Para pemain Persiba Bantul tampaknya semakin optimis bertarung di Grup L, babak delapan besar Divisi Utama di Malang. Jelang keberangkatan ke Kota Apel tersebut, Kahudi Wahyu dkk mendapatkan suntikan moral dari General Manager Idham Samawi yang juga menjanjikan pemberian bonus.

Meski, untuk besaran bonus tersebut, manajemen belum bersedia membeberkan. Tapi, perjuangan Pasukan Merah jika sukses menembus semifinal, pengurus tetap berkomitmen akan menghargainya.
[ad#link_unit]
Kabar positif dari manajemen tersebut, pun memantik motivasi punggawa The Reds mempersembahkan hasil akhir yang menggembirakan. Mereka bertekad dapat menahan seri tuan rumah Persema Malang di laga perdana Senin (18/5).

Keseriusan pengurus menggenggam satu tiket ke semifinal ini, kemarin terlihat dari keberangkatan Skuad The Reds lebih awal. Kemarin, Pasukan Merah sampai di Malang pukul 10.00 WIB. Agar, tim besutan Nandar Iskandar tersebut dapat lebih lama beristirahat.

“Sesuai dengan rencana semula, jika kami main di Pulau Jawa karena lebih mengenal tempatnya kami putuskan berangkat lebih awal. Supaya pemain tidak terlalu lelah,”tutur Wikan Werdokisworo, sekretaris tim, kemarin, dihubungi Koran ini.

Fisik memang menjadi salah satu faktor penting bagi semua tim yang berlaga di babak delapan besar. Lantaran, sisa waktu dari kompetisi reguler tidak cukup untuk mengembalikan kebugaran pemain.

Tak ingin gagal di partai perdana menghadapi tuan rumah, keberangkatan Pasukan Merah kemarin pun disertai seluruah awak pemain, perangkat tim dan medis.”Kami ingin persiapan sebelum melawan Persema benar-benar matang,”sambungnya.

Jelang pertandingan pertama Senin nanti, kabar buruk menerpa punggawa tim pujaan Paserbumi ini. Yaitu mengenai absentnya, sang kapten Kahudi Wahyu kala bersua tim tangguh, tuan rumah. Selain Kahudi, penyerang lokal, Feri Setyawan juga belum menunjukkan tanda-tanda kesembuhan cidera engkelnya.

Pemain lain yang digadang-gadang menggantikan peran Kahudi, Doni Saferi malah kembali merasakan sakit di otot pangkal pahanya. Ia pun dilatihan terakhir sebelum berangkat ke Malang, latihan terpisah dari rekan-rekannya.

Doni sendiri ketika ditemui Koran ini, menuturkan hanya menjaga kondisinya dari latihan berat. Ia berharap ketika dipercaya pelatih turun menjaga pertahanan dari gempuran anak-anak Laskar Ken Arok, rasa sakitnya tidak mengalami masalah.

“Tadi aja sakitnya kambuh lagi. Paling besok untuk istirahat sama dipijat mas Landung (massage, red) sudah hilang,”paparnya.

Dengan kondisi yang tidak menentu tersebut, sang tactician Nandar, mengaku sudah mengantisipasinya jauh-jauh hari. Ia masih memiliki beberapa alternatif pengganti pemainnya yang tidak bisa dimainkan.

“Situasi seperti sudah saya pikirkan. Untuk posisi depan, ada tiga pemain yang bisa mengisi yaitu, Seto, Ugik Sugiyanto dan Johan Manaji. Sedang di belakang, kami masih cukup banyak stock pemain,”tegasnya. [eri/jawapos][ad#ijo]