TAHUN 1986 merupakan tahun gemilang bagi persepakbolaan Meksiko, tuan rumah Piala Dunia waktu itu. Namun, bintang turnamen itu justru berasal dari Argentina, yakni sang kapten Diego Maradona. Pada tahun itu, Maradona meraih puncak kariernya di pentas internasional disertai kontroversi gol “Tangan Tuhan”.

Tuan rumah Piala Dunia ke-13 sebetulnya diserahkan kepada Kolumbia. Karena masalah keuangan di negara tersebut, FIFA kemudian memindahkannya ke Meksiko. Dalam hal infrastruktur, Meksiko yang pernah menjadi tuan rumah 16 tahun sebelumnya dianggap lebih siap dibanding calon lain yakni Kanada dan Amerika Serikat. Delapan bulan sebelum penyelenggaraan PD 1986, negara di Amerika Utara itu sempat diguncang gempa bumi yang menewaskan 20.000 orang. Untunglah gempa ini tak merusak 12 stadion tempat penyelenggaraan turnamen.

Tiga negara menjalani debut mereka di putaran final, yakni Kanada, Denmark, dan Irak. Kanada dan Irak tersingkir di fase grup, demikian pula dengan kontingen Korea Selatan, yang sempat mengundang decak kagum lewat tendangan-tendangan jarak jauh para pemainnya. Denmark dengan duo pemain depan Michael Laudrup dan Preben Elkjaer-Presen membuat kejutan dengan menguasai Grup E, salah satunya dengan menekuk runner-up Jerman Barat di fase grup.

Pada turnamen kali ini, FIFA kembali memberikan peraturan baru di mana empat tim terbaik yang menduduki peringkat ketiga di masing-masing grup boleh ikut ke fase knock out bersama 12 tim yang menjadi juara dan runner-up grup. Berkat aturan ini, Belgia, Polandia, Bulgaria, dan Uruguay berhak lolos ke 16 besar. Belgia bahkan berhasil melangkah ke semifinal dengan menekuk Uni Soviet di perdelapan final dan menang adu penalti lawan Spanyol di perempat final.

Kejutan juga dibuat oleh Maroko. Mereka menjadi negara pertama dari Afrika yang berhasil lolos ke fase knock out setelah menjadi pimpinan Grup F. Di babak 16 besar, langkah mereka langsung terhenti oleh Jerman Barat. Jerman pula yang menyingkirkan tuan rumah Meksiko dalam laga alot di perempat final. Di babak ini pula, terjadi persaingan alot oleh setiap kontestan. Dari empat laga yang berlangsung, hanya partai Argentina versus Inggris yang berakhir dalam waktu 90 menit. Partai lainnya harus diakhiri dengan adu penalti.

Argentina yang hanya sekali kalah pada laga kualifikasi kemudian menaklukkan Belgia di semifinal dengan skor akhir 2-0. Kedua gol dicetak oleh Maradona dan membuat jumlah golnya di turnamen tersebut menjadi lima gol. Jumlah gol Maradona itu rupanya masih kalah dari top scorer asal Inggris, Gary Lineker. Lineker kemudian mendapat penghargaan Sepatu Emas, tetapi Maradona menjadi Pemain Terbaik berkat lima gol dan lima assist-nya dalam tujuh laga waktu itu. Salah satu gol tersebut ia buat dengan menggunakan tangan kiri ke gawang Inggris yang dijaga oleh Peter Shilton pada perempat final.

Gol pembuka Maradona di pertandingan itu kemudian dikenang sebagai “la mano de Dios” atau gol “Tangan Tuhan”. Gol keduanya, tiga menit setelah gol pertama, tercipta melalui aksi solo run dari lapangan tengah, berbelok-belok mencari celah, sambil melewati lima pemain Inggris. Pada 2002, FIFA melakukan jajak pendapat dan menempatkan gol tersebut sebagai gol terbaik sepanjang abad.

Di final, Maradona tidak mencetak gol. “Albicelestes” memimpin 2-0 lebih dulu, tapi Jerman berhasil menyamakan skor. Enam menit menjelang bubar, Maradona memberikan assist cantik kepada Jorge Burruchaga dan terciptalah gol yang membawa armada Carlos Bilardo tersebut menjadi pemenang.
Maradona pun menjadi satu-satunya pemain yang begitu dominan dalam sejarah Piala Dunia.

Secara keseluruhan, tercatat 80 pemain mencetak gol di turnamen ini. Dari 132 gol, Argentina mencatat jumlah gol paling banyak yakni 15 gol, adapun Kanada menjadi satu-satunya tim yang sama sekali tak menjebol gawang lawan. Uni Soviet yang didominasi oleh pemain-pemain Dynamo Kiev mencatat skor terbesar pada penyisihan grup yakni saat mengalahkan Hungaria dengan 6-0.

Meksiko mengandalkan top scorer La Liga Spanyol, Hugo Sanchez, tapi dia justru menghabiskan banyak waktu untuk memprotes wasit dan melakukan pelanggaran yang tak perlu. Meski kalah di perempat final, “El Tri” memperlihatkan penampilan menawan dan itu merupakan penampilan terbaik mereka di Piala Dunia.

Jerman Barat, Inggris, dan Brasil masih seperti sebelumnya mengandalkan pemain-pemain bintang yang sudah menapak usia senja. Karl-Heinz Rummenigge, Michel Platini, dan Zico diberi kesempatan dalam laga terakhir mereka di Piala Dunia, tapi hanya Platini yang tampil cukup bagus. Rummenigge dan Zico berkutat dengan cedera lutut dan jarang bermain 90 menit penuh.

Platini dkk akhirnya bertemu Zico cs pada perempat final di Guadalajara. Platini berhasil menyamakan skor 1-1 dan pertandingan pun akhirnya harus dilanjutkan lewat adu penalti. Zico berhasil menunaikan tugas sebagai algojo, sementara Platini gagal mencetak gol dari titik putih. “Les Blues” akhirnya menang dan Platini pun bertemu Rummenigge cs di sermifinal.

Pemain termuda di turnamen ini adalah pemain tuan rumah F.J. Cruz, sedangkan pemain tertua adalah Pat Jennings, kiper Irlandia Utara. Itulah Piala Dunia terakhir bagi Jennings, tepat pada usia 41 tahun. Ia menjadi satu-satunya kiper yang pernah bermain dalam enam periode Piala Dunia.

Rekam pertandingan Piala Dunia 1986
Top skor
Gary Lineker (Inggris, 6 gol)
Diego Maradona (Argentina, 5 gol)
Careca (Brasil, 5 gol)
Emilio Butragueno (Spanyol, 5 gol)

Statistik Lain
Jumlah pertandingan 52
Total gol yang tercipta 132
Rata-rata gol per pertandingan 2,54
Kartu merah 8
Kartu kuning 137
Gol bunuh diri 1
Total penonton 2.407.431
Rata-rata penonton 46.297 per laga

Klasemen akhir Piala Dunia 1962

P W D L Goals Pts
1. Argentina C 7 6 1 0 14-5 13
2. Jerman Barat F 7 3 2 2 8-7 8
3. Perancis SF 7 4 2 1 12-6 10
4. Belgia SF 7 2 2 3 12-15 6
5. Brasil QF 5 4 1 0 10-1 9
6. Meksiko QF 5 3 2 0 6-2 8
7. Spanyol QF 5 3 1 1 11-4 7
8. Inggris QF 5 2 1 2 7-3 5
9. Denmark 2R 4 3 0 1 10-6 6
10. Uni Soviet 2R 4 2 1 1 12-5 5
11. Maroko 2R 4 1 2 1 3-2 4
12. Italia 2R 4 1 2 1 5-6 4
13. Paraguay 2R 4 1 2 1 4-6 4
14. Polandia 2R 4 1 1 2 1-7 3
15. Bulgaria 2R 4 0 2 2 2-6 2
16. Uruguay 2R 4 0 2 2 2-8 2
17. Portugal 1R 3 1 0 2 2-4 2
18. Hungaria 1R 3 1 0 2 2-9 2
19. Skotlandia 1R 3 0 1 2 1-3 1
20. Korea Selatan 1R 3 0 1 2 4-7 1
21. Irlandia Utara 1R 3 0 1 2 2-6 1
22. Aljazair 1R 3 0 1 2 1-5 1
23. Irak 1R 3 0 0 3 1-4 0
24. Kanada 1R 3 0 0 3 0-5 0

* Sistem poin yang dipakai pada Piala Dunia 1930 hingga 1990 adalah 2 untuk sebuah kemenangan dan 1 untuk seri.

Perjalanan Menuju Juara
Babak kualifikasi
GROUP A
Argentina
Italia
Bulgaria
Korea Selatan

GROUP B
Meksiko
Paraguay
Belgia
Irak

GROUP C
Uni Soviet
Perancis
Hungaria
Kanada

GROUP D
Brasil
Spanyol
Irlandia Utara
Aljazair

GROUP E
Denmark
Jerman Barat
Uruguay
Skotlandia

GROUP F
Maroko
Inggris
Polandia
Portugal

Perempat final
Brasil vs Perancis 1-1 (3-4 pen.)
Jerman Barat vs Meksiko 1-1 (4-1 pen.)
Argentina vs Inggris 2-1
Spanyol vs Belgia 1-1 (4-5 pen.)

Semifinal
Perancis vs Jerman Barat 0-2
Argentina vs Belgia 2-0

Perebutan peringkat tiga
Perancis vs Belgia aet 4-2

FINAL
Argentina vs Jerman Barat 3-2

[ad#twitter]

ITALIA sempat unggul 2-0 atas Brasil dalam hal koleksi gelar Piala Dunia. Namun, Brasil mampu mengejar dan unggul 3-2. Akhirnya, baru pada Piala Dunia 1982 Spanyol, Italia mampu berdiri sejajar dengan Brasil.

Sulit diduga Italia mampu melangkah sejauh itu. Pasalnya, di putaran kedua, mereka berada satu grup dengan Argentina dan Brasil. Namun, secara meyakinkan, mereka mengalahkan kedua wakil Amerika Selatan itu dan melaju ke semifinal.

Di babak empat besar, Italia kembali menemui ujian berat, yaitu menghadapi Polandia. Beruntung mereka memiliki Paolo Rossi. Di babak semifinal, Paolo Rossi mencetak dua gol yang menentukan kemenangan Italia 2-0 atas Polandia dan mengantar Italia ke final pertama mereka setelah 12 tahun.

Di final, mereka mengandaskan Jerman Barat 3-1. hasil itu membuat Italia dan Brasil sama-sama mengantongi tiga gelar juara Piala Dunia. Bedanya, karena Brasil lebih dulu mencapai gelar ketiga, mereka berhak mendapatkan Piala Jules Rimet.

Data & Fakta
Format: Sebanyak 24 tim yang terbagi rata dalam enam grup bermain di babak penyisihan pertama. Penghuni dua besar setiap grup masuk ke putaran kedua, di mana mereka terbagi dalam empat grup berisi masing-masing tiga tim. Pemenang setiap grup melaju ke babak semifinal

Peristiwa penting & unik:
*Pertama kalinya adu penalti digunakan untuk memutuskan hasil semifinal dan final.
*Akibat format pertandingan, Inggris dan Kamerun harus tersingkir, meski tak pernah menderita kekalahan.
*Dalam pertandingan antara Perancis dan Kuwait, pemain Kuwait memprotes gol Perancis. Menurut mereka, mereka berhenti bermain karena bunyi peluit wasit. Presiden Federasi Sepak Bola Kuwait, Pangeran Fahid, menghampiri wasit dan mengancam akan meninggalkan pertandingan. Wasit menarik keputusannya. Perancis sendiri menang 4-1. Wasit itu diskors dan Fahid didenda 14.000 dollar Amerika.
*Di babak semifinal, kiper Jerman, Harald Schumacher bertanggung jawab atas terjadinya salah satu pelanggaran paling keras, yaitu ketika ia keluar wilayah kekuasaannya dan memukul pemain Perancis, Patrick Battison sampai pingsan. Uniknya, wasit dan Schumacher tak bertindak apa-apa terhadap Battison yang tak sadarkan diri, sampai akhirnya ditarik dari lapangan. Akibat kejadian itu, Battison mengalami cedera tulang belakang dan beberapa giginya tanggal.
*Kapten Italia, Dino Zoff, berusia 40 saat turnamen itu dan menjadi pemain tertua yang menerima medali juara.
*Pemain Perancis, Alain Giresse mencetak gol pertama di babak adu penalti.
*Pemain Perancis, Bryan Robson mencetak gol ke gawang Perancis dalam waktu 27 detik.

Top skor

Gol Pen Main
Paolo Rossi 6 0 7
Karl-Heinz Rummenigge 5 0 7
Zico 4 0 5
Zbigniew Boniek 4 0 6
Laszlo Kiss 3 0 3

Perjalanan Menuju Final
GROUP A
Italia 0-0 Polandia
Peru 0-0 Kamerun
Italia 1-1 Peru
Polandia 0-0 Kamerun
Polandia 5-1 Peru
Italia 1-1 Kamerun

P W D L Goals Pts
1. Polandia 3 1 2 0 5-1 4
2. Italia 3 0 3 0 2-2 3
3. Kamerun 3 0 3 0 1-1 3
4. Peru 3 0 2 1 2-6 2

GROUP B
Jerman Barat 1-2 Aljazair
Cile 0-1 Austria
Jerman Barat 4-1 Cile
Aljazair 0-2 Austria
Aljazair 3-2 Cile
Jerman Barat 1-0 Austria

P W D L Goals Pts
1. Jerman Barat 3 2 0 1 6-3 4
2. Austria 3 2 0 1 3-1 4
3. Aljazair 3 2 0 1 5-5 4
4. Cile 3 0 0 3 3-8 0

GROUP C
Argentina 0-1 Belgia
Hungaria 10-1 El Salvador
Argentina 4-1 Hungaria
Belgia 1-0 El Salvador
Belgia 1-1 Hungaria
Argentina 2-0 El Salvador

P W D L Goals Pts
1. Belgia 3 2 1 0 3-1 5
2. Argentina 3 2 0 1 6-2 4
3. Hungaria 3 1 1 1 12-6 3
4. El Salvador 3 0 0 3 1-13 0

GROUP D
Inggris 3-1 Perancis
Cheska 1-1 Kuwait
Inggris 2-0 Cheska
Perancis 4-1 Kuwait
Perancis 1-1 Cheska
Inggris 1-0 Kuwait

P W D L Goals Pts
1. Inggris 3 3 0 0 6-1 6
2. Perancis 3 1 1 1 6-5 3
3. Cheska 3 0 2 1 2-4 2
4. Kuwait 3 0 1 2 2-6 1

GROUP E
Spanyol 1-1 Honduras
Yugoslavia 0-0 Irlandia Utara
Spanyol 2-1 Yugoslavia
Honduras 1-1 Irlandia Utara
Honduras 0-1 Yugoslavia
Irlandia Utara 1-0 Spanyol

P W D L Goals Pts
1. Irlandia Utara 3 1 2 0 2-1 4
2. Spanyol 3 1 1 1 3-3 3
3. Yugoslavia 3 1 1 1 2-2 3
4. Honduras 3 0 2 1 2-3 2

GROUP F
Brasil 2-1 Uni Soviet
Skotlandia 5-2 Selandia Baru
Brasil 4-1 Skotlandia
Uni Soviet 3-0 Selandia Baru
Uni Soviet 2-2 Skotlandia
Brasil 4-0 Selandia Baru

P W D L Goals Pts
1. Brasil 3 3 0 0 10-2 6
2. Uni Soviet 3 1 1 1 6-4 3
3. Skotlandia 3 1 1 1 8-8 3
4. Selandia Baru 3 0 0 3 2-12 0

Fase penyisihan grup (Penyisihan kedua)
GROUP A
Polandia 3-0 Belgia
Belgia 0-1 Uni Soviet
Polandia 0-0 Uni Soviet

P W D L Goals Pts
1. Polandia 2 1 1 0 3-0 3
2. Uni Soviet 2 1 1 0 1-0 3
3. Belgia 2 0 2 2 0-4 0

GROUP B
Jerman Barat 0-0 Inggris
Jerman Barat 2-1 Spanyol
Spanyol 0-0 Inggris

P W D L Goals Pts
1. Jerman Barat 2 1 1 0 2-1 3
2. Inggris 2 0 2 0 0-0 2
3. Spanyol 2 0 1 1 1-2 1

GROUP C
Italia 2-1 Argentina
Argentina 1-3 Brasil
Italia 3-2 Brasil

P W D L Goals Pts
1. Italia 2 2 0 0 5-3 4
2. Brasil 2 1 0 1 5-4 2
3. Argentina 2 0 0 2 2-5 0

GROUP D
Austria 0-1 Perancis
Austria 2-2 Irlandia Utara
Perancis 4-1 Irlandia Utara

P W D L Goals Pts
1. Perancis 2 2 0 0 5-1 4
2. Austria 2 0 1 1 2-3 1
3. Irlandia Utara 2 0 1 1 3-6 1

Semifinal
Polandia 0-2 Italia
Jerman Barat 3-3 Perancis (5-4 adu penalti)

Perebutan peringkat tiga
Polandia 3-2 Perancis

FINAL
Italia 3-1 Jerman Barat

Bola Emas
1. Paolo Rossi (Italia)
2. Falcao (Brasil)
3. Karl-Heinz Rummenigge (Jerman)

Sepatu Emas
1.Paolo Rossi (Italia)
2.Karl-Heinz Rummenigge (Jerman)
3.Zico (Brasil)

FIFA Fair Play Award
Brasil
[ad#twitter]

UNTUK pertama kalinya, setelah 16 tahun, Piala Dunia 1978 kembali digelar di Amerika Selatan, tepatnya di Argentina. Mengingat situasi politik Argentina saat itu, keputusan FIFA bukannya tak mengundang kontroversi dan ancaman boikot.

Ketika FIFA memutuskan menggelar Piala Dunia 1978 di Argentina, situasi pemerintahan jauh dari keadaan aman dan tenteram. Penguasa militer saat itu menjalankan roda pemerintahan dengan tangan besi. Aksi protes melawan pemerintah selalu direspons dengan penangkapan, penyiksanaa, dan pertumpahan darah.

Sejumlah negara, termasuk yang lolos kualifikasi, mempertimbangkan melakukan boikot dengan tidak menghadiri perhelatan tersebut. Namun, perhelatan tetap dilaksanakan, tanpa kehadiran dua pemain penting, yaitu Johann Cruyff dan Franz Beckenbauer. Cruyyf tidak tampil setelah mengalami percobaan penculikan.

Selama perhelatan, peserta memang tak mengalami gangguan keamanan. Namun, sejumlah kalangan menilai, peraturan turnamen tidak adil karena cenderung mendukung Argentina. Belum lagi munculnya dugaan pengaturan skor.

Salah satu peraturan yang dinilai menguntungkan adalah, Argentina selalu bermain malam hari, sehingga mereka sudah lebih dulu mengetahui hasil lain di grup mereka.

Soal pengaturan skor, itu terjadi di fase grup putaran kedua. Saat itu, Argentina harus melawan Peru. Untuk menjadi juara Grup B dan melaju ke final, Argentina harus menang dengan selisih empat gol.

Secara luar biasa, Argentina menang 6-0. Komentator menyebut kemenangan itu terlalu mudah. Belakangan, sejumlah kalangan menilai, kiper Peru, Ramon Quiroga, terlibat konspirasi dengan Argentina. Kesimpulan ini berdasar kenyataan bahwa Quiroga merupakan pemain kelahiran Argentina. Namun, tuduhan ini tak pernah terbukti.

Kontroversi Argentina masih berlanjut ke babak final, di mana mereka berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Belanda 3-1. Setelah pertandingan, Belanda menolak menghadiri konferensi pers karena menilai Argentina sengaja mengulur-ulur waktu kick-off.

Kontroversi mencapai puncaknya setelah di akhir turnamen, FIFA menganugerahkan penghargaan fair play kepada Argentina.

Terlepas dari berbagai kontroversi, Piala Dunia 1978 Argentina menularkan kegembiraan kepada rakyat yang sudah tersiksa rasa takut dalam dua tahun terakhir. Kiranya, ini menjadi sumbangan terbesar Mario Kempes dkk kepada negaranya.

Bagi sepak bola, hal itu semakin meneguhkan bahwa sepak bola bisa meretas batas-batas yang tak bisa ditembus sistem politik, ekonomi, atau sosial.

Data & Fakta Piala Dunia 1978 Argentina
Format: Empat grup yang masing-masing terdiri dari empat empat tim mengikuti babak penyisihan. Penghuni dua besar setiap grup masuk ke putaran grup kedua, yang terdiri dari dua grup berisi masing-masing empat tim. Juara grup bertemu di babak final.

Peristiwa penting & unik:
*Pada pertandingan melawan Hungaria, Perancis mengenakan kostum tim lokal, Atletico Kimberley. Dalam siaran televisi hitam-putih, kedua kubu tampak memakai kostum yang sama.
*Brasil tak sekalipun menderita kekalahan, namun gagal melaju ke final.
*Pemain Belanda, Ernie Brandts, mencetak gol di awal dan akhir laga melawan Italia. Gol pertama dilakukan ke gawang sendiri dan gol kedua ke gawang Italia. Belanda menang 2-1.
*Seorang biarawati ditahan karena menyerang seorang pria yang gembira melihat Austria menang 3-2 atas Jerman Barat.

Top skor

Gol Pen Main
Mario Kempes 6 0 7
Teofilo Cubillas 5 2 6
Rob Renzenbrink 5 4 7
Leopoldo 4 0 5
Hans Krankl 4 1 6

Perjalanan Menuju Final
GROUP A
Italia 2-1 Perancis
Argentina 2-1 Hungaria
Italia 3-1 Hungaria
Argentina 2-1 Perancis
Perancis 3-1 Hungaria
Italia 1-0 Argentina

P W D L Goals Pts
1. Italia 3 3 0 0 6-4 6
2. Argentina 3 2 0 1 4-3 4
3. Perancis 3 1 0 2 5-5 2
4. Hungaria 3 0 0 3 3-8 0

GROUP B
Jerman Barat 0-0 Polandia
Tunisia 3-1 Meksiko
Jerman Barat 6-0 Meksiko
Polandia 1-0 Tunisia
Jerman Barat 0-0 Tunisia
Polandia 3-1 Meksiko

P W D L Goals Pts
1. Polandia 3 2 1 0 4-1 5
2. Jerman Barat 3 1 2 0 6-0 4
3. Tunisia 3 1 1 1 3-2 3
4. Meksiko 3 0 0 3 2-12 0

GROUP C
Austria 2-1 Spanyol
Swedia 1-1 Brasil
Austria 1-0 Swedia
Brasil 0-0 Spanyol
Brasil 1-0 Austria
Spanyol 1-0 Swedia

P W D L Goals Pts
1. Austria 3 2 0 1 3-2 4
2. Brasil 3 1 2 0 2-1 4
3. Spanyol 3 1 1 1 2-2 3
4. Swedia 3 0 1 2 1-3 1

GROUP D
Belanda 3-0 Iran
Peru 3-1 Skotlandia
Belanda 0-0 Peru
Skotlandia 1-1 Iran
Skotlandia 3-2 Belanda
Peru 4-1 Iran

P W D L Goals Pts
1. Peru 3 3 0 0 7-2 5
2. Belanda 3 1 1 1 5-3 3
3. Skotlandia 3 1 1 1 5-6 3
4. Iran 3 0 0 2 2-8 1

Fase penyisihan grup (Penyisihan kedua)
GROUP A
Belanda 5-1 Austria
Jerman Barat 0-0 Italia
Italia 1-0 Austria
Jerman Barat 2-2 Belanda
Austria 3-2 Jerman Barat
Belanda 2-1 Italia

P W D L Goals Pts
1. Belanda 3 2 1 0 9-4 5
2. Italia 3 1 1 1 2-2 3
3. Jerman Barat 3 0 2 1 4-5 2
4. Austria 3 1 0 1 4-8 2

GROUP B
Brasil 3-0 Peru
Argentina 2-0 Polandia
Polandia 1-0 Peru
Argentina 0-0 Brasil
Brasil 3-1 Polandia
Argentina 6-0 Peru

P W D L Goals Pts
1. Argentina 3 2 1 0 8-0 5
2. Brasil 3 2 1 0 6-1 5
3. Polandia 3 1 0 2 2-5 2
4. Peru 3 0 0 3 0-10 0

Perebutan peringkat tiga
Brasil 2-1 Italia

FINAL
Argentina 3-1 Belanda (Perpanjangan waktu)

Sepatu Emas
1. Mario Kempes (Argentina)
2. Teofilo Cubillas (Peru)
3. Rob Renzenbrink (Belanda)

FIFA Fair Play
Argentina

[ad#twitter]

BRASIL sudah puas menguasai Piala Dunia 1970 Meksiko. Saat itu, mereka menjadi juara, untuk yang ketiga kalinya dan karenanya berhak menyimpan trofi Jules Rimet secara permanen. Tercatatnya Pele sebagai manusia tersukses di Piala Dunia karena mengantar Brasil menjuarai tiga Piala Dunia itu, semakin mengukuhkan dominasi “Tim Samba”.

Tak ada yang menyangka, pesta besar di Meksiko itu menandai berakhirnya hegemoni Brasil di Eropa. Hanya empat tahun setelahnya, tepatnya di Piala Dunia 1974 Jerman Barat, keanggunan gaya samba dilibas permainan sepak bola menyerang dan efektif Eropa, yang diwakili Belanda dan Jerman Barat.

Brasil semakin kehilangan pengaruhnya, seiring pensiunnya simbol sepak bola indah mereka, Pele, dari timnas. Di Piala Dunia 1974 Jerman Barat, nama Pele ditenggelamkan sejumlah jago-jago baru, misalnya Johan Cruyff, Franz Beckenbauer, dan Gerd Muller.

Cruyff dan Muller inilah yang membuat persaingan Belanda dan Jerman Barat berlangsung ketat sampai babak puncak. Setelah bersusah payah, Jerman Barat berhasil menjuarai ajang ini mengandaskan Belanda dengan skor 2-1. Jerman pun sukses meraih ambisinya menyandingkan gelar Piala Dunia dan Piala Eropa, yang mereka raih pada 1972.

Mengingat pada turnamen kali ini, FIFA memperkenalkan Trofi Piala Dunia FIFA, sebagai pengganti Jules Rimet, tidak berlebihan bila Jerman Barat disebut sebagai pionir kebangkitan sepak bola Eropa.

Sementara itu, Brasil sendiri gagal menjaga kehormatan dan reputasi mereka setelah menyerah 0-1 kepada Polandia pada perebutan juara ketiga.

Data & Fakta Piala Dunia 1974 Jerman Barat
Format: Empat grup, masing-masing terdiri dari empat tim, bermain di babak kualifikasi. Penghuni dua besar di grup masuk putaran kedua yang terdiri dari dua grup, dengan masing-masing terdiri dari empa tim. Pemenang grup bertemu di final.

Peristiwa penting & unik:
*Kick-off babak final ditunda karena bender sudut dan tengah hilang saat kedua tim sudah siap tampil.
*Pemain Cile, Carlos Caszely, menjadi pemain pertama yang mendapat kartu merah
*Pemain Polandia, Leslaw Cmikiewicz, mencetak rekor dengan menjadi pemain yang tampil enam kali sebagai pengganti.
*Uni Soviet tersingkir di babak knock-out karena menolak menghadapi Cile. Ini merupakan bentuk protes atas terjadinya kudeta militer di Cile.
* Haiti menjamu Trinidad di babak kualifikasi. Tercatat, tidak kurang dari empat gol yang dicetak Haiti dianulir wasit. Atas kejadian itu, wasit itu mendapat sanksi skorsing dari FIFA.

Top skor

Gol Pen Main
Grzegorz Lato 7 0 7
Andrzej Szarmach 5 0 6
Johan Neeskens 5 3 7
Ralf Edstrom 4 0 6
Gerd Mueller 4 0 7

Perjalanan Menuju Juara
Fase penyisihan grup (Putaran pertama)
GROUP A
Jerman Barat 1-0 Cile
Jerman Timur 2-0 Australia
Australia 0-3 Jerman Barat
Cile 1-1 Jerman Timur
Australia 0-0 Cile
Jerman Timur 1-0 Jerman Barat

P W D L Goals Pts
1. Jerman Timur 3 2 1 0 4-1 5
2. Jerman Barat 3 2 0 1 4-1 4
3. Cile 3 0 2 1 1-2 2
4. Australia 3 0 1 2 0-5 1

GROUP B
Brasil 0-0 Yugoslavia
Zaire 0-2 Skotlandia
Skotlandia 0-0 Brasil
Yugoslavia 9-0 Zaire
Zaire 0-3 Brasil
Skotlandia 1-1 Yugoslavia

P W D L Goals Pts
1. Yugoslavia 3 1 2 0 10-1 4
2. Brasil 3 1 2 0 3-0 4
3. Skotlandia 3 1 2 0 3-1 4
4. Zaire 3 0 0 3 0-14 0

GROUP C
Swedia 0-0 Bulgaria
Uruguay 0-2 Belanda
Belanda 0-0 Swedia
Bulgaria 1-1 Uruguay
Bulgaria 1-4 Belanda
Swedia 3-0 Uruguay

P W D L Goals Pts
1. Belanda 3 2 1 0 6-1 5
2. Swedia 3 1 2 0 3-0 4
3. Bulgaria 3 0 2 1 2-5 2
4. Uruguay 3 0 1 2 1-6 1

GROUP D
Polandia 3-2 Argentina
Italia 3-1 Haiti
Haiti 0-7 Polandia
Argentina 1-1 Italia
Polandia 2-1 Italia
Argentina 4-1 Haiti

P W D L Goals Pts
1. Polandia 3 3 0 0 12-3 6
2. Argentina 3 1 1 1 7-5 3
3. Italia 3 1 1 1 5-4 3
4. Haiti 3 0 0 3 2-14 0

Fase penyisihan grup (Penyisihan kedua)
GROUP A
Belanda 4-0 Argentina
Brasil 1-0 Jerman Timur
Argentina 1-2 Brasil
Jerman Timur 0-2 Belanda
Argentina 1-1 Jerman Timur
Belanda 2-0 Brasil

P W D L Goals Pts
1. Belanda 3 3 0 0 8-0 6
2. Brasil 3 2 0 1 3-3 4
3. Jerman Timur 3 0 1 2 1-4 1
4. Argentina 3 0 1 2 2-7 1

GROUP B
Yugoslavia 0-2 Jerman Barat
Swedia 0-1 Polandia
Polandia 2-1 Yugoslavia
Jerman Barat 4-2 Swedia
Polandia 0-1 Jerman Barat
Swedia 2-1 Yugoslavia

P W D L Goals Pts
1. Jerman Timur 3 3 0 0 7-2 6
2. Polandia 3 2 0 1 3-2 4
3. Swedia 3 1 2 2 4-6 2
4. Yugoslavia 3 0 0 3 2-6 0

Perebutan peringkat tiga
Brasil 0-1 Polandia

FINAL
Belanda 1-2 Jerman Barat

Sepatu Emas
1. Grzgorz Lato (Polandia)
2. Johan Neweskens (Belandna)
3. Andrzej Szarmach (Polandia)

[ad#twitter]

PIALA Dunia Meksiko 1970 pantas boleh disebut sebagai pionir sepak bola modern. Selain munculnya rekor-rekor baru, aturan main baru dan inovasi teknologi, momen ini menandai penampilan terakhir Pele di Piala Dunia.

Piala Dunia kali ini tak pernah disangka mampu sukses, seperti Piala Dunia 1966 Inggris. Pasalnya, ini adalah untuk pertama kalinya Piala Dunia digelar di Amerika Utara. Ini juga pertama kalinya Piala Dunia dihelat di luar Amerika Selatan dan Eropa.

Namun, kekhawatiran itu tak pernah menjadi kenyataan. Penemuan televisi berwarna yang mendahului Piala Dunia 1970 Meksiko, membuat banyak orang sangat menantikan sepak bola. Mereka ingin menyaksikan, untuk pertama kalinya, bagaimana rasanya menyaksikan Piala Dunia dari layar penuh warna.

Sepak bola kemudian mendompleng kemajuan teknologi ini dan memanfaatkan Piala Dunia Meksiko 1970, untuk memperkenalkan aturan baru soal kartu kuning dan kartu merah. Untungnya, pengenalan kartu kuning dan merah tak membuat pemain latah sehingga melakukan pelanggaran yang membuat mereka terusir dari lapangan.

FIFA merasa, sikap pemain yang menjunjung sportivitas itu pantas mendapat penghargaan. Jadilah, Piala Dunia Meksiko 1970 kembali mencatatkan sejarah sebagai ajang pertama di mana FIFA memperkenalkan anugerah fairplay, yang diraih Peru.

Catatan momen penting Piala Dunia Meksiko 1970, akhirnya harus diakhiri dengan menyebut Brasil dan Pele. Brasil yang sukses menuntaskan perjalanan mereka di Meksiko sebagai juara. Itu adalah gelar juara Piala Dunia yang diraih Brasil, setelah Piala Dunia Swedia 1958 dan Piala Dunia Cile 1962. Atas Prestasinya itu, Brasil berhak menyimpan trofi Jules Rimet secara permanen. Trofi ini kemudian hilang dicuri pada 1983.

Bagi Pele, keberhasilan membawa Brasil menjuarai Piala Dunia Meksiko 1970, menjadikan dirinya manusia pertama yang menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali. Ini juga menjadi penampilan terakhir Pele di Piala Dunia, karena ia memutuskan gantung sepatu dari tim nasional Brasil pada tahun 1971.

Data & Fakta Piala Dunia 1970
Format: Empat grup berisi masing-masing empat tim tampil di babak penyisihan. Juara dan runner-up grup masuk ke semifinal.

Peristiwa penting & unik: Maroko, menjadi tim Afrika pertama yang lolos ke Piala Dunia setelah Perang Dunia II *Bila ada tim memiliki poin sama, penentuan posisi dilakukan dengan melihat selisih gol.

Top skor

Gol Pen Main
Gerd Mueller 10 1 6
Jairzinho 7 0 6
Teofilo Cubillas 5 0 4
Anatoly Byshovets 4 0 4
Pele 4 0 6

Statistik Lain
Jumlah peserta: 16
Pelaksanaan: 31 Mei-21 Juni 1970
Jumlah pertandingan:32
Total gol: 95 (rata-rata 2,97 gol/pertandingan), termasuk lima penalti dan satu gol bunuh diri. 95 gol itu dicetak oleh 54 pemain. Brasil menjadi tim terbanyak yang mencetak gol (19 gol).
Pengunjung: 1603975 (rata-rata 50124/pertandingan)
Absen: Argentina, Perancis, Portugal, Spanyol
Juara: Brasil
Peringkat kedua: Italia
Peringkat ketiga: Jerman
Peringkat keempat: Uruguay
Sepatu emas: Gerd Mueller (Jerman)

Perjalanan Menuju Juara
Fase penyisihan
GROUP A
Meksiko 0-0 Uni Soviet
Belgia 3-0 El Salvador
Uni Soviet 4-1 Belgia
Meksiko 4-0 El Salvador
Uni Soviet 2-0 El Salvador
Meksiko 1-0 Belgia

P W D L Goals Pts
1. Uni Soviet 3 2 1 0 6-1 5
2. Meksiko 3 2 1 0 5-0 5
3. Belgia 3 1 0 2 4-5 2
4. El Salvador 3 0 0 3 0-9 0

GROUP B
Uruguay 2-0 Israel
Italia 1-0 Swedia
Uruguay 0-0 Italia
Swedia 1-1 Israel
Swedia 1-0 Uruguay
Italia 0-0 Israel

P W D L Goals Pts
1. Italia 3 1 2 0 1-0 4
2. Uruguay 3 1 1 1 2-1 3
3. Swedia 3 1 1 1 2-2 3
4. Israel 3 0 2 1 1-3 2

GROUP C
Inggris 1-0 Rumania
Brasil 4-1 Cheska
Rumania 2-1 Cheska
Brasil 1-0 Inggris
Brasil 3-2 Rumania
Inggris 1-0 Cheska

P W D L Goals Pts
1. Brasil 3 3 0 0 8-3 6
2. Inggris 3 2 0 1 2-1 4
3. Rumania 3 1 0 2 4-5 2
4. Cheska 3 0 0 3 2-7 0

GROUP D
Peru 3-2 Bulgaria
Jerman 2-1 Maroko
Peru 3-0 Maroko
Jerman 5-2 Bulgaria
Jerman 3-1 Peru
Bulgaria 1-1 Maroko

P W D L Goals Pts
1. Jerman 3 3 0 0 10-4 6
2. Peru 3 2 0 1 7-5 4
3. Bulgaria 3 0 1 2 5-9 1
4. Maroko 3 0 1 2 2-6 1

Perempat final
Brazil 4-2 Peru
Jerman 3-2 Inggris (Perpanjangan waktu)
Italia 4-1 Meksiko
Uruguay 1-0 Soviet (Perpanjangan waktu)

Semifinal
Brasil 3-1 Uruguay
Italia 4-3 Jerman (Perpanjangan waktu)

Perebutan peringkat tiga
Jerman 1-0 Uruguay

FINAL
Brasil 4-1 Italia

Sepatu Emas
1. Gerd Mueller (Jerman)
2. Jairzinho (Brasil)
3. Teofilo Cubillas (Peru)

[ad#twitter]


Mantan Direktur Pembinaan Usia Muda dan Promosi PSSI, Jusuf Rizal, siap menggantikan Nurdin Halid yang dinilai gagal memimpin PSSI dan mengangkat prestasi sepak bola.

“Saya rasa Nurdin harus bertanggung atas kemerosotan prestasi dunia sepak bola dalam 10 tahun terakhir ini dan saya siap maju,” kata Jusuf di Jakarta, Kamis, menanggapi adanya permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menggelar Kongres Sepak bola Indonesia di Malang. Baca entri selengkapnya »

DARI Amerika, Piala Dunia kembali diselenggarakan di Eropa. Inggris yang sudah menunggu selama 16 tahun sejak berpartisipasi di turnamen ini, mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah. Dan, mereka sangat optimistis bisa mengakhiri penantian untuk merengkuh trofi paling bergengsi ini setelah menembus perempat final di Cile 1962.

Dengan sejumlah pemain top dan sedang berada di usia matang, pelatih Alf Ramsey merasa timnya punya potensi untuk menyingkirkan lawan mana pun. Banks, Moore, Charltons, Greaves, Hurst dan Hunt, merupakan deretan nama yang menjadi andalan “The Three Lions”.

Namun menjelang bergulirnya turnamen ini, panitia sempat pusing tujuh keliling karena trofi yang diberi nama Jules Rimet ini dicuri, saat dilakukan pameran pada bulan Maret di Central Hall, Westminster. Situasi semakin runyam lantaran panitia merasa tak sanggup untuk membuat trofi baru yang mirip dengan aslinya, yang memang unik dan sulit ditiru.

Beruntung, di tengah kegalauan itu muncul kabar menggembirakan. Adalah seekor anjing bernama Pickles, yang memecahkan persoalan rumit tersebut, satu minggu setelah kasus pencurian itu. Binatang yang memiliki penciuman paling tajam ini mengendus keberadaan trofi tersebut di sekitar semak belukar di Norwood, London Selatan. Ternyata benar, setelah diperiksa ternyata trofi tersebut dibungkus dengan kertas koran. Alhasil, persiapan turnamen ini bisa berlangsung lancar lagi.

Inggris yang mendapat dukungan dari suporter fanatiknya mengawali kejuaraan ini dengan hasil yang kurang memuaskan karena hanya bermain imbang tanpa gol melawan Uruguay. Ini membuat mereka banyak mendapat kritikan. Meskipun demikian, pasukan Ramsey yang tergabung di Grup A bersama Uruguay, Perancis dan Meksiko tersebut bisa keluar dari tekanan, dan mereka akhirnya menjadi juara grup, dan lolos ke perempat final, didampingi Uruguay.

Di Grup B yang dihuni tim-tim keras, Jerman Barat dan Argentina menjadi yang terbaik, setelah menyisihkan Spanyol dan Swiss. Di sini lahirlah bintang muda Jerman, Franz Beckenbauer, yang bermain cemerlang di fase penyisihan grup ini. Dia mencetak dua gol ketika Jerman mencukur Swiss 5-0.

Argentina yang diperkuat pemain-pemain top seperti Rattin, Artime dan Onega, mengikuti jejak Jerman Barat karena menjadi runner-up. Hasil ini terbilang kurang memuaskan, karena mereka difavoritkan akan menjadi juara grup. Tetapi ketika melawan Jerman, Argentina hanya bermain imbang 0-0. Kejutan lain di grup ini adalah tersingkirnya Spanyol, sang juara Eropa. Padahal, “El Matador” datang dengan membawa seluruh kekuatannya seperti Gento, Suarez dan Del Sol.

Dari Grup C, Brasil sempat mengawali pertandingannya dengan hasil meyakinkan. Tendangan bebas spektakuler Pele dan Garrincha membawa “Selecao” menang 2-0 atas Bulgaria. Tetapi juara 1958 dan 1962 ini mendapat masalah besar saat menghadapi Hungaria, karena Pele tidak bisa tampil lantaran cedera. Sebaliknya, dua bintang Hungaria Florian Albert dan Ferenc Bene, mencuri perhatian dengan aksi-aksi menawan, yang membawa negara mereka menang 3-1 atas sang juara bertahan.

Di grup ini, Portugal yang merupakan tim debutan, menjadi jawara. Eusebio, yang berdampingan dengan Torres, Augusto, Simoes dan Coluna, membawa tim “Samba Eropa” ini maju ke perempat final. Bahkan pada pertandingan terakhir penyisihan grup, mereka meruntuhkan keperkasaan Brasil lewat kemenangan 3-1, untuk memastikan diri menjadi juara grup. Sebaliknya bagi Brasil, kekalahan ini membuat mereka tersisih, dan berakhirlah kiprah para pemain top seperti Garrincha, Bellini dan Orlando.

Kejutan besar juga terjadi di Grup D. Sama seperti Portugal, Uni Soviet yang sangat solid karena diperkuat Yashin, Shesterniev dan Porkuyan, juga menyapu bersih tiga pertandingan penyisihan sehingga mereka menjadi juara grup. Korea Utara pun tak ketinggalan. Tim debutan Asia yang dikalahkan Uni Soviet 0-3 ini juga lolos ke perempat final sebagai runner-up grup, setelah menahan imbang Chili dan menaklukkan Italia 1-0. Inilah kejutan yang paling mencengangkan dalam sejarah Piala Dunia.

Selanjutnya, Korea Utara yang merupakan tim dengan materi termuda di Piala Dunia ini, sempat merajut impian untuk masuk semifinal. Melawan Portugal di perempat final, mereka sudah memimpin 3-0 sampai dengan turun minum. Sayang, di paruh kedua Korea Utara tak mampu mempertahankannya, ketika Eusebio mencetak empat gol untuk melengkapi kesuksesan Portugal yang akhirnya lolos dengan kemenangan 5-3–ini juga masih menjadi sebuah sejarah di Piala Dunia, di mana sebuah tim tertinggal tiga gol, tetapi mampu mengejar dan menang.

Partai lainnya di babak delapan besar, Jerman Barat menggunduli Uruguay 4-0. Pertandingan dengan skor mencolok ini diwarnai dengan dua kartu merah yang diberikan kepada pemain Uruguay, sehingga Jerman Barat tak terlalu kesulitan untuk meraih tiket ke semifinal. Langkah yang sama dijuga dicapai Uni Soviet. Mengandalkan pertahanan yang kokoh, tim “Beruang Merah” ini mampu mempertahankan keunggulan 2-1 atas Hungaria dan mereka untuk pertama kalinya mencatat sejarah lolos ke semifinal.

Sementara itu di London, duel seru dan menegangkan terjadi antara Inggris vs Argentina. Bermain dengan penuh semangat karena mendapat dukungan dari suporter fanatiknya, tuan rumah bisa menjebol gawang Argentina. Geoff Hurst yang menjadi bintang pertandingan ini, karena dialah yang mencetak gol tunggal ketika pertandingan tersisa 12 menit, untuk membawa Inggris ke semifinal dan bertemu Portugal.

Di babak empat besar ini, muncullah sosok Bobby Charlton karena permainannya sangat memukau. Ini mungkin menjadi aksi terbaik Charlton bersama timnas Inggris, karena bintang klub Manchester United tersebut yang meloloskan Inggris ke final lewat dua golnya, sehingga mereka mengalahkan Portugal 2-1. Satu-satunya gol Portugal dihasilkan oleh pemain legendarisnya, Eusebio, lewat titik penalti.

Di semifinal lainnya, Jerman Barat menaklukkan Uni Soviet 2-1. Di sini Beckenbauer mencetak gol spektakuler, karena tembakannya dari jarak jauh tak mampu dihalau Yashin, salah satu kiper terbaik sepanjang masa. Yashin juga kembali harus dua kali memungut bola dari dalam jaringnya pada pertandingan perebutan tempat ketiga, ketika Eusebio memborong dua gol Portugal yang meraih kemenangan 2-1, sekaligus membawanya menjadi top skor–lebih banyak tiga gol dari striker Jerman Helmut Haller.

Pada partai final, Ramsey membuktikan bahwa prediksinya benar, yaitu bahwa Inggris menjadi juara Piala Dunia 1964 ini. Bermain di Wembley yang merupakan stadion kebanggaan negara tersebut, Inggris tampil penuh gairah.

Namun publik tuan rumah sempat terhenyak ketika Haller menjebol gawang Gordon Banks pada menit ke-12. Beruntung, hanya berselang enam menit Hurst berhasil menyamakan kedudukan, ketika dia dengan sempurna mengonversi umpan Bobby Moore menjadi gol. Skor 1-1 bertahan sampai jeda.

Di babak kedua, tepatnya menit ke-78, Martin Peters membuat stadion seolah runtuh oleh gemuruh penonton yang bersorak kegirangan. Striker Inggris ini mengoyak jala Hans Tilkowski yang membuat Inggris unggul 2-1 dan bertahan sampai menit ke-89.

Dalam waktu yang tersisa, publik Inggris tampaknya sudah merasa timnya akan menjadi juara dunia dan mereka siap-siap menggelar pesta. Tetapi, Wolfgang Weber merusak semuanya karena di masa injury time dia bisa menyamakan skor menjadi 2-2, dan memaksa perpanjangan waktu.

Pada extra time ini, Hurst kembali membuat 96.924 penonton berjingkrak kegirangan karena dia membawa Inggris unggul 3-2, saat pertandingan memasuki menit ke-101. Gol ini juga yang sampai sekarang terus menjadi kontroversi, karena para pemain Jerman Barat menilai bola yang memantul dari mistar, belum melewati garis gawang, meskipun wasit Gottfried Dienst dari Swiss mengesahkannya.

Di tengah keraguan kubu lawan tentang gol tersebut, Hurst membuat gol ketiganya dalam pertandingan itu–satu-satunya hat-trick di partai final yang sampai sekarang belum disamakan. Pada menit ke-120, Hurst kembali memaksimalkan umpan Moore dan memastikan Inggris menang 4-2, dan membuat “The Three Lions” mengakhiri penantian untuk menyabet gelar juara paling bergengsi di dunia tersebut.

Rekam pertandingan Piala Dunia 1966
Top skor
Eusebio (Portugal) 9 goals
Helmut Haller (Jerman) 6 goals
Geoff Hurst (Inggris) 4 goals
Franz Beckenbauer (Jerman) 4 goals
Valery Porkuyan (Uni Soviet) 4 goals
Ferenc Bene (Hungaria) 4 goals
Luis Artime (Argentina) 3 goals
Bobby Charlton (Inggris) 3 goals
Roger Hunt (Inggris) 3 goals
Jose Augusto (Portugal) 3 goals
Torres (Portugal) 3 goals
Eduard Malafeev (Uni Soviet) 3 goals

Statistik Lain
Jumlah pertandingan 32
Total gol 89
Rata-rata gol per pertandingan 2,78
Gol bunuh diri 2
Total penonton 1.614.677
Rata-rata penonton 50.459

Gol terbanyak dalam satu pertandingan
Eusebio (Portugal) 4 goals vs Korea utara

Perjalanan Menuju Juara
Babak kualifikasi
GROUP A
11 Juli, London, Inggris vs Uruguay 0-0
13 Juli, London, Perancis vs Meksiko 1-1
15 Juli, London, Uruguay vs Perancis 2-1
16 Juli, London, Inggris vs Meksiko 2-0
19 Juli, London, Meksiko vs Uruguay 0-0
20 Juli, London, Perancis vs Inggris 2-0

Klasemen akhir Grup A

P W D L Goals Pts
1. Inggris 3 2 1 0 4-0 5
2. Uruguay 3 1 2 0 2-1 4
3. Meksiko 3 0 2 1 1-3 2
4. Perancis 3 0 1 2 2-5 1

GROUP B
12 Juli, Sheffield, Jerman Barat vs Swiss 5-0
13 Juli, Birmingham, Argentina vs Spanyol 2-1
15 Juli, Sheffield, Spanyol vs Swiss 2-1
16 Juli, Birmingham, Argentina vs Jerman Barat 0-0
19 Juli, Sheffield, Swiss vs Argentina 0-2
20 Juli, Birmingham, Jerman Barat vs Spanyol 2-1

Klasemen akhir Grup B

P W D L Goals Pts
1. Jerman Barat 3 2 1 0 7-1 5
2. Argentina 3 2 1 0 4-1 5
3. Spanyol 3 1 0 2 4-5 2
4. Swiss 3 0 0 3 1-9 0

GROUP C
12 Juli, Liverpool, Brasil vs Bulgaria 2-0
13 Juli, Manchester, Portugal vs Hungaria 3-1
15 Juli, Liverpool, Hungaria vs Brasil 3-1
16 Juli, Manchester, Portugal vs Bulgaria 3-0
19 Juli, Liverpool, Brasil vs Portugal 1-3
20 Juli, Manchester, Bulgaria vs Hungaria 1-3

Klasemen akhir Grup C

P W D L Goals Pts
1. Portugal 3 3 0 0 9-2 6
2. Hungaria 3 2 0 1 7-5 4
3. Brasil 3 1 0 2 4-6 2
4. Bulgaria 3 0 0 3 1-8 0

GROUP D
12 Juli, Middlesbrough, Uni Soviet vs Korea Utara 3-0
13 Juli, Sunderland, Italia vs Chili 2-0
15 Juli, Middlesbrough, Chili vs Korea Utara 1-1
16 Juli, Sunderland, Uni Soviet vs Italia 1-0
19 Juli, Middlesbrough, Korea Utara vs Italia 1-0
20 Juli, Sunderland, Chilia vs Uni Soviet 1-2

Klasemen akhir Grup D

P W D L Goals Pts
1. Uni Soviet 3 3 0 0 6-1 6
2. Korea Utara 3 1 1 1 2-4 3
3. Italia 3 1 0 2 2-2 2
4. Chili 3 0 1 1 2-5 1

Perempat final
23 Juli, Sheffield, Jerman Barat vs Uruguay 4-0
23 Juli, Liverpool, Portugal vs Korea Utara 5-3
23 Juli, Sunderland, Uni Soviet vs Hungaria 2-1
23 Juli, London, Inggris vs Argentina 1-0

Semifinal
25 Juli, Liverpool, Jerman Barat vs Uni Soviet 2-1
26 Juli, London, Inggris vs Portugal 2-1

Perebutan peringkat tiga
28 Juli, London, Portugal vs Uni Soviet 2-1

FINAL
30 Juli, London, Inggris vs Jerman Barat 4-2

[ad#twitter]

TPF yang diketuai oleh Rusdi Taher itu telah melakukan penyisiran di sejumlah kota yang menjadi perlintasan para Bonek menuju Bandung, Jawa Barat ketika tim kesayangan mereka di jamu di Stadion Jalak Harupat, Bandung.

“Kami sudah melakukan penyisiran di tiga kota mulai dari Surabaya, Solo, hingga Bandung. Tinggal satu kota lagi yakni Semarang yang belum kami datangi,” kata Ashar Suryobroto salah satu anggota TPF di Sekretariat PSSI Senayan, Jakarta, Rabu (3/2). Baca entri selengkapnya »


Persitara Jakarta Utara tengah berupaya membangun kekuatan agar mampu tampil lebih kompetetif di putaran kedua Djarum Indonesia Super League (DISL) 2009/2010. Selain melakukan seleksi, “Laskar Si Pitung” juga tengah menunggu kedatangan mantan gelandang Manchester City, yang juga jebolan akademi sepakbola Manchester United (MU).

“Dia pemain yang berasal dari akademi MU pada 1992-2001. Dia juga pernah membela Manchester City 2002-2004. Tapi namanya masih rahasia. Tunggu saja kalau dia sudah benar-benar bergabung dengan kami,” jelas Manajer Persitara Hary “Gendhar” Ruswanto di Jakarta, Rabu (3/2).
Baca entri selengkapnya »

PADA kongres FIFA tahun 1956 di Lisbon, Portugal, ada tiga negara yang secara resmi mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 1962. Argentina, Chili, dan Jerman Barat, menyatakan kesediaan mereka untuk menyelenggarakan turnamen sepak bola antar-negara tersebut.

Jerman Barat menjadi negara pertama yang “tersingkir”, karena hampir semua peserta kongres tidak sepakat jika Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut diselenggarakan di benua Eropa. Karena itu, Argentina menjadi negara terfavorit untuk menjadi tuan rumah, karena selain budaya sepak bolanya, dan memiliki sejumlah stadion besar, antusiasme penduduknya juga sangat tinggi. Mereka semakin menjadi kandidat terkuat ketika Chili diguncang gempa dasyat pada Mei 1960, yang menurut laporan menewaskan sekitar 5.000 orang.

Namun tak disangka, Chili ditunjuk sebagai negara penyelenggara Piala Dunia 1962. Lobi dan alasan menyentuh dari Presiden FA Chili, Carlos Dittborn, menarik simpati FIFA. “Kami tidak memiliki apa-apa, sehingga kami harus menjadi tuan rumah Piala Dunia,” demikian pernyataan Dittborn, yang membuat FIFA trenyuh dan akhirnya menjatuhkan pilihan Chili sebagai tuan rumah.

Dalam kurun waktu dua tahun setelah bencana gempa bumi itu, Chili bergerak cepat untuk membangun stadion-stadion baru, termasuk National Stadium di Santiago, yang selesai tepat waktu saat turnamen dimulai. Untuk ukuran sebuah negara miskin, Chili yang menjadi tuan rumah tidak terlalu mengecewakan FIFA, meskipun panitia masih harus belajar lebih banyak lagi tentang sepak bola.

Tak seperti pada perhelatan-perhelatan sebelumnya, di sini untuk pertama kalinya terjadi sebuah kejutan di babak kualifikasi. Swedia yang di Piala Dunia terakhir menjadi runner-up, harus tersingkir lebih awal karena tidak mampu melewati penyisihan grup. Sementara itu, Brasil yang mengusung semua kekuatannya ketika menjadi juara 1958, tampaknya masih tetap menjadi favorit. Hanya ada satu tambahan pemain, yaitu Amarildo, yang dipanggil untuk menggantikan Pele yang cedera pada pertandingan kedua.

Pada 2 Juni, terjadi peristiwa terburuk dan merupakan hari paling kelam dalam sejarah Piala Dunia, ketika Chili bertemu Italia di babak penyisihan Grup B. Disaksikan sekitar 70.000 penonton di Santiago, terjadi perkelahian di lapangan hijau yang mengakibatkan dua orang pemain Italia diusir keluar lapangan karena mendapat kartu merah. Menurut wasit asal Inggris, Aston, pertandingan tersebut tidak terkontrol karena para pemain berkelahi dan saling menendang, sehingga polish harus turun tangan untuk meredakan situasi. Duel ini berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan tuan rumah.

Setelah menyelesaikan babak penyisihan di tiap grup, muncullah delapan tim yang lolos ke perempat final. Di babak ini, Yugoslavia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut kembali bertemu dengan Jerman Barat. Setelah selalu kalah dalam dua pertemuan sebelumnya, kali ini Yugoslavia bisa membalas lewat gol Radakovic tiga menit sebelum pertandingan usai, sehingga mereka lolos dengan kemenangan 1-0.

Sementara itu, Brasil terus menunjukkan konsistensinya. “Tim Samba” melangkah pasti ke semifinal setelah membekuk Inggris 3-1, dengan Garrincha sebagai bintang, karena jadi inspirator.

Cekoslovakia juga mengikuti jejak Yugoslavia dan Brasil, setelah menang 1-0 atas Hungaria. Kejutan juga dibikin Chili, yang di luar dugaan mengandaskan Uni Soviet dengan kemenangan 2-1.

Namun di semifinal, Chili harus bertemu dengan Brasil yang sedang dalam performa terbaik. Bisa ditebak, Brasil tak tertahankan dan memastikan diri lolos ke final setelah menang 4-2. Garrincha dan Vava membagi rata gol timnya ke gawang tuan rumah. Di partai lain, Yugoslavia gagal membendung Cekoslovakia yang berhasil meraih kemenangan 3-1, sehingga akan bertemu Brasil di partai puncak.

Meskipun gagal ke final, Chili masih bisa menghibur publiknya karena pada perebutan medali perunggu, mereka keluar sebagai pemenang setelah menaklukkan Yugoslavia 1-0. Hasil ini terbilang fantastis, karena mereka sendiri tak menyangka akan melangkah sampai semifinal.

Pada partai final, Cekoslovakia membuat kejutan karena lebih dulu memimpin. Tetapi, Brasil yang boleh diperkuat Garrincha walaupun mendapat kartu merah di semifinal, mampu keluar dari tekanan.

Tiga gol balasan bisa dilesakkan “tim Samba” untuk membalikkan keadaan sehingga menang 3-1, sekaligus mempertahankan trofi yang kali ini mereka raih tanpa harus dipekuat sang bintang di turnamen sebelumnya, Pele.

Rekam pertandingan Piala Dunia 1962
Top skor
Garrincha (Brasil) 4 goals
Valentin Ivanov (Uni Soviet) 4 goals
Leonel Sanchez (Chili) 4 goals
Vava (Brasil) 4 goals
Florian Albert (Hungaria) 4 goals
Drazan Jerkovic (Yugoslavia) 4 goals

Statistik Lain
Jumlah pertandingan 32
Total gol yang tercipta 89
Rata-rata gol per pertandingan 2,78
Kartu merah 6
Gol bunuh diri: tidak ada
Total penonton 776.000
Rata-rata penonton 24.250

Klasemen akhir Piala Dunia 1962

P W D L Goals Pts
1. Brasil C 6 5 1 0 14-5 11
2. Cekoslovakia F 6 3 1 2 7-7 7
3. Chili SF 6 4 0 2 10-8 8
4. Yugoslavia SF 6 3 0 3 10-7 6
5. Hungaria QF 4 2 1 1 8-3 5
6. Uni Soviet QF 4 2 1 1 9-7 5
7. Jerman Barat QF 4 2 1 1 4-2 5
8. Inggris QF 4 1 1 2 5-6
9. Italia 1R 3 1 1 1 3-2 3
10. Argentina 1R 3 1 1 1 2-3 3
11. Meksiko 1R 3 1 0 2 3-4 2
12. Spanyol 1R 3 1 0 2 2-3 2
13. Uruguay 1R 3 1 0 2 4-6 2
14. Kolombia 1R 3 0 1 2 5-11 1
15. Bulgaria 1R 3 0 1 2 1-7 1
16. Swiss 1R 3 0 0 3 2-8 0

* Sistem poin yang dipakai pada Piala Dunia 1930 hingga 1990 adalah 2 untuk sebuah kemenangan dan 1 untuk seri.

Perjalanan Menuju Juara
Babak kualifikasi
GROUP A
Uni Soviet
Yugoslavia
Uruguay
Kolombia

GROUP B
Jerman Barat
Chili
Swiss
Italia

GROUP C
Brasil
Cekoslovakia
Meksiko
Spanyol

GROUP D
Hungaria
England
Argentina
Bulgaria

Perempat final
2 Chili
1 Uni Soviet

1 Yugoslavia
0 Jerman Barat

3 Brasil
1 Inggris

1 Cekoslovakia
0 Hungaria

Semifinal
4 Brasil
2 Chili

3 Cekoslovakia
1 Yugoslavia

Perebutan peringkat tiga
1 Chili
0 Yugoslavia

FINAL
3 Brasil
1 Cekoslovakia

[ad#twitter]