gif-animation-191113
Kompetisi “profesional” Indonesia musim ini hendak berakhir. Baik itu untuk level Djarum Indonesia Super League (DISL) maupun Divisi Utama. Seiring bakal berakhirnya kompetisi, kabar sumir mulai beredar. Kabar itu terkait tidak adanya degradasi.

PSSI membantah isu miring tersebut. Otoritas sepak bola nasional itu menyebut bahwa promosi dan degradasi tetap berlaku sesuai aturan. “Mekanisme degradasi dan promosi tetap berlaku sesuai aturan. Dan hal itu sudah ditegaskan dalam Raparnas 2009,” kata Mafirion, anggota komite eksekutif sekaligus juru bicara PSSI.

[ad#oke]

Pria asal Riau itu menuturkan bahwa untuk ISL tersedia tiga tiket promosi secara langsung serta satu tiket playoff. Sedang kuota yang terdegradasi juga tetap tiga tim di posisi terbawah klasemen. Mafirion menambahkan bahwa proses yang saya juga berlaku di Divisi Utama.

Hanya, jumlahnya berbeda. Tim yang terdegradasi dari Divisi Utama ada tiga tim. Tim yang terdegradasi pun sudah ada yakni PSP Padang, Persibat Batang, dan Persekabpas Pasuruan. Mereka menyusul Persegi Gianyar, Persma Manado, Persmin Minahasa, Persiter Ternate, dan Persidago Gorontalo. “Sedang tim yang promosi ada sepuluh tim,” ujar Mafirion.

Menurut Mafirion tim yang promosi ke Divisi Utama itu antara lain Mojokerto Putra, PPSM Sakti Magelang, Persiram Raja Ampat, Persires Rengat, Persidafon Dafonsoro, dan PS Banyusin. Selain itu juga Persipro Probolinggo, PSBI Blitar, serta Persipasi Bekasi.

“Kenapa yang naik sepuluh? Sebab, Divisi Utama musim depan diisi 36 tim yang dibagi tiga wilayah. Keputusan itu kami ambil atas dasar kesulitan dana yang melanda tim-tim. Untuk mengurainya, kami membagi tiga wilayah dengan pendekatan geografis,” dalih Mafirion.

Penggelembungan jumlah kontestan tak hanya terjadi di Divisi Utama, divisi di bawahnya pun terjadi penambahan peserta. Divisi I misalnya. Musim depan bakal dihuni 66 tim. Jumlah itu bertambah 18 dari kursi musim 2008/2009. Musim lalu, kuota Divisi I adalah 48 tim.

Divisi II pun jumlahnya melonjak. Dari 85 pada musim 2008/2009 menjadi 100 untuk kompetisi 2009/2010. Sedang Divisi III jumlahnya tak terbatas. “Itu sudah menjadi keputusan dalam Raparnas 2009,” tutur Mafirion

jadi inget 7 keajaiban sepakbola indonesia
1. KETUA UMUM TERPIDANA
2. KOMDIS VERSUS KOMDING
3. KOMPETISI TANPA KONSISTENSI
4. TONTONAN BERESIKO TINGGI
5. PEMBINA TANPA PEMBINAAN
6. PROFESIONAL TERGUGAT
7. SUPORTER KAMBING HITAM