Persitara akhirnya lolos ke babak 8 besar Copa Indonesia 2008/2009 setelah berhasil mengalahkan Persebaya 4-1, Rabu, 13 Mei 2009. Kemenangan Laskar Si Pitung tidak lepas dari penampilan gemilang ujung tombak, Rahmat Rivai.

Pochi-sapaan akrab Rahmat Rivai- berhasil mencetak hattrick pada pertandingan ini, yakni pada menit ke-50, 55, dan 82. Sedangkan satu gol Persitara lainnya dicetak oleh Prince Kabir Bello pada menit ke-63. Gol Persebaya sendiri dicetak oleh Mourad Fariz pada menit ke20.
[ad#ijo]
Pada leg pertama babak 16 besar, Persitara tumbang 0-2 di tangan Persebaya. Dengan kemenangan ini, Persitara berhasil unggul agregat 4-3 atas Persebaya sekaligus memastikan tempat di babak 8 besar.

Leg kedua babak 16 besar ini digelar di Stadion Stadion Wisnusaputra, Kuningan, Jawa Barat dalam kondisi lapangan becek. Akibatnya, kedua tim cukup kesulitan untuk mengembangkan permainannya.

Persitara yang tertinggal 0-2 di leg pertama mencoba mengambil inisiatif menyerang. Sayang, serangan John Tarkpor cs selalu kandas di kaki pemain-pemain belakang Persebaya yang dikomandoi oleh Bobby Satria.

Lapangan yang becek juga menghalangi penyerang-penyerang Laskar Si Pitung untuk berkreasi. Tak jaranga bola serangan yang dibangun oleh Rahmat Rivai, Prince Kabier Bello, dan John Tarkpor kandas di genangan air.

Persebaya sendiri juga tampil menyerang. Meski unggul 2-0, pasukan Arcan Iurie masih bernasfsu untuk mencetak gol. Lewat kepiawaian Andik Firmansyah, Green Force beberapa kali mengancam gawang Persitara.

Pemain Persebaya asal Maroko, Mourad Fariz menjadi mimpi buruk bagi Persitara. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti memanfaatkan tendangan bebas di menit ke-20 tak mampu dijinakkan oleh kiper Persitara, Ronny Tri Prasnanto. Skor pun berubah menjadi 1-0.

Persitara mencoba mengejar di sisa waktu yang ada. Namun hingga jeda pertandingan, tak satu pun serangan tuan rumah yang menghasilkan gol dan skor tetap bertahan 1-0 untuk Persebaya.

Ketinggalan 0-1 membuat kerja pemain-pemain Persitara di babak kedua kian berat. Pasalnya, di babak kedua Laskar Si Pitung harus mampu mengejar devisit 3 gol untuk bisa lolos ke babak 8 besar.

Babak Kedua

Memasuki babak kedua serangan Persitara semakin bervariasi. Pergerakan ujung tombak Si Pitung Rahmat Rivai juga lebih liar dibanding babak pertama.

Setelah beberapa kali tak berhasil menjebol pertahanan Persebaya, Rahmat Rivai akhirnya mendapat ruang tembak di kotak penalti Persebaya pada menit ke-50 setelah mendapat umpan dari Banaken Bossoken.

Kesempatan ini tak disia-siakan oleh striker yang akrab dijuluki Pochi itu. Tendangan kerasnya ke sisi kanan gawang Persebaya tak mampu dibendung oleh Endro Prasetyo. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Lima menit berselang, Pochi kembali merobek jala Persebaya. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti kembali gagal dibendung Endro. Skor pun berbalik 2-1 untuk Persitara.

Selepas dua gol Persitara, pertarungan mulai berjalan dalam tensi tinggi. Kedua tim yang tak ingin kebobolan menerapkan sistem pertahanan sapu bersih.

Insiden perkelahian bahkan sempat mewarnai pertandingan. Pemain belakang Persitara, Regi Radityo dan pemain depan Persebaya Jairon Feliciano baku hantam di menit ke-59.

Wasit Jajat Sudrajat yang memimpin pertarungan langsung mengganjar keduanya dengan kartu merah.

Kehilangan satu pemain tak mengendurkan semangat Persitara. Bahkan di menit ke-63, Prince Kabier Bello berhasil mencetak gol ketiga bagi timnya melalui sebuah tandukan memanfaatkan sepak pojok.

Gol yang dicetak Bello membuat skor berubah menjadi 3-1 dan agregat menjadi 3-3.

Persebaya mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun serangan Andi Odang dan Batoum Roger di babak kedua selalu kandas di kaki pemain belakang Persitara.

Sebaliknya, Persitara akhirnya memastikan diri lolos ke babak 8 besar setelah Pochi mencetak hattrick pada menit ke-82 memanfaatkan bola rebound hasil tendangan John Tarkpor. Skor pun berubah menjadi 4-1 dan Persitara unggul agregat 4-3 atas Persebaya. [marco tampubolon/vivanews]
[ad#ijo]