Kemenangan sukses diraih PSS Sleman kala menjalani laga terakhir di Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, kemarin. Menjamu Persiku Kudus di Stadion Maguwoharjo, Elang Jawa menang besar 3-0. Tiga gol dibuat Slamet Nurcahyo, Busari dan Kukuh.

Beberapa jam setelah kemenangan tersebut, skuad PSS 2008-2009 langsung dibubarkan. Pembubaran tersebut dilakukan di RM Pring Sewu, Jl Magelang. Hadir dalam pembubaran itu pengurus dan manajemen PSS seperti Djoko Handoyo, Djoko Waluyo, Bambang Nurdjoko, jajaran pelatih dan pemain serta Ketua Slemania, Supriyoko.

PSS sendiri menjalani laga terakhirnya di kompetisi dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi. Kondisi ini memang dikhawatirkan Pelatih PSS, Maman Durachman. Akibat kondisi ini, para pemain PSS tidak mampu memaksimalkan sejumlah peluang. Terhitung 11 tendangan para pemain PSS melenceng dari gawang Persiku. Rasa percaya diri yang berlebihan ini hampir membuat PSS melewati babak pertama dengan hasil 0-0.

Namun, beberapa saat jelang turun minum gelandang lincah PSS, Slamet Nurcahyo, memecahkan kebuntuan dengan tendangan volinya. Sepakan pemain yang awal putaran kedua ini nyaris bergabung dengan Persema Malang itu membuat PSS unggul 1-0 di babak pertama. Di babak kedua, Macan Muria Persiku Kudus melakukan sejumlajh pergantian. Pelatih Persiku, Kasiyadi, mengganti Suprapto dengan Arip Fatchul dan menarik keluar penjaga gawang Johanes Petrus yang digantikan M. Anwar.

Pergantian pemain di kubu Persiku ini sempat merepotkan PSS. Agus Purwoko cs juga tidak mampu menembus pertahanan Macan Muria. Kondisi ini membuat Maman mengambil inisiatif dengan menarik Eka Santika yang digantikan dengan Basri pada pertengahan babak kedua.

Penggantian ini ternyata sangat tepat, sebab pada menit ke-81, atau 18 menit setelah penggantian, umpan yang diberikan Basri berhasil dilanjutkan oleh Busari masuk ke gawang, menyebabkan PSS semakin jauh meninggalkan Persiku dengan angka 2-0.

Kemenangan Cahyo dkk semakin sempurna dengan tendangan bebas dari Kukuh, lima menit sebelum wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir. Pertandingan terakhir bagi PSS ini akhirnya dimenangkannya dengan skor 3-0.

Maman mengakui ia sempat kecewa dengan anak asuhnya yang membuang banyak peluang gol hanya karena masing-masing ingin mencetak gol sendiri-sendiri. Menurutnya, ini terjadi karena anak didiknya menganggap remeh lawan dari Kota Kretek ini, namun akibatnya, mereka sendiri yang kesusahan mencetak gol pada babak pertama.

“Namun kemenangan ini menjadikan akhir permainan tim kebanggaan Slemania ini menjadi happy ending. Ini menjadi persembahan terakhir untuk para pendukung setianya, Slemania,” pungkasnya. (Nina Atmasari HARIAN JOGJA)

Sumber http://slemania.or.id/news/detail.php?id=22108