Pertandingan seru yang sarat gengsi dipastikan bakal tersaji di laga terakhir putaran kedua Superliga 2008/09. Salah satunya, dari laga Derby D’Indonesia yang mempertemukan dua tim papan atas kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional Persija Jakarta kontra Persib Bandung.

Bagi tuan rumah Persija, kemenangan dari tamunya Persib Bandung cukup berarti untuk menjaga gengsi sebagai tim ibukota. Terlebih, karena dalam beberapa laga terakhir, mereka selalu menorehkan hasil buruk yang membuat kinerja pelatih dan manajemen tim Macan Kemayoran mulai mendapat sorotan.[ad#ijo]

Sayang, karena laga ini tidak tersaji di markas Persija, tapi ditempat netral Stadion Gajayana, Malang, Rabu (10/6). Hal ini menyusul tidak adanya izin dari aparat keamanan setempat untuk menggelar pertandingan sepakbola non amatir di ibukota, sejak pemilihan umum (Pemilu) legislatif hingga pelaksanaan Pilpres awal Juli mendatang.

Meski demikian, atmosfer pertandingan tetap akan memanas. Baik di dalam maupun di luar lapangan. Penyebabnya, karena Persib sedang memburu kemenangan agar bisa mengunci posisi runner up di akhir musim, untuk mengamankan tiket play off Liga Champions Asia musim depan.

Maklum saja, karena Persiwa Wamena yang merupakan rival utama Maung Bandung dalam berebut tiket play off tersebut, secara bersamaan akan memainkan laga terakhirnya menjamu tim papan bawah PSMS Medan. Di mana, kedua tim sama-sama mengemas 60 poin, hanya saja Persib masih unggul agregat empat gol.

Di atas kertas, Persiwa bakal mampu merebut poin dari Ayam Kinantan. Itu karena, selama ini Persiwa terkenal jago kandang. Skuad tim besutan pelatih Suharno ini bahkan tidak pernah melewatkan satu laga kandang sekali pun dengan kekalahan, atau dengan hasil imbang di pentas Superliga musim ini. Tim tangguh seperti Persipura Jayapura, yang merupakan juara Superliga 2008/09, bisa mereka taklukkan.

Karena itu, kemenangan bagi Persib saat menghadapi Persija adalah harga mati. Tidak sekedar menang tentunya, jika ingin aman. Persib harus bisa membukkan gol lebih banyak agar bisa menghindar dari kejaran Persiwa yang sudah pasti mengincar kemenangan besar di laga terakhir.

Jika sampai kalah di laga penutup, tidak hanya membuat Persib gagal melakukan rival atas seteru abadinya tersebut, menyusul kekalahan 3-1 di putaran pertama lalu. Tapi juga memastikan posisi mereka di urutan kedua klasemen akhir bakal tergusur dari Persiwa, yang tinggal membutuhkan hasil imbang.

Mampukah Persib memenuhi ambisinya dengan menggulingkan Persija di laga pamungkas? Semua baru bisa diketahui usai laga. Yang pasti, pertemuan kedua tim pada setiap kesempatan menarik untuk disimak. Tak heran, jika laga kedua tim ini layak disebut sebagai Derby D’Indonesia.[ad#kumpulblogger]