Kompetisi Liga Indonesia musim 2009-2010 akan di mulai sekitaran bulan November(redaksi mengatakan sekitar)karena jadwalnya penuh dengan ketidakpastian bisa kurang bisa lebih atau bahkan dampak terburuknya tidak  jadi di laksanakan kompetisi tersebut, namun tidaklah demikian yang di harapkan, semoga saja liga indonesia musim depan cepat di laksanakan dan tepat jadwal, tidak melebihi waktu yang telah di tetapkan, jika kawan supporter ketahui, kompetisi liga di indonesia sebelum gelaran ISL Pertama merupakan liga terlama di dunia, yang menghabiskan hampir satu tahun.

Sehingga sang juara tidak bisa mengikuti kompetisi Liga Champion Asia karena secara logika yang lain sudah mendaftarkan pemain dan persiapan menuju kompetisi, di liga indonesia masih sibuk dengan kompetisinya yang belum jelas kapan selesainya, bisa saja lamanya kompetisi liga di negara kita di sebabkan oleh luasnya wilayah di indonesia, sehingga beberapa team yang letak geografisnya jauh harus menyesuaikan, namun apakah demikian?saya rasa tidak.

Carut-marut kompetisi tersebut memang membuat kita sebagai sebagai insan pecinta bola sungguh benar-benar di buat jengkel karenanya, beberapa faktor yang mempengaruhi lamanya kompetisi di indonesia di sebabkan oleh kendala non teknis, seperti perubahan jadwal yang mendadak, penundaan jadwal, sulitnya perijinan oleh pihak keamanan setempat.

Indonesia negara demokrasi juga salah satu penyebab lamanya kompetisi di negara kita, karena saking demokrasi”nya” itu agenda pemilihan kepala daerahpun menjadi salah satu penyebabnya, kampanye yang hampir satu bulan lamanya, membuat aparat tidak sanggup menangani massa dalam agenda yang berbeda.

BLI(saat ini PT.Liga Indonesia) sebagai tampuk kekuasaan sistem kompetisi di Indonesia harus memutar otak lebih keras lagi, bagaimana mengupayakan agar pembatalan-pembatalan tersebut di upayakan seminimal mungkin agar klub-klub kontestan tidak mengalami kerugian yang besar, saat tiba-tiba terkena perubahan jadwal, tapi apakah iya memang begitu yang sebenarnya?(meminimalkan biaya)tapi jumlah skorsing denda yang di kenakan tidaklah sedikit.

Hal-hal seperti itulah yang mungkin membuat pihak swasta enggan membiayai klub peserta Liga Indonesia, masih banyak klub yang kesulitan mencari tambahan dana dari pihak swasta, sehingga APBD lah jalan pintasnya jikalaupun ada swasta yang mau mengelola pastilah tidak banyak mendapatkan untung, benar tidak?untuk membiayai kelangsungan hidup dan biaya transportasi saja sudah untung..jadi yang bikin rugi itu sebenarnya adalah skorsing dari kartu kuning, kartu merah, dan lain-lain yang terkadang tidak jelas asal-usulnya.

Jadilah yang untung besar dalam kompetisi seperti ini adalah?..ini sekedar menebak saja, jika tidak untung besar kemanakah uang itu?apakah untuk membayar gaji buta?(maaf oM klo salah dan lancang).

Kawan Supporter, jika sebenarnya kita dapat mengilhami falsafah kompetisi atau pertandingan lebih tepatnya! hal yang terpenting adalah bisa menerima kekalahan dan jika menang bersikaplah sewajarnya saja, jadi tidak harus menang kok dalam setiap pertandingan itu, berkumpul dengan teman-teman di dalam stadion, bernyanyi, menari dan dengan berbagai atraksi lain sudah merupakan kemenangan bagi kita semua , jadi tidak usahlah saling melempar jika kalah, jangan mencaci jika wasit berbuat salah, wasit juga Manusia kalian manusia juga kan?sama kalo begitu dengan saya.

Selain wasit jangan pula menyalahkan pemain, pelatih, gembar-gembor sana -sini untuk berkata*PECAT Pelatih A,B,C,D dan seterusnya,,,,ganti pemain, sudahlah jangan berlebihan kawan, santai saja, okelah itu memang team tempat kelahiran kita, kita cukup bangga dengan nama team tersebut, jangan bangga dengan yang lain, klo kalian bangga dengan yang lain tidak ada untungnya, toh pemain dan pelatih tersebut melath team itu memang karena untuk cari duit,iya kan?..untung kalau loyalitasnya tinggi, mau bekerja keras.

Lain halnya dengan tuntutan, hal itu kita memang sebagai supporter wajib menuntut namun harus dengan cara-cara yang cerdas dan bijak, yang kalah teamnya semua ikut hancur!apakah itu adalah tindakan yang wajar?kita jangan bisa berdiam diri begitu saja, jika kita adalah penggemar salah satu team dan rekan kita satu supporter melakukan tindakan yang di larang dan tidak beretika itu, saya yakin kalian bisa, jangan berdiam diri saja jika rekan supporter kalian bertindak anarkis.

Mari kita jadikan stadion tempat yang aman dan nyaman bagi semua kaum, kecil,dewasa,tua,muda, wanita dan pria, terlebih kita sering melihat di stadion jika ada wanita melintas di lempari dengan botol-botol, apakah itu juga tindakan wajar>?Tolol saya katakan..*Ups maaf*

Intinya kalau mau mencari perhatian sama mama dan papa aja dech, jangan cari perhatian di stadion dengan melempar,membakar dan lempar2 wanita, hargailah wanita sebagaimana kalian mengharga Ibu kalian.

Mari kita belajar menjadi Supporter Cerdas dan beretika, sebagaimana budaya timur yang kita miliki, langkah selanjutnya mari kita dukung PT.Liga Indonesia untuk menjadi pemegang amanah yang bisa di percaya, lupakan kesalahan-kesalahan mereka di masa lalu.

Salam damai Supporter

di copi paste dari sini