Beberapa hari ini terutama buat para komunitas cyber tentu prita mulya sari bukan hal yang asing lagi di telinga, kasus email yang membawa ibu dua orang anak ini kemarin di blow up media masa, bahkan jadi ajang tebar pesona 3 capres kita. Kepulangan prita mulya sari ke rumahnya di daerah bintaro jakarta selatan membuat sedikit ia lega karena bisa berjumpa dengan dua putranya. Setidaknya angin segar berhembus dari tindak “pendzoliman” ini. Banyak pihak yang simpatik kepda prita membuat setidaknya “kecurangan” terhadap hukuman beliau bisa di kontrol bersama – sama

Dalam sepakbola tindak “pendzoliman” juga sering terjadi, kasus yang menarik adalah pembayaran gaji para pemain di divis utama khususnya. Banyak pemain yang belum digaji di karenakan pihak klub juga kesulitan dana, apakah ini juga bagian dari “ketidak –adilan” Penulis menjawab Iya. Bagaimana tidak, jerih payah mereka, untuk mempertahankan klub agar berada di posisi yang lebih baik dibayar dengan hanya janji janji pelunasan gaji.
[ad#ijo]
Persis solo misalnya setelah selamat dari jurang dregadasi bukannya memberikan banyak “bonus” kepada para punggawanya, akan tetapi justru tunggakan gaji berbulan bulan yang mereka terima. Tuntutan para pemain persis dan suporter setianya pasoepati pun terus di gulirkan, serasa tak pernah lelah mencari keadilan pasoepati dan pemain persis mencoba melobi kesana kemari, dprd, walikota, dan tentu saja pengurus persis. Berikut ini salah satu berita tentang pembayaran gaji itu yang penulis ambil dari web suporter pasoepati.net[ad#link_unit]

Pemain dan pelatih Persis Solo menagih janji Wali Kota Solo Joko Widodo pagi ini. Sekitar pukul 08.00, Wahyu Tri Nugroho dkk akan berangkat ke Balai Kota Solo dari mes yang berada di selatan Stadion Sriwedari, Solo. Jarak dua tempat itu tidak lebih dari 2 kilometer.

Kepastian keberangkatan tersebut merupakan keputusan final musyawarah pemain dan pelatih kemarin (1/6). Sebenarnya, para pemain dan pelatih ingin mendatangi balai kota kemarin, namun mereka tahu wali kota tidak di tempat.
“Besok (hari ini) jam 08.00, kami akan ke balai kota untuk menagih janji wali kota,” ujar bek sayap Persis Bambang Sulistyo ketika dihubungi sesudah pertemuan dengan pelatih di mes pemain kemarin.
Hal senada dilontarkan striker Persis Nova Zaenal. Nova mengatakan, batas waktu yang diberikan kepada pengurus sudah habis. Sebab, wali kota sebelumnya menjanjikan jawaban kepastian pembayaran gaji tiga hari setelah pertemuan pertama.
Seperti diketahui, 17 pemain Laskar Sambernyawa -julukan Persis- sebelumnya menghadap wali kota Solo di balai kota. Pertemuan singkat, sekitar lima menit, itu menghasilkan keputusan bahwa orang nomor satu di Solo tersebut akan memberikan jawaban tiga hari ke depan.
Sementara itu, untuk merealisasikan niat bertemu dengan wali kota, seluruh pemain sudah berkumpul di mes. Bahkan, gelandang Persis Moukwelle Ebwangga yang sebelumnya sakit di Jakarta sudah berkumpul dengan pemain lainnya. “Kami sudah bosan dengan janji-janji, tapi tidak direalisasikan,” tegas gelandang serang Persis Eko “ Kancil” Budi Santoso.
Saat dikonfirmasi, pelatih Persis Eduard Tjong mengakui hal tersebut. Menurut Edu, sapaan Eduard Tjong, para pemain nekat datang ke balai kota untuk menagih janji pembayaran gaji.
“Seharusnya tadi pagi (kemarin), tapi batal dan baru besok (hari ini) pemain akan ke balai kota untuk bertemu dengan wali kota,” ujar Edu. Niat pemain untuk bertemu dengan Joko tidak bisa dibendung lagi. Edu menegaskan, keresahan pemain saat ini sudah memuncak.
Mulai Dibayar Jum’at
Sementara itu dari pertemuan tersebut didapat kepastian bahwa pembayaran Gaji pemain Persis akan dibayarkan mulai Jum’at lusa (5/6). Hal ini dijelaskan oleh Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Anung Indro S. dia menyatakan paling lambat Pemkot Solo akan melakukan proses pembayaran pada hari Jum’at.
Kemarin Para pemain juga didampingi Ketua harian Persis Yosca Herman S ketika diBalaikota, dia mengungkapkan bahwa tidak mudah bagi pengurus untuk mengeluarkan pernyataan gaji bisa cair Jum’at, sebab pengurus masih butuh kejelasan detail nilai kontrak tiap tiap pemain.
Pasoepati hanya bisa berharap Juma’at adalah benar-benar hari pelunasan atas tunggakan manajemen Persis terhadap para pemain. Kasihan kalo sampai terus berlarut-larut dengan janji yang tak kunjung pasti. So, Kita lihat saja hasilnya Jum’at Lusa kawan.

[ad#kumpulblogger]