persikad66
Total football
, kita tahu, merupakan sebuah konsep sepakbola menyerang yang diciptakan oleh Rinus Michel ketika ia melatih kesebelasan sepakbola Belanda pada ajang Piala Dunia 1974. Konsep ini mengendaki agar setiap pemain melakukan mobilitas pergerakan yang amat tinggi, berganti dari satu posisi ke posisi lainnya secara rotatif (itulah mengapa ketangguhan fisik amat diperlukan dalam skema ini). Inti dasar lain dari konsep ini adalah, setiap pemain harus berfungsi menjadi penyerang, selalu mengalirkan bola ke arah lawan dengan penuh konsistensi. Filosofi dari permainanan ini adalah bahwa sepakbola itu harus menyerang. Total football is attacking football. Konsep ini menyebutkan pemain yang ada di lapangan boleh bergerak kemanapun dan turut membantu dalam penyerangan dan bertahan.

Tahun 1974, skema total football ini diperagakan dengan amat gemilang oleh tim nasional Belanda dibawah pimpinan sang kapten, Johan Cruyff. Semua pengamat bola di segenap penjuru dunia dibuat tertegun-tegun dengan pola dan kualitas permainan yang diperagakan oleh tim Belanda 74 ini. Hampir semua koran di dunia pada saat itu menyebutnya sebagai sebuah revolusi dalam sejarah permainan sepak bola.

Pada saat itu jelas strategi ini mampu mencengangkan banyak pihak dan analis sepakbola lainnya. Belanda menjadi tim yang dinamis dan enak ditonton, bayangkan hamper semuanya pemainnya punya peluang untuk meciptakan gol ke gawang lawan. Mungkin hanya penjaga gwang saja yang harus ngepos di tempatnya.

Strategi Rinus Michael saat itu benar-benar mendobrak pakem yang ada. Dia tetap pede melakukan itu semua, dan terbukti strateginya sampai sekarang terus bertahan bahkan menjadilebih berkembang. Kita bisa lihat klub seperti Arsenal menjadi lebih enak ditonton dengan strategi seperti itu.

Apa yang dilakukan oleh Rinus Michael, mengajarkan kepada kita untuk lebih bereksplorasi dalam kehidupan. Kita jangan hanya terpaku dengan pakem yang ada, sekali-kali cobalah berpikir diluar kotak, jangan selalu mengikuti alur pemikiran orang. , walau saya sendiri tidak suka, berhasil meyakinkan warganya bahwa perang itu ‘asyik’ dan rakyat Amerika benar-benar berhasil dicuci otaknya dari yang semula enggan atau menolak perang menjadi pendukung perang itu sendiri. Walau dikemudian hari mereka menyesalinya.

Kita suka menjadi pengikut daripada menjadi ikutan orang. Selalu ada kata ragu dan takut ketika kita akan mengeluarkan ide-ide yang brilian. Hingga akhirnya seseorang memakai ide kita sendiri dan kita berkata, ‘sebetulnya itu udah gw pikiran jauh-jauh hari’ nah, kalau beginikan kita hanya menjadi penyesal seumur hidup.

Sebetulnya nggak salah untuk mencoba ssuatu yang kita yakini itu benar dan memang tidak melenceng. Yang salah adalah ketika kita tidak mencoba dan hanya mendiamkan itu saja. Kita biasanya menyimpan dan nggak perduli dengan ide-ide yang seharusnya menjadi brilian, tetapi malas kita olah.

Sesungguhnya ketakutan itu adalah sesuatu yang wajar. Tetapi, jangan sampai ketakutan itu kita jadikan alasan untuk tidak bertindak. Seharusnya ketakutan itu malah menjadikan kita lebih semangat dan semangat lagi. Ambil contoh ketika anda takut miskin akan membuat anda bekerja hingga tidak jatuh miskin. Begitu juga ketika anda takut tidak naik kelas, maka anda akan belajar hingga menjadi pintar dan pandai. Jadi seharusnya rasa takut itu mendorong kita untuk melakukan respon yang lebih baik.

di tulis oleh ahmad syakib = super depok / persikad