Saya tak habis pikir dengan penampilan Italia dinihari tadi. Tim besutan Marcello Lippi itu sepertinya tak lagi memiliki sentuhan magis, baik dalam menyerang maupun bertahan.

Di laga pertama, saat menghadapi Amerika Serikat, Italia tampil bagus, tapi tak cukup meyakinkan. Ketika berhadapan dengan Mesir, tak muncul lagi yang namanya kreativitas. Semuanya terlihat monoton.

Menghadapi Brasil adalah penampilan antiklimaks Italia. Jika digrafikkan, performa Azzurri seperti turun ke titik nol, tapi tidak dari puncak tertinggi.
Ada apa dengan Italia?
[ad#ijo]
Pertanyaan ini sepertinya pantas diajukan pada Marcello Lippi, orang yang paling bertanggung jawab dengan segala penampilan anak asuhnya. Namun akan menjadi hal yang tak adil bila semua kegagalan Azzurri di Piala Konfederasi disematkan seluruhnya ke pundaknya.

Namun ada banyak celetukan unik terdengar dari para fans Italia. Menurunnya performa Italia itu tak terlepas dari warna kostum mereka yang memudar.

“Tidak ada bukti empiris untuk menjelaskannya,” jelas teman saya. “Tapi jika dibandingkan dengan tim lain, seperti Spanyol dan Brasil yang memiliki warna tegas dan mencolok, dan dihubungkan dengan penampilan mereka di turnamen ini, kelihatannya ada hubungannya.”

Jauh-jauh hari, Marcello Lippi sudah menyatakan tak sependapat dengan anggapan itu.

“Birunya memang kurang, tapi apa pun warna jersey kami, tetap ada empat bintang di sana dan kami ingin menghormatinya,” tukas pelatih timnas Italia itu.

Saya sendiri tak sepenuhnya setuju dengan pendapat teman saya itu. Tapi terkait dengan kostum, saya menilai warna biru pucat kostum Italia itu hanyalah menggambarkan prestasi Italia di turnamen ini.

Spanyol dengan warna merahnya dan Brasil dengan kuning-biru nan menyala memang menunjukkan performa yang sama tegasnya dengan warna kostum mereka. Jika tak bisa dibilang sempurna, setidaknya penampilan mereka di atas rata-rata.

Konon, penggunaan warna ini untuk menghormati kejayaan timnas Italia di era 30-an, yang saat itu posisi pelatih dipegang Vittorio Pozzo, di mana tim memenangi Piala Dunia 1934 dan 1938 dan Olimpiade 1936.

Sayangnya, bentuk penghormatan tersebut tak sebanding lurus dengan performa anak asuh Lippi saat ini. Di sinilah muncul segudang tuntutan, mulai dari regenerasi pemain hingga strategi. Fabio Cannavaro dan pemain yang seangkatannya banyak disarankan untuk mundur dan lebih banyak memberi pemain muda yang lebih bersemangat dan memiliki talenta lebih baik.

Di salah satu forum menyebutkan Italia juga harus mengubah warna kostumnya, dari biru pucat, atau yang disebut Corriere dello Sport sebagai ‘biru yang kurang warna birunya’, atau celeste, menjadi biru yang lebih pekat, atau biru yang benar-benar biru.

Toh agar semua itu menegaskan julukan timnas Italia sebagai Azzurri. Atau timnas Italia mau mengubah julukannya sebagai Celesti?[ad#kumpulblogger]