Mu tour 2009-google

Mu tour 2009-google

SETELAH pertandingan persahabatan dengan kesebelasan Malaysia, yang direncanakan digelar Sabtu (18/7) besok, juara liga primer Inggris, Kesebelasan Manchester United (MU) segera berkunjung ke Jakarta, Indonesia. Dan rencananya, selama di Indonesia, MU akan menginap di Hotel The Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Namun dengan kejadian ledakan Jum’at (17/7) pagi, timbul pertanyaan apakah MU akan meneruskan kunjungannya ke Jakarta, atau malah balik badan pulang ke London?

Pihak-pihak yang berkaitan dengan rencana kunjungan MU di Tanah Air sendiri lebih nanyak bungkam, alias tidak memberi komentar apa pun. Mereka nampaknya lebih memilih tidak berkomentar. Dengan diamnya mereka, maka muncul bermacam rumor, sebagian besar memprediksi kemungkinan MU batal ke Jakarta lebih besar daripada kedatangannya. Jika asumsi tersebut benar, maka kita tidak dapat membayangkan berapa kerugian yang bakal ditanggung panitia penyelenggara.

Menurut kabar yang beredar, untuk mendatangkan MU ke Jakarta, panitia kabarnya sempat merogoh kecek ratusan miliar rupiah. Uang tersebut selain untuk biaya akomodasi dari Malaysia ke Indonesia. Juga digunakan untuk keperluan lainnya yang berkaitan dengan rencana pertandingan eksibisi antara Indonesia (PSSI) All Star dengan MU di Gelora Bung Karno, Senin (20/7) mendatang.

Sedang pemasukan, selain berharap dari sponsor dan hak penyiaran yang diberikan kepada televisi tertentu. Juga diharapkan dari penjualan karcis yang harganya barangkali paling tinggi (termahal) dibanding event serupa yang pernah digelar di tempat yang sama atau di Indonesia. Maka, kalau akibat ledakan tersebut, MU membatalkan kunjungannya ke Jakarta, dipastikan panitia pertandingan bakal bangkrut. Berdasarkan keterangan, setelah kejadian ledakan tersebut, panitia berusaha menghubungi pihak MU yang sekarang sudah ada di Negeri jiran itu.

Namun belum ada kepastian, apakah mereka bersedia datang atau tidak. Beberapa spekulasi mencuat tentang berbagai kemungkinan. Jika panitia tidak ingin rugi banyak, mereka bagaimana pun harus mampu membujuk dan meyakinkan pihak MU, supaya mau datang ke Jakarta. Mungkin tidak harus menginap di Ritz Carlton, tetapi di hotel yang lain yang memiliki fasilitas sepadan. Pertanyaan dan persoalannya adalah apakah mungkin MU mau, mengingat jaminan kesalamatan mereka belum jelas?
[ad#kumpulblogger]
Mungkin jika yang kita undang kesebelasan Persib atau PSIS Semarang, atau pun PSMS Medan, tidak ada masalah dengan semua itu. Bahkan hotel baru saja meledak, mereka pun pasti tidak akan pernah mempersoalkannya. Namun yang diundang panitia pertandingan sekarang adalah kesebelasan mewah dengan sejumlah bintang yang harganya jauh melampaui biaya yang dikeluarkan panitia pertandingan.

Misalnya harga Roonie, salah satu bintang MU hampir sekitar 40 juta pound, belum lagi Berbatov senilah 30 juta pound. Masih ada bintang-bintang lainnya, dengan harga  mungkin paling rendah sekitar 3 juta pound. Jadi dengan uang sekitar 100 miliar rupiah yang dikeluarkan panitia pertandingan, barangkali hanya cukup untuk membeli dua pemain MU yang paling rendah. Dengan alasan tersebut, nampaknya sang manajer Sir Alex Ferguson tentu akan lebih memilih kebijakan yang paling aman baik bagi dirinya maupun  anak buahnya.

Kebijakan paling aman yang kita maksudkan adalah jika mereka membatalkan datang ke Jakarta dan juga batal melakukan pertandingan persahabatan dengan Indonesia All Star.Apakah kebijakan semacam itu dapat dikatagorikan sebagai sikap mangkir? Tentu saja tidak. Karena ada alasan pendukung yang cukup kuat dan dapat dibenarkan. Justeru yang jadi persoalan adalah mengapa pihak panitia pertandingan tidak membuat pengamanan yang lebih baik, sehingga tidak perlu ada ledakan segala.

Tinggal sekarang bagaimana dengan nasib ribuan penonton yang sudah terlanjur membeli karcis untuk melihat bintang-bintang pujaan mereka itu beraksi? Ini tentu bukan persoalan yang mudah bagi panitia. Meskipun mereka juga punya alasan yang hampuir sama dengan kemungkinan yang dilakukan MU. Namun apakah masarakat penonton dapat menerima alasan itu? Inilah persoalan lain dari pernah-pernik Indonesia ku yang hampir pasti bakal terjadi, Senin mendatang. Kita tunggu saja! (*)
OLEH: ARIEF TURATNO
[ad#kumpulblogger]