Tiket menjadi tuan rumah babak delapan besar Divisi Utama 2008/2009 sudah di tangan Persema. Tapi, itu bukan jaminan bagi tim berjuluk Laskar Ken Arok tersebut pongah karena kans menembus empat besar terbentang lebar.

Masih banyak kelemahan yang harus dibenahi guna mewujudkan ambisi menembus Super League musim depan. Apalagi, I Komang Putra dkk tampil amburadul dalam laga terakhir melawan PSIM Jogja di Stadion Gajayana, Malang, 10 Mei lalu.
[ad#ijo]
Karena itu, gerak cepat dilakukan Subangkit, pelatih Persema, untuk membenahi jelang tampil perdana delapan besar menjamu Persiba Bantul (18/5). ‘Saya harus segera melakukan perbaikan, meski Persiba pernah kami kalahkan,’ kata Subangkit kemarin (13/5).

Memang, di kompetisi reguler lalu, Persiba dihantam 4-0 di Stadion Gajayana. Namun, fakta itu tidak bisa dijadikan patokan oleh Subangkit. Alasannya, nuansa kompetisi reguler dengan babak delapan besar jauh berbeda.

Kesiapan mental pemain melakoni babak menentukan menuju juara tersebut juga cukup penting. Karena itu, lini per lini bakal dievaluasi secara total.

Dari semua lini tersebut, sektor belakang tentu mendapat prioritas pembenahan. Terutama menghadapi laga perdana, Subangkit tidak ingin gawang timnya kebobolan. Apalagi tim asuhannya sampai kalah. Sebab, hasil laga perdana nanti berpengaruh pada laga berikut.

Di lini belakang memang sudah ada empat pemain pilar yang siap turun. Yaitu, Aris Budi Prasetyo, Semme Pierre Patrick, Munhar, dan Harry Saputra. Namun, kekompakan mereka perlu terus diasah. Sebab, sedikit kesalahan lini belakang akan selalu berakibat fatal.

‘Saya sudah memberi latihan khusus pada keempat ini mulai Rabu pagi,’ tegas Subangkit.

Sama dengan lini belakang, sektor depan dinilai masih minim komunikasi antara Brima Pepito dan Harmoko. Keduanya kerap menempati posisi yang sama. Karena itu, saat menerima bola di depan gawang, keduanya justru saling berebut. Kondisi tersebut dimanfaatkan pemain belakang lawan untuk mencuri bola.

Menurut Subangkit, khusus lini depan, belum ada pilihan lain untuk mengganti pasangan Brima Pepito dan Harmoko. Sebab, performa striker lain, yakni Jaya Teguh Angga, belum membaik. Mental bertandingnya juga belum meningkat. Padahal, mental tanding sangat penting bagi striker untuk bisa mencetak gol.

‘Ini memang tugas saya. Saya optimistis lima hari ini semua persoalan di kubu Persema sudah beres,’ tegasnya. [yon/abm/diq/jawapos][ad#ijo]