sepakbola indonesia semakin tidak jelas, pembatalan demi pembatalan membuat amburadulnya kompetisi, tidak hanya di ISL saja namun di divisi utama juga sering terjadi pembatalan. kasus teranyar adalah gagal digelar nya rematch Persis melawan Gresik United di mandala krida dikarenakan teror yang dilakukan brajamusti kepada para pemain persis.

Dua ratusan oknum suporter Brajamusti (pendukung PSIM) saat berlangsung technical meeting di kompleks Balai Kota Yogyakarta, Minggu (19/4) malam. Kelompok suporter yang pernah terlibat perkelahian dengan Pasoepati (pendukung Persis) di Solo pada 2003, tidak menghendaki laga ulang di Mandala Krida.

Perangkat pertandingan salah

ada semacam keanehan dari prangkat pertandingan di indonesia, partai partai ulang / tunda yang digelar di luar home base tim tuan rumah kadang asal main tunjuk saja. tidak melihat faktor2 non teknis lainnya terutama dari suporter.

di awal liga kita sudah disuguhi kecerobohan BLI menggelar pertandingan usiran persija vs persitara di stadion si jalak harupat padahal jelas notabene bandung jakarta berseteru.

kemudian ada lagi partai PSMS vs Persijap di gelar di Jatidiri semarang padahal Suporter jepara dan Semarang jelas punya garis permusuhan yang masih berkobar

dan yang terakhir partai Persis solo VS Gresik United di helat di mandala krida yang memang nota bene adalah kandang dari brajamusti yang punya hubungan “spesial” dengan pasoepati, kenapa partai itu tidak di maguwo harjo / sleman saja, atau di sultan agung / bantul mungkin

Ah… sepakbola kita memang aneh.