uefa_cup
Siapapun yang memenangkan final Piala UEFA di Stadion Sukru Saracoglu, Istanbul, Rabu (20/5), akan mencetak sejarah.

Bagi kedua tim; Werder Bremen dan Shakhtar Donetsk, final Piala UEFA ini yang kali pertama dan terakhir. Salah satunya akan menjadi juara baru dan terakhir, karena mulai musim depan turnamen ini menggunakan nama Europa League, atau Liga Europa.

[ad#link_unit]

Sebagai kelanjutan Piala UEFA, Liga Europa memberi tempat kepada pemenang final ini di babak penyisihan grup.

Werder dan Shakhtar punya motivasi tak sekadar mencetak sejarah. Setelah melewati musim mengecewakan di Bundesliga dan Liga Champions, peluang Werder mengakhiri musim dengan trofi hanya tersedia di Piala UEFA dan DFB Pokal, atau Piala Jerman.

Tomas Schaaf, pelatih Werder Bremen, ingin memenangkan final ini untuk menambah koleksi trofi dari turnamen Eropa. Sejak menjuarai Piala Winners tahun 1991/1992, Werder Bremen kehilangan banyak kesempatan menambah trofi Eropa.

Shakhtar punya motivasi lebih hebat lagi; tidak ingin sekadar menjadi klub Ukraina pertama yang mencapai final Piala UEFA, tapi juga memenangkannya. Trofi ini akan menjadi hiburan paling mengesankan bagi masyarakat etnis Rusia pendukung klub, karena Shakhtar akan menjadi klub pertama Ukraina yang memenangkan trofi Eropa.

The Pitmen, julukan Shakhtar, mencapai final Piala UEFA dengan mengalahkan Dyanamo Kiev — rival historisnya di Liga Ukraina — di semifinal. Namun sukses itu tidak cukup untuk mengobati kekecewaan Shakhtar yang gagal menjuarai Liga Ukraina musim ini.

Shakhtar mengakhiri Liga Ukraina musim ini di tempat kedua dengan 61 angka, atau 12 angka di bawah Kiev. Musim depan Shakhtar berlaga di kualifikasi babak ketiga Liga Champions, Kiev langsung ke babak utama.

Werder dan Shakhtar berlaga di Piala UEFA musim ini sebagai klub yang gagal di Liga Champions.

Shakhtar mengakhiri penyisihan Grup C di bawah Barcelona dan Sporting Lisbon. Sedangkan Werder kalah bersaing dengan Inter Milan dan Panathinaikos di Grup B.

Di babak 32, Shakhtar menyingkirkan Tottenham Hotspurs, CSKA Moskwa, dan Dyanmo Kiev. Werder menyingkirkan favorit AC Milan lewat keunggulan gol tandang, menggusur St Etienne, Udinese, dan terakhir mempermalukan Hamburg SV — tim yang berambisi mengakhiri musim ini dengan tiga gelar.

Meski beberapa kali hadir di turnamen Eropa, Werder dan Shakhtar belum pernah bertemu. Werder tidak punya banyak pengalaman menghadapi klub-klub Ukraina. Shakhtar tidak memiliki banyak referensi pertandingan melawan klub-klub Jerman.

Schaaf, yang tidak memiliki target lagi di Bundesliga, kini sibuk mempelajari rekaman pertandingan Shakhtar dan mengidentifikasi pemain-pemain lawan yang menjadi ancaman. Ia belum punya banyak pengalaman, karena sepuluh tahun karir pelatihnya dihabiskan bersama Werder Bremen.

Ia juga punya obsesi lain. Ketika masih menjadi defender Werder Bremen selama 17 tahun, Schaaf berperan besar memenangkan Piala Winners untuk Werder. Kini, sebagai pelatih, Schaaf berpeluang memberi gelar Eropa lagi kepada timnya.

Mircea Lucescu, pelatih Shakhtar, lebih tahu karakter klub-klub Jerman karena pengalamannya membesut timnas Rusia, Galatasaray, Besiktas, dan Inter Milan.

Schaaf tahu yang terpenting bagi timnya menghadapi laga ini adalah tidak meremehkan lawan. Lucescu yakin timnya tidak lagi merasa rendah diri menghadapi tim-tim elite Eropa Barat, setelah mampu mengalahkan Barcelona 3-2 di Camp Nou dalam laga Grup C Liga Champions musim ini.

Pelatih asal Rumania itu juga yakin Shakhtar akan bisa mengatasi tekanan Sukru Saracoglu, stadion berkapasitas 53 ribu kursi, yang akan dipadati fans Werder Bremen. Fans Shakhtar diperkirakan hanya akan mengisi kurang dari dua ribu kursi stadion itu.

Werder dan Shakhtar akan turun dalam laga ini dengan kondisi berbeda. Schaaf akan kehilangan banyak pemain intinya; Diego Ribas Hugo Almeida terkena larangan berlaga akibat akumulasi kartu kuning.

Claudio Pizarro dan Markus Rosenberg mengalami cedera lutut dan engkel ketika Werder Breman dikalahkan Karlsruhe, tim terdegradasi di Bundesliga, Sabtu lalu. Naldo masih harus berjuang untuk fit. Sedangkan defender Per Mertesacker absen sampai akhir musim usai operasi engkel.

Shakhtar hanya akan kehilangan gelandang bertahan Tomas Huebschman, yang terkena larangan berlaga akibat akumulasi kartu. Lucescu memiliki banyak opsi untuk mengatasi kehilangan Huebschman, dan yakin kekuatan lini belakangnya tidak akan berkurang

Lucescu dipastikan sangat mengandalkan Darijo Srna, gelandang veteran asal Kroasia, untuk memimpin lini tengah. Ia juga akan berharap banyak pada produktivitas Luis Fernandinho, dan da Silva Luiz Adriano.

Sedangkan Schaaf diperkirakan akan menurunkan Mesut Ozil sebagai pengganti Diego Ribas. Ozil keturunan Turki yang lebih memilih menjadi warga negara Jerman, tapi dia masih memiliki keluarga di Istanbul.

Ozil yakin publik Istanbul akan mendukung Werder Bremen, karena tidak ada pemain Turki di Shakhtar.

Perkiraan Susunan Pemain:

Werder Bremen: Tim Wiese, Sebastian Boenisch, Clemens Fritz, Petri Pasanen, Niklas Andersen, Mesut Ozil, Alexandros Tziolis, Torsten Frings, Frank Baumann, Aaron Hunt, Pascal Testroet.

Shakhtar Donetsk: Andrei Pyatov, Artem Fedetskyy, Razvan Dinca Rat, Dmytro Chigrinsky, Rodrigues Jadson, Mykola Ischenko, Darijo Srna, Oleksiy Gai, Luis Fernandinho, Junior Ilsinho, da Silva Luiz Adriano.[ad#ijo]
Oleh Aditya Ramadhan