Sepak bola Indonesia musim 2009/2010 sangat aneh. Sebab, kompetisi bakal sepi bintang dan menyalahi aturan pada setengah musim awal Liga Super.

Perseteruan klub dan Badan Tim Nasional (BTN) dalam perebutan 25 pemain timnas senior dan 23 punggawa timnas U-23 semakin meruncing. Lalu, PT Liga Indonesia–– nama baru Badan Liga Indonesia (BLI) –– mengajukan skema kontrak setengah musim sebagai solusi. Ini sebuah titik tengah penyelesaian masalah yang aneh. Jadwal kompetisi Liga Super rencananya dirilis setelah peringatan Hari Kemerdekaan RI, Senin (17/8).

Kendati jadwal belum terbit, sudah dipastikan seluruh pemain timnas tidak bisa memperkuat klub hingga putaran pertama selesai. Karena itu, PT Liga Indonesia tidak akan memberi legalitas kepada pemain timnas selama putaran pertama digelar. ”Dalam rancangan jadwal yang sedang kami susun,dipastikan bahwa kompetisi putaran pertama baru selesai akhir Januari.Berselang sekitar tiga minggu setelah timnas melawan Oman pada Pra-Piala Asia (PPA),” kata Direktur Kompetisi PT Liga Indonesia Joko Driyono kepada harian Seputar Indonesiakemarin.

Dengan demikian, pihaknya tidak mungkin menampung aspirasi Persib Bandung yang menginginkan kompetisi diundur hingga kegiatan timnas selesai.Apalagi,kebijakan tersebut bisa merugikan klub lain yang tidak memiliki wakil dalam skuad Merah Putih. ”Kami harus memakai kepentingan lebih besar.Kompetisi Liga Super menyerap pemain sekitar 600 pemain,sedangkan timnas hanya 25 pemain.Tentu kepentingan 600 pemain yang diutamakan,” tandasnya.

Bagaimana dengan sistem kontrak setengah musim? Padahal, dalam manual Liga Indonesia dijelaskan bahwa semua pemain minimal dikontrak selama satu musim.Terkait hal ini, Joko berkelit bahwa sistem kontrak setengah kompetisi hanya menyangkut harga pemain. Adapun, negosiasi dan kesepakatan antara klub dan pemain timnas harus dibuat sebelum kompetisi diputar, pada pekan pertama November. Solusi yang ditawarkan PT Liga Indonesia ini tentu mengharuskan klub bernegosiasi ulang kepada pemainnya yang dicomot timnas.

Dalam hitungan kasar,pemain yang diikat kontrak Rp600 juta harus menurunkan setengah harga menjadi Rp300 juta. Efek domino kebijakan ini adalah terbukanya aksi bajak-membajak pemain timnas. Klub yang semula tidak mampu membayar mahal pemain kembali mendapat angin segar untuk melakukan perang harga di kisaran menengah, yakni di bawah Rp500 juta.Kondisi ini membuat Pelatih Persib Jaya Hartono khawatir pemainnya hengkang ke klub lain.

”Kalau terjadi negosiasi ulang, pemain kami bisa kabur ke klub lain.Upaya negosiasi panjang hingga tercapai kesepakatan bisa buyar sehingga semua rencana kami berantakan,” kata Jaya,yang menampung empat pemain timnas, duo pemain bertahan Maman Abdurrahman, Nova Arianto, Eka Ramdani, dan Bambang Pamungkas, kemarin. Bagi Persisam Samarinda, sistem kontrak setengah musim menjadi angin segar untuk berburu pemain timnas. Apalagi, mereka tengah berburu sayap kanan mumpuni untuk mencapai target masuk papan atas Liga Super pertama mereka.

”Kami mengikuti saja keputusan PT Liga Indonesia soal pemain timnas karena Persisam tidak memiliki pemain di situ.Kalau ada peluang, tentu kami berharap dapat tambahan pemain timnas pada bursa transfer putaran kedua,” kata Pelatih Persisam Aji Santoso yang masih memimpin training centre (TC) Persisam di Batu, Malang,Jawa Timur. BTN juga menetapkan jadwal pelatnas timnas senior yang dimulai 25 September nanti.

Untuk timnas U-23 akan masuk pelatnas pada pertengahan Agustus, dan BTN memanggil 38 pemain dalam seleksi awal di Palembang.Seleksi pemain U-23 digelar dalam dua tahap. Pertama, Kamis (6/8) untuk 21 pemain, lalu yang kedua pada Selasa (11/8) dengan peserta sebanyak 17 pemain.

”Semua agenda tersebut sudah disetujui PSSI. Tentu kami ingin timnas lolos Piala Asia 2011 dan meraih medali pada SEA Games 2009. Semangat ini yang kami bawa,”tutur Ketua BTN Rahim Soekasah. [mohamad sahlan/sindo]