Tuan rumah dan juara bertahan bertemu di semifinal Piala Konfederasi 2009 di Ellis Park, Johannesburg. Afrika Selatan (Afsel) mengatakan akan bermain tanpa beban. Brasil terbebani target mencapai final, dan mempertahankan gelar.

Bagi publik Afsel, pertemuan Bafana Bafana dengan Brasil mengingatkan mereka pada kenangan laga persahabatan 13 tahun silam di stadion yang sama. Saat itu, Afsel unggul 2-0 lebih dulu lewat gol Lucas Radebe dan Doctor Khumalo.

Afsel mengakhiri laga itu dengan kekalahan 3-2. Tiga gol Brasil dibuat Rivaldo, Bebeto, dan Romario.[ad#ijo]

Masyarakat Afsel bangga dengan performa Bafana Bafana saat itu. Kini, mereka berharap situasi serupa terulang lagi meski Afsel mungkin harus kalah lagi.

Namun tidak ada lagi figur sekelas Radebe dan Khumalo. Generasi pemain sepakbola Afsel mengalami penurunan kualitas sejak lima tahun terakhir. Padahal, mereka akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010.

Brasil memiliki pemain bintang yang bermain di klub-klub besar Eropa; Maicon, Kaka, Robinho, Luis Fabiano, dan lainnya. Afsel relatif hanya mengandalkan Teko Modise, Steven Pienaar, dan Bernard Parker.

Joel Santana tahu kekuatan Brasil, tapi dia mungkin kepusingan mencari cara menghentikan tim tanah kelahirannya. Brasil nyaris tanpa cacat, dengan Kaka sebagai pengatur semua serangan. Santana diprediksi akan menugaskan Siboniso Gaxa menghentikan kaka.

Sebelum Piala Konfederasi bergulir, hanya sedikit yang mengenak Gaxa, yang bermain di posisi right-back. Di tiga laga Piala Konfederasi, Gaxa memperlihatkan kemampuannya sebagai pemain bertahan.

Harapan lain Santana adalah dukungan fans, yang dipastikan memadati 80 kursi stadion, dan hanya menyisakan sedikit untuk fans Brasil, memotivasi pemainnya untuk bermain habis-habisan. Di sisi lain, Bafana Bafana juga dituntut memperlihatkan performa terbaiknya agar fans mereka percaya Afsel layak menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010.

“Kami harus meyakinkan publik betapa kami layak mencapai semifinal,” ujar Santana.

“Kami mengalahkan Selandia Baru 2-0, dan kami seharusnya mencetak enam gol ketika melawan Irak yang memainkan negative football,” lanjutnya.

Dunga tidak ingin meremehkan tuan rumah. Menurutnya, Afsel adalah tim yang sedang tumbuh dan berpotensi menyulitkan timnya.

“Mereka kuat, cepat, dan bermain di depan kerumunan timnya,” puji Dunga.

Menurut Dunga, Brasil harus lebih siap menghadapi Afsel. Tidak hanya secara fisik, tapi juga mental. Dunga juga memperingatkan untuk tidak meremehkan siapa pun pemain Afsel.

Perkiraan Susunan Pemain

Brasil: Julio Cesar, Douglas Maicon, Lucio, Juan, Felipe Melo, Gilberto Silva, Luis Fabiano, Ricardo Kaka, Robinho, Andre Santos, Ramires.

Afrika Selatan: Itumeleng Khune, Siboniso Gaxa, Tsepo Masilela, Aaron Mokoena, Benson Mhlongo, Sibya, Steen Pienaar Teko Modise, Kagiso Dikgacoi, Matthew Booth, Bernard Parker.
[ad#kumpulblogger]