Masa depan Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia Depok (Persikad) yang tak menentu membuat para pemain Persikad nekat mendatangi Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail di Balaikota Depok, Senin (18/5/2009).

Namun keinginan para pemain Persikad itu tidak kesampaian karena mereka tidak membuat janji terlebih dulu dengan Walikota Depok. Menurut informasi terakhir, para pemain Persikad tersebut yang ingin bertemu dengan Walikota Depok sempat tertahan di luar kantor Walikota Depok karena tidak mempunyai janji untuk bertemu.[ad#ijo]

Untuk menenangkan keadaan petugas Satpol PP berusaha menyalurkan aspirasi para pemain Persikad dengan membawa mereka ke bagian protokol. Meski begitu pemain Persikad tetap tak bisa menemui Walikota Depok. Alasannya prosedur harus tetap ditempuh.

Manajer Persikad Adi Gunaya menjelaskan kepada anak asuhnya itu agar tenang dan tetap mengikuti prosedur untuk menemui Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail. “Para pemain Persikad ingin beraudensi dengan Pak Wali untuk menanyakan masa depan Persikad dan meminta gaji dibayarkan,” kata Adi Gunaya.

Adi mengatakan, untuk memenuhi prosedur yang berlaku maka pihaknya akan membuat surat permohonan audensi dengan Nur Mahmudi Ismail. Surat itu akan dilayangkan, Selasa (19/5/2009).

Lebih lanjut Adi menjelaskan, para pemain itu ingin berdialog dengan Walikota Depok dengan harapan Nur Mahmudi Ismail dapat memberikan solusi yang berarti. Sebab hingga saat ini meski Persikad dijual Rp 10 miliar belum ada pihak yang berminat.

“Persikad ini kan aset Pemkot. Kami sudah berupaya menyelamatkan Persikad dengan menjual. Tapi belum ada yang menawar. Kami berharap Walikota dapat memberikan solusi cepat untuk membuat Persikad tetap berkibar,” tandasnya.
(van) [ad#link_unit]