Tim Persis Solo yang baru saja mengakhiri kompetisi Liga Indonesia Divisi Utama segera dibubarkan. Namun para punggawa Laskar Sambernyawa, julukan Persis, saat ini masih menunggu hak-hak yang belum mereka terima.

Oleh sebab itu, meski tim asuhan pelatih Eduard ”Edu” Tjong ini sudah tidak berlatih lagi, para pemain masih bertahan di mes. ”Pihak manajemen memang menyuruh para pemain tidak meninggalkan mes dulu. Karena seperti diucapkan Bram (Sekretaris Manajer Persis, Abraham ”Bram” EWT-red) dalam waktu tiga empat hari ini menajemen kan akan memenuhi kewajibannya,” ujar Edu di Solo, Senin (11/5).
Seperti diwartakan dalam harian ini Bram mengatakan dengan selesainya kompetisi Divisi Utama, tim Persis segera dibubarkan. ”Dalam waktu dekat ini tim akan segera dibubarkan. Karena itu kami berterima kasih kepada seluruh pihak di antaranya pemain, Panpel, suporter, aparat keamanan dan sebagainya yang telah ikut membantu kami,” katanya.
Ditanya soal kewajiban manajemen terhadap pemain di antaranya soal gaji, bonus dan sebagainya, Bram menyatakan tetap akan mengusahakan. ”Dalam waktu dekat ini kami akan memenuhi kewajiban itu,” janjinya menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers seusai laga pamungkas Persis versus PSIR Rembang (SOLOPOS, 11/5).
Lebih lanjut Edu pernah menjadi gelandang Arseto Solo itu mengaku lega karena Persis terhindar dari degradasi. Menurutnya, perjuangan Persis menghindarkan diri dari jurang degradasi cukup melelahkan. ”Saya sekarang sudah bisa tidur sore hari,” ujar dia sambil tersenyum.
Ditanya kesediaannya jika ditawari menangani Persis pada kompetisi mendatang, Edu mengaku hal itu belum terpikirkan. Saat ini dia masih menikmati keberhasilan Laskar Sambernyawa tetap bertahan di Divisi Utama.
Secara terpisah, Sekretaris Pengcab PSSI Persis Solo, Ruhban Ruzziyatno menilai kiprah Persis di kompetisi Divisi Utama musim ini cukup berhasil. ”Menurut saya ini cukup berhasil karena Persis tidak didukung dana APBD dan masih bisa eksis dan bertahan di Divisi Utama,” papar dia. – Oleh : ian