Seharusnya supporter memberikan hal-hal yang positif bukan yang negatif. Seharusnya supporter memberikan spirit bagi klub kesayangannya. Seharusnya supporter yang membangunkan ketika klub kesayangannya tertidur sehingga tidak ada prestasi yang diraihnya.

Begitulah seharusnya peran supporter. Bukan malah sebaliknya. Bukan suporter yang baik apabila selalu membuat susah klubnya. Sangat saya ragukan pula dia seorang suporter yang baik ketika dengan sengaja dan niatan yang sadar rela merusak stadion tempat klub kesayangannya bermain. Bayangkan kita merasa dan mengaku cinta kepada klub kesayangan kita, tetapi disatu sisi kita membuat yang kita cintai itu terlukan dan tersakiti. Relakah kita membuat sesuatu yang kita cintai itu dikenai hukuman yang dengannya akan semakin menimbulkan kerugian? Saya rasa kita sepakat tidak.
Maka apabila kita masih suka membuat kesan yang tidak baik dan terus negative kepada klub kesayangan kita maka seharusnya itu sudah dirubah. Berikanlah wajah yang lebih baik yang dengannya klub kebanggaan kita dicintai tidak hanya oleh lingkungan sekitar tetapi juga oleh masyarakat luar. Jangan sampai orang mencibir klub kesayangan kita ketika sedang bertanding akibat ulah suporter fanatiknya yang selalu membuat kaributan dan keonaran.

Seharusnya kita memahami bendera Fair Play yang selalu diusung setiap kali pertandingan akan dimulai. Bagi saya slogan itu tidak hanya sekdear kosong tanpa makna. Tidak seperti slogan partai politik yang selalu membuat kita tertarik tapi selalu jauh panggang dari pada api.

Ya, slogan itu adalah amanat. Yang namanya amanat adalah sesuatu yang wajib untuk ditaati, apalagi ketika amanat itu tidak sekalipun bertentangan dengan prinsip sosial dan agama yang ada di masyarakat. Ini yang harus kita pahami. Kalimat Fair Play tidak hanya berlaku bagi para pemain sepakbola dilapangan, tetapi juga menjadi nyawa bagi insane sepakbola seluruhnya. Gak perduli pemain, wasit, suporter maupun aparat pertandingan lainnya.

Kita sering berteriak-teriak tentang prestasi timnas kita. Tetapi pernahkan kita berpikir tentang prestasi yang telah kita raih? Tolong camkan ini, walaupun sepakbola adalah olahraga yang mayoritas di sukai dan digemari ini tetapi tidak sedikit pula yang membenci olahraga ini. Mereka yang membenci utamanya setelah melihat perilaku para suporter di negeri ini yang selalu membuat susah dan repot orang banyak.
Jadi harus berapa banyak slogan penuh kebaikan, kalo apa yang dituliskan dan diikrarkan tidak sebanding dengan apa yang telah dilakukan. Seharusnya ini menjadi pekerjaan rumah bagi mereka-mereka yang mengaku sebagai pecinta sepakbola sejati. Ingat sekali lagi para pecinta tidak akan merusak dan menodai apa yang dicintainya. Meraka yang merusak dan menodai apa yang dicintainya sesungguhnya adalah para pecundang!

Di sebagian kasus kerushan anatar kelompok suportar juga terjadi akibat dendam yang memang sengaja dijaga dan diwariskan. Salah satu contoh adalah kaso salh satu kelompkk suporter di Tangerang yang mengajak untuk menghabisi salah satu kelompok suporter lainnya dan menjadikan mereka sebagai musuh abadi. Sungguh dengan begini semangat mereka yang baru bergabung akan rusak, padahal sesungguhnya mereka nggak punya maslah dan urusan sebelumnya.

Seharusnya suporter yang cerdas tidak anarkis. Suporter yang cerdas adalah suporter yang paham dan mengerti bagaimana menyalurkan fanatisme dan militansi yang mereka miliki. Mereka juga mengerti akan semangat olahraga. Ingat kompetsisi dibangun bukan untuk menyuburkan permusuhan. Kompetisi diadakan adalah untuk mencari yang terbaik dari yang baik.

oleh Akhmad syakib Super Depok