Gaucho karena berasal dari Gremio. Sama halnya untuk kasus Oswaldo Giroldo Junior dam Antonio Augusto Ribeiro Reis Junior. Oswaldo berasal dari Sao Paulo sehingga disebut Juninho Paulista, sedangkan Antonio yang besar di Recife dipanggil Juninho Pernambucano.

Kini, silakan simak beberapa nama lengkap pemain legendaris Brasil lainnya sebagai bekal referensi untuk uji pengetahuan dengan sesama rekan penggila sepakbola:

Arthur Antunes Coimbra — Zico
Jair Ventura Filho — Jairzinho
Eduardo Goncalves de Andrade — Tostao
Carlos Roberto de Oliveira — Roberto Dinamite
Paulo Roberto Falcao — Falcao
Antonio de Oliveira Filho — Careca
Socrates Brasileiro Sampaio de Souza Vieira de Oliveira
Rai Souza Vieira de Oliveira
Ricardo Rogerio de Brito — Alemao
Romario de Souza Faria
Crizam Cesar de Oliveira Filho — Zinho
Iomar do Nascimento — Mazinho
Luiz Antonio Correia de Costa — Muller
Claudio Ibrahim Vaz Leal — Branco
Rivaldo Vitor Borba Ferreira
Denilson de Oliveira Araujo
Marcos Evangelista de Moraes — Cafu
Nelson de Jesus Silva — Dida
Jorge de Amorim Oliveira Campos — Jorginho
Cicero Joao de Cezare — Cicinho
Gilberto da Silva Melo (Hertha Berlin)
Gilberto Aparecido da Silva (Arsenal)
Carlos Luciano da Silva — Mineiro
Ricardo Luiz Pozzi Rodrigues — Ricardinho
Robson de Souza — Robinho
[ad#kumpulblogger]