Ideologi sepakbola

Kesantunan seseorang tak dinilai dari perlakuan dia terhadap temannya, tapi terhadap lawannya. Demikian bunyi sebuah pepatah klasik yang bisa berlaku di sepakbola. Secara tradisional Itali adalah lawan yang paling disegani jerman, di depan pemain italia, pemain jerman sering merasa minder sebab dibenak mereka selalu terpatri bahwa orang italia selalu lebih baik, lebih kreatif, lebih cerdik, lebih necis, sebaliknya orang italia selalu menghormati il spirito tedesco semangat khas jerman. Dimanapun gli azzuri bertemu der panzer gengsinya terjamin membara. Bukan perihal menang kalah, tetapi soal gengsi, pertaruhan ideologi bangsa semata. Dalam kadar tertentu, bisa terjadi pada indonesia dan Malaysia sepakbola bukan melulu di tas rumput hijau.Globalisasi Sepakbola

Masterplan bisnis kaum yahudi, salah satu berbunyi “jika bisa menguasai London, maka akan menguasai dunia.” Maka sudah bisa ditebak mereka akan selalu memilih London untuk berbisnis sepakbola, sebab di New York atau Paris, dia tidak akan menguasai dunia lewat sepakbola.

Uang dan sepakbola, sebuah perkawinan yang hebat yang belakangan ini makin di idam – idamkan para miliuner Yahudi. Hal inilah yang meotivasi Roman Abrahamovich dan Malcom Glazer, pemilik dua klub terkuat eropa saat ini. Gara – gara kepintarannya, dengan mudah dan dari jauh pula, mereka bisa merogoh isi dompet kita untuk berlangganan tv kabel.

Memahami Sepakbola

Selain uang sepakbola adalah simbol nasioalisme, politik, kultur, ekonomi, bahkan peradaban dunia yang memakai kata globalization dan civilzation namun karena memang dari sananya sepakbola di identikkan dengan budaya eropa, maka hal itu bisa menjadi sulit. Misalnya bagi orang – orang Amerika kala coba memahaminya.

The clash of civilizations dan the remaking world order buku terkenal Samuel Huttington yang mengupas skenario akbar peperangan peradaban masa depan dunia. Seolah kurang sempurna sebab tak menyinggung kedahsyatan efek permainan super global ini.

Beruntung kemudian muncul karya Franklin Foer How Soccer explain the world the unlikely theory of globalization yang seolah – olah melengkapinya. Jika ingin memahami lebih dalam, maka anda wajib memiliki buku ini untuk masuk dalam panggung drama sepakbola di berbagai pelosok dunia termasuk indonesia Sepakbola akan mengajarkan arti kemanusiaan

(tulisan diambil dari cover belakang buku Drama itu bernama Sepakbola)