Selama satu dasawarsa terakhir, perfilman Indonesia mulai menggeliat. Banyak judul film nasional yang tak kalah peminatnya dibandingkan dengan film-film impor Hollywood.

Sayangnya, bagi fans sepakbola Indonesia, film nasional non-dokumenter dengan tema seputar sepakbola masih bisa dihitung dengan jari. Setelah dimulai dengan “Gara-Gara Bola” karya duet sutradara Karim-Kashogi, layar lebar Indonesia dihiasi dengan “Romeo Juliet” besutan Andibachtiar Yusuf.

Skenario GDD digubah Salman Aristo, penulis yang menghasilkan dua film paling populer tahun 2008, “Ayat-Ayat Cinta” dan “Laskar Pelangi“. Kini, Aris, sapaan akrabnya, tertarik mengupas dunia sepakbola dengan sudut pandang dari seorang anak yang bercita-cita menjadi pemain profesional.
[ad#ijo]
“Saya ingin bicara bahwa dalam tataran anak-anaklah bakat Indonesia masih memiliki harapan yang cerah,” ungkap Aris.

Di level yunior, Indonesia tidak kalah dari negara yang sepakbola sudah maju. Di sebuah kompetisi yunior di Prancis, Indonesia pernah merepotkan anak-anak lain seperti dari Belanda dan Jerman. Ketika akan menuangkannya dalam film, Aris mendapat inspirasi dari lagu Garuda Di Dadaku yang kerap dinyanyikan pendukung Indonesia setiap kali timnas berlaga.

“Lagu itu sangat luar biasa. Selalu bikin merinding. Liriknya penuh optimisme dan cinta keras kepala dengan tanah air,” terangnya.

Dalam GDD, lagu tersebut dinyanyikan Netral.

Bicara soal kegemarannya kepada sepakbola, Aris termasuk salah satu penggila yang tidak melewatkan perkembangan sepakbola dunia. Saat ditanyakan idolanya, Aris menyebutkan “total footbal” sebagai filosofi sepakbola yang dianutnya karena merupakan “taktik paling jenius yang pernah ada”.

Kembali soal film, Aris menitipkan misi utama yang ingin disampaikannya kepada seluruh pendukung sepakbola Indonesia.

“Film ini bicara tentang mimpi pecinta sepakbola Indonesia, ketika bakat-bakat muda bisa terinspirasi dari sini,” sambungnya.

Jika sukses, Aris mengakui tidak menutup kemungkinan adanya sekuel untuk GDD. Kalau terwujud, kira-kira apa yang akan terjadi dengan Bayu, tokoh utama GDD, ketika misalnya dia berusia 17 tahun?

“Bayu akan jadi anak Indonesia pertama yang merumput di Liga Primer Inggris,” ujar Aris.

Semua berangkat dari mimpi. Lalu, apa mimpi Anda terhadap sepakbola Indonesia?

“Juara dunia,” pungkasnya. Singkat.[ad#kumpulblogger]